Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Kepedulian terhadap warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang terus mengalir dari berbagai pihak. Kali ini, delapan unit hunian tetap (huntap) berhasil dibangun di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, berkat gotong royong anggota Polisi Kehutanan dari seluruh Indonesia.
Pembangunan huntap tersebut merupakan inisiatif Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan) bersama Ikatan Polisi Kehutanan Indonesia (IPKI) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Seluruh rumah telah selesai dibangun dan kini telah dihuni oleh keluarga penerima manfaat.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan bahwa pengabdian polisi kehutanan tidak hanya diwujudkan melalui upaya menjaga kawasan hutan, tetapi juga dengan hadir membantu masyarakat ketika menghadapi musibah.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Budhi Bhakti Wirawana, sebagai kode etik Polisi Kehutanan, mengajarkan pentingnya pengabdian, kepedulian, dan semangat gotong royong. Karena itu, menjaga hutan juga berarti menjaga kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada kelestarian lingkungan, demikian dilansir Antara, minggu (26/7/2026).
Ketua Umum Ikatan Polisi Kehutanan Indonesia (IPKI), Sustyo Iriyono, menjelaskan bahwa pembangunan delapan unit huntap tersebut merupakan hasil kontribusi dan kebersamaan anggota Polisi Kehutanan dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia menyebutkan, setiap bantuan yang diberikan menjadi wujud solidaritas keluarga besar Polisi Kehutanan untuk meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak bencana. Semangat kebersamaan itu, kata dia, menjadi implementasi nyata dari nilai-nilai Budhi Bhakti Wirawana.
Tidak berhenti pada pembangunan hunian tetap, IPKI juga berencana melanjutkan kegiatan sosial di Aceh Tamiang melalui renovasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Desa Sulum, Kecamatan Sekerak. Program tersebut dijadwalkan dilaksanakan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rangkaian kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kehutanan dalam memperkuat kepedulian kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan. Selain menjalankan tugas menjaga kelestarian hutan, insan kehutanan juga diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya saat menghadapi bencana dan proses pemulihan.
Pembangunan delapan unit hunian tetap ini diharapkan dapat membantu para korban memulai kehidupan baru dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membantu masyarakat bangkit dari bencana.[]
Editor : Yeddi Alaydrus










