Relevansi Kenaikan Harga Sembako dengan Waktu Menjelang Ramadhan

SUDAH menjadi suatu hal yang lumrah jika mendengar kenaikan harga kebutuhan pokok alias sembako menjelang bulan ramadhan. Salah satu akibat yang mutlak terjadi yakni tidak hanya berdampak terhadap umat muslim saja, namun juga berdampak pada penduduk nonis yang kesusahan dan lebih berhemat dalam membeli kebutuhan pokok tersebut. Walaupun Negara Indonesia yang sebagian penduduk bermata pencaharain sebagai petani, namun harga kebutuhan pokok seperti bawang , cabe, kedelai dan lain sebagainya mengalami peningkatan harga yang drastis khususnya menjelang bulan ramadhan. tak hanya bahan pokok yang bersumber dari bidang pertanian, akan tetapi dari bidang peternakan seperti daging sapi dan ayam pun ikut mengalami kenaikan harga.

Baca Juga :  Pinjaman Online Meresahkan, Diberangus atau Dibina?

Pemerintah juga berupaya dalam penanganan masalah inflasi sembako ini dengan melaksanakan operasi pasar beberapa hari sebelum puasa untuk menjaga ketersediaan dan distribusi sembako sehingga harga masih bisa terkendali dan dan dapat dijangkau oleh masyarakat. Selain itu, pemerintah juga melakukan deteksi dini terkait gejolak permasalahan yang ada dari tingkat produsen, petani , pedagang , distributor , importir maupun konsumen untuk dikoordinasikan dengan pemerintah dalam rangka mencari solusi terbaik menjelang puasa dan lebaran.

Penyebab kenaikan harga sembako Dalam ilmu ekonomi dikenal dengan prinsip supply and demand. Artinya, dimana dimana ada permintaan disitu ada produksi . walaupun kita berpuasa belasan jam, ternyata permintaan sembako semakin naik. Tanpa disadari menu makan saat sahur dan berbuka lebih special dibanding dengan hari biasanya. Terlebih saat lebaran, peningkatan permintaan kebutuhan pokok melonjak karena bahan masakan untuk menu lebaran serta dirasa kurang afdol jika tidak masak menu lebaran seperti rending, opor dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Pahami dan Atasi Rendahnya Literasi Digital di Indonesia

Kenaikan harga bahan pokok atau inflasi ini tidak bisa diantisipasi, karena sifatnya alamiah . sebab inflasi merupakan sebuah konsekuensi logis dari pertumbuahan ekonomi. Alas an alamiah tersebut diantaranya seperti tertundanya masa pemetikan oleh petani akibat factor cuaca hujan. Untuk mengatasi fenomena kenaikan harga bahan pokok tersebut, sector produksi barang kebutuhan masyarakat perlu diperkuat . perlu peningkatan jumlah produksi barang barang kebutuhan masyrakat pada saat terjadinya peningkatan konsumsi.[]

Pengirim :
LEDI MARETA
Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung
Email : ladymareta@gmail.com

banner 300250