Netfid Indonesia Aceh Tamiang Dukung Langkah Prabowo Berantas Oligarki

Aceh, Berita108 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Ketua Netfid Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Helmi, S.Pd, menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai kebijakan strategis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dinilai berorientasi pada penguatan demokrasi, pemberantasan praktik oligarki, peningkatan transparansi tata kelola pemerintahan, hingga percepatan kemandirian energi nasional.

Dalam keterangan resminya, Muhammad Helmi menegaskan bahwa sebagai organisasi sipil yang berkomitmen terhadap penguatan demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, Netfid Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang mendukung langkah-langkah pemerintah dalam membersihkan praktik-praktik yang dinilai merugikan kepentingan rakyat.

“Sebagai organisasi sipil yang fokus pada penguatan demokrasi dan tatanan sosial yang berintegritas, Netfid Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap langkah berani Presiden Prabowo Subianto dalam membersihkan bangsa ini dari cengkeraman oligarki,” ujar Muhammad Helmi.

Menurutnya, demokrasi seharusnya menjadi sarana untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, bukan dikuasai oleh kepentingan segelintir elite.

Baca Juga :  Awan Raksasa Mirip Ombak Tsunami Muncul di Nagan Raya dan Meulaboh

Ia menilai kebijakan pemerintah dalam menutup ruang praktik pemburu komisi impor maupun mafia anggaran merupakan langkah positif yang akan memperkuat demokrasi ekonomi sekaligus menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih bersih dan berpihak kepada rakyat.

Selain itu, Netfid Indonesia Aceh Tamiang juga memberikan apresiasi terhadap implementasi kebijakan Satu Data Indonesia (SDI) Satu Pintu. Helmi menilai kebijakan tersebut bukan hanya sebatas digitalisasi data pemerintahan, tetapi merupakan instrumen penting untuk meningkatkan transparansi, mempersempit ruang manipulasi data, mencegah kebocoran anggaran, serta memastikan program pemerintah tepat sasaran.

“Sebagai pengawas jalannya demokrasi, kami memandang SDI Satu Pintu merupakan langkah strategis dalam membangun pemerintahan yang transparan dan akuntabel, sehingga manfaat kebijakan publik benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke pelosok Aceh Tamiang,” katanya.

Lebih lanjut, Helmi juga menyoroti kebijakan pemerintah dalam memperkuat kedaulatan energi nasional melalui peluncuran mandatori Biodiesel B50 dan percepatan penggunaan BBM E20 (Etanol 20) yang didukung pembangunan sejumlah pabrik etanol di berbagai daerah.

Baca Juga :  Edarkan Pupuk Palsu, Menteri Pertanian Blacklist 4 Perusahaan dan Nonaktifkan 11 Pegwai

Menurutnya, kebijakan hilirisasi dan transisi energi tersebut akan memberikan manfaat besar bagi daerah, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang yang memiliki potensi perkebunan kelapa sawit.

Ia menjelaskan bahwa optimalisasi penggunaan Crude Palm Oil (CPO) dalam negeri melalui program Biodiesel B50 diyakini mampu meningkatkan permintaan hasil perkebunan sawit sehingga berdampak pada meningkatnya kesejahteraan petani lokal.

Selain itu, kebijakan penghentian ketergantungan terhadap impor solar dinilai mampu menghemat devisa negara dalam jumlah besar yang selanjutnya dapat dialokasikan untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Helmi juga menilai langkah tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat kemandirian nasional.

“Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin mandiri dan tidak lagi bergantung pada kekuatan pasar luar negeri dalam memenuhi kebutuhan energinya sendiri,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton terhadap berbagai program strategis pemerintah, tetapi ikut berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat, mengawal implementasi kebijakan agar bebas dari penyimpangan, serta memastikan pembangunan di daerah berjalan sejalan dengan semangat swasembada nasional.

Baca Juga :  Sijago Merah Mengamuk, 10 Bangunan Ludes di Simpang Tugu Opak

“Kita harus menjaga integritas, memperkuat persatuan, serta mengawal transformasi besar menuju Indonesia yang mandiri, adil, dan berdaulat,” katanya.

Menutup pernyataannya, Ketua Netfid Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai kepentingan yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung kebijakan Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Jangan sampai masyarakat diadu domba oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu. Mari bersama-sama mendukung kebijakan Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia yang menang, jaya, dan Emas 2045,” tutup Muhammad Helmi.[]

Editor : Yeddi Alaydrus

banner 300250