Registrasi Merek UMKM sebagai Perlindungan Hukum Kekayaan Intelektual

Registrasi Merek UMKM sangat penting sebagai bentuk Perlindungan Hukum Kekayaan Intelektual. Pendaftaran merek merupakan salah satu cara efektif untuk melindungi kekayaan intelektual suatu perusahaan, khususnya bagi UMKM. Merek merupakan ciri visual suatu produk atau jasa yang dapat membedakan produk atau jasa tersebut dengan produk atau jasa lainnya. Dengan mendaftarkan merek ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, UMKM dapat memiliki hak eksklusif atas merek terdaftar tersebut.

Dari Hal tersebut dapat kita pahami bahwa produk umkm harus memiliki tanda pengenal seperti logo produk yang memiliki ciri khas tersebut milik produk umkm sendiri. berdasarkan dashboard Kantor Wilayah pada laman dgip.go.id, jumlah pendaftaran merek pada tahun 2020 sejumlah 55 permohonan, tahun 2021 sejumlah 90 permohonan dan tahun 2022 sejumlah 174 permohonan yang mana peran kantor wilayah dalam menumbuhkan kesadaran merek bagi pelaku UMKM telah terus menerus dilaksanakan.

Pendaftaran merek juga dapat meningkatkan persaingan dan kepercayaan masyarakat terhadap produk atau jasa yang dihasilkan oleh UMKM. Dengan memiliki merek terdaftar, UMKM dapat memastikan produk atau layanannya tidak dilanggar oleh pihak lain. Selain itu, merek terdaftar juga dapat menarik konsumen karena merek terdaftar dapat dianggap sebagai produk atau jasa yang baik dan dapat diandalkan. Dalam hal ini, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai peran penting dalam melindungi hak kekayaan intelektual UMKM. Melalui pendaftaran merek, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat memberikan perlindungan hukum kepada UMKM dengan melindungi hak merek terdaftar. Selain itu, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia juga dapat menindak para pelanggar merek terdaftar.

Baca Juga :  Rokok Menjerat Tubuh Remaja

Dengan melakukan registrasi atau mendaftarkan merek ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, UMKM dapat memanfaatkan kekayaan intelektualnya sebagai aset yang dapat membantunya bersaing di pasar. Selain itu, pendaftaran merek juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk atau jasa yang dihasilkan oleh UMKM. Oleh karena itu, pendaftaran merek merupakan langkah penting dalam melindungi hak kekayaan intelektual UMKM serta meningkatkan daya saing dan kepercayaan masyarakat.

Registrasi atau mendaftarkan atau UMKM ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia bukan hanya sekedar proses hukum, namun mempunyai implikasi penting dalam hal perlindungan hukum dan kekayaan intelektual. Dengan mendaftarkan merek, UMKM dapat memperoleh perlindungan hukum yang kuat terhadap merek dan desain produknya, sehingga meningkatkan daya saing dan kepercayaan masyarakat. Menurut beberapa sumber, mendaftarkan logo UMKM ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat membantu meningkatkan branding dan akuntabilitas perusahaan, serta menghindari sengketa merek dengan produk lain. Selain itu, pendaftaran logo juga dapat mempermudah proses pembuktian kepemilikan dan menjamin hak eksklusif pemilik logo dalam perdagangan barang dan jasa. Namun perlu diingat bahwa suatu logo tidak dapat didaftarkan sebagai hak cipta, melainkan dapat didaftarkan sebagai merek dagang pada Direktorat Merek.

Baca Juga :  Tangkal Paham Radikal, Pompes IT Al-Hidayah Bekali Santri dengan Kegiatan Pramuka

Oleh karena itu, UMKM harus memahami perbedaan hak cipta dan merek dagang, serta proses dan biaya pendaftaran merek. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia menyadari pentingnya perlindungan hukum dan kekayaan intelektual bagi UMKM. Pemerintah telah menciptakan fasilitas pendaftaran merek dan hak cipta, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perlindungan hukum atas kekayaan intelektual.

Kesimpulannya, pendaftaran merek UMKM ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sangat penting untuk meningkatkan persaingan dan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, UMKM harus memahami pentingnya perlindungan kekayaan hukum dan intelektual, serta memahami proses dan biaya yang terkait dengan pendaftaran merek agar memenuhi syarat dalam mendaftarkan logo umkm ke Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KEMENKUMHAM).[]

Baca Juga :  Lewat jalan Tol Sibanceh, Sigli-Banda Aceh Hanya 1 Jam

Pengirim :
Veri Arianta, mahasiswa Universitas Bangka Belitung Jurusan Hukum, email : veriiarianta@gmail.com

banner 300250