Yuk Kenali Kategori dan Klasifikasi Jenis Anak Berebutuhan Khusus

Berbicara tentang anak berkebutuhan khusus, terkadang masih banyak yang salah dalam menafsirkan tentang anak berkebutuhan khusus.Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami gangguan fisik,mental,intelegensi serta emosi sehingga memerlukan bahkan di haruskan untuk pembelajaran secara khusus.Layanan pendidikan dan pembelajaran yang diberikan pun tidak lagi didasarkan pada label kecacatan/ketidakmampuan anak,tapi didasarkan pada hambatan pembelajaran yang dialami dan kebutuhan setiap individu anak untuk mencapai pengembangan potensi.

Kategori anak berkebutuhan khusus (ABK) dibagi menjadi dua yaitu; ABK yang bersifat sementara (temporer) dan ABK yang bersifat menetap (permanen).

ABK bersifat sementara (temporer)

Anak berkebutuhan khusus ini di kategorikan sementara karena gangguan ini bisa sembuh sewaktu-waktu.Hal ini terjadi karena pengalaman traumatis/ kesulitan belajar pada anak yang sifat nya hanya sementara. Meskipun gangguan ini bersifat sementara namun tidak dapat disepelekan dan dilalaikan, karena jika tidak segera dintervensi dengan tepat maka gangguan ini bisa menjadi permanen.

Baca Juga :  Maraknya Pernikahan Dini sebabkan Angka Perceraian Meningkat Pesat

ABK temporer ini biasanya disebabkan voleh faktor faktor eksternal dari luar diri anak. Adapun ciri ciri ABK temporer yaitu sebagai berikut:
a. Anak mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri karena sering mendapat kekerasan
b. Anak mengalami kesulitan konsentrasi karena sering mendapat perlakuan kasar
c. Mengalami kesulitan komulatif dalam membaca dan menghitung
d. Anak mengalami trauma atas apa yang pernah anak alami

Contoh dari anak berkebutuhan khusus temporer ini adalah: Anak mengalami gangguan emosi tidak dapat belajar karena trauma akibat diperkosa,anak mengalami ganguan mental percaya diri dan emosi karena sering mendapatkan kekerasan.

ABK bersifat menetap (permanen)

Kategori Anak berkebutuhan khusus yang ke 2 ini dikatan permanen karena gangguan yang di alami anak ini tidak dapat disembuhkan.Hal ini terjadi karena gangguan tersebut bersifat menetap dan tidak dapat disembuhkan.ABK bersifat permanen ini biasanya disebabkan oleh hambatan pembelajaran dan hambatan perkembangan dari faktor internal dan akibat langsung dari kecacatan.ABK permanen sama artinya dengan anak penyandang cacat karena tidak berfungsinya salah satu anggota fisik ank.

Baca Juga :  Kenali Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini

Contoh dari anak berkebutuhan khusus temporer ini adalah:anak yang kehilangan fungsi pengelihatan,pendengaran,gangguan kecerdasan dan kognisi,gangguan gerak, gangguan interaksi komunikasi, gangguan sosial, emosi dan perilaku.

Setelah mengetahui kategori dari anak berkebutuhan khusus ,kita akan mengklasifikasi jenis jenis ABK.Anak berkebutuhan khusus diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu;
1) Kelainan fisik
Kelainan ini terjadi pada satu atau lebih organ tubuh anak,sehingga fungsi fisik dan tubuh anak tidak dapat melaksanakan tugas dengan normal.Contoh dari kelainan fisik yaitu kelaiann indra pengelihatan (tuna netra) kelainan indra pendengaran (tuna rungu),kelaianan organ berbicara (tuna wicara), kelainan otot/tulang (poliomyelitis),kelaianan sister saraf otak yang mengakibatkan gangguan fungsi motorik (cerebral palsy).

2) Kelainan Mental
Kelaianan mental atau biasa disebut dengan tuna grahita adalah anak yng memiliki IQ sangat rendah dibawah normal sehingga memerlukan bantuan/layanan khusus dalam melaksanakan tugas pengembangan anak.Anak berkelainan tuna grahita ini tidak dapat disembuhkan/diobati.Ada 3 klasifikasi tuna grahita yaitu:
⦁ Anak tuna grahita yang memiliki kemampuan umum untuk dididik yaitu dengan rentang IQ 50-75
⦁ Anak tuna Grahita yang memiliki kemampuan untuk dilatih yaitu dengan rentang IQ 25-50
⦁ Anak tuna grahita yang hanya memiliki kemampuan untuk dirawat dengan rentang IQ kurang dari 25

Baca Juga :  Self-Harm: Jalan Keluar untuk Melepaskan Rasa Sakit Emosional

3) Kelainan Perilaku Sosial.
Kelainan perilaku sosial ini disebut juga dengan tuna laras dalam hal ini anak mengalami kesulitan untuk melakukan penyesuaian terhadap lingkungan,tata tertib dan norma sosial,selain itu anak mengalami kesulitan dalam mengelola emosi dan berperilaku.Hal ini ditandai dengan perlilaku sering bentrok dengan lingkungan dan sering melakuakan pelanggaran terhadap hukum, norma maupun kesopanan. Perilaku seperti ini tentu sangat merugikan diri sendiri dan orang lain.[]

Pengirim :
Silvya Choirunnisa, mahasiswi INISNU Temanggung

banner 300250