TINGKAH laku anak usia dini sering kali membuat kita tidak bisa menahan tawa, tapi juga sering membuat tidak bisa menahan amarah. Anak usia dini bertingkah dengan apa adanya, mereka begitu sangat polos dalam bertingkah. Eitsss …….. jika ada yang tersinggung karena tingkah laku atau ucapannya itu tandanya kedewasaan orang tersebut belum ada. Atau malah yang dewasa menjadi kekanak-kanakan. Alamak ….. !!!
Anak-anak biasanya ingin tahu segala macam apa yang ada dihadapannya. Mereka akan banyak bertanya, hal itu sangatlah normal. Menjadi hal wajar jika anak usil. Menjadi hal wajar jika anak banyak bicara. Tapi ada juga yang pendiam, tidak banyak bicara. It’s OK … baik-baik saja. Mereka terbentuk dari lingkungan dimana mereka tinggal. Semua mempunyai kelemahan dan kelebihan masing-masing.
Anak usia dini terutama pada anak usia 4-6 tahun, anak yang duduk di tingkat RA/TK pada masa usia ini mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Pada masa ini anak berada pada masa golden age yaitu masa keemasan, dimana anak terbentuk dari apa yang diterimanya. Anak menjadi baik apabila berada pada lingkungan yang baik, begitu pula sebaliknya.
Anak-anak kebanyakan rasa ingin tahunya itu sangat tinggi. Mereka akan banyak menanyakan setiap hal. Karena bagi anak usia dini semuanya hal nampak baru. Penggalian bakat dan daya kreativitas anak bisa di gali dengan pemberian stimulasi yang tepat. Saat ini sains menjadi hal yang sangat penting untuk dikenalkan pada anak usia dini. Sains adalah pengetahuan, sains pada anak usia dini memancing rasa keingintahuan,minat dan mampu memecahkan masalah. Sains pada anak usia dini sangatlah penting untuk dikenalkan sejak dini karena dengan pemberian sains mampu menggali kreativitas anak. Sains melatih anak bereksperimen dengan melaksanakan beberapa percobaan, memperkaya wawasan anak untuk selalu ingin mencoba dan mencoba.
Sangat menyenangkan belajar sains, dengan belajar sains, suasana belajar tidak akan membosankan, akan lebih menyenangkan, membuat anak-anak merasa senang. Praktek sains bisa bermacam-macam, gunakan bahan-bahan yang sekiranya mudah didapat. Jangan gunakan bahan-bahan yang sulit. Semua diukur dengan lingkungan sekitar agar mudah untuk dipraktekkan, karena bahannya mudah untuk didapat.
Seperti sains lava panas gunung berapi. Anak-anak sangat senang sekali ketika diberitahukan ingin membuat gunung berapi. Mereka sangat penasaran dan tidak sabar untuk melihatnya. Untuk membuat gunung berapi tidak lah sesulit yang kita kira. Bahan-bahan yang dibutuhkan sangat mudah untuk didapatkan, yaitu : baki, pasir, botol kosong, air, pewarna warna merah, dan soda. Cara untuk membuatnya sangatlah mudah, pertama-tama buatlah gunung, kemudian kita buat lavanya dengan botol kosong diisi air dan diberi pewarna kemudian dikasih soda. Reaksinya akan terjadi semacam lava yang keluar dari gunung layak gunung meletus.
Dalam pembelajaran sains seorang guru harus benar-benar kreatif. Karena belajar sains belajar yang penuh kreativitas. Anak akan banyak mendapatkan pengetahuan dari belajar sains. Pengetahuan-pengetahuan ini akan menambah kepintaran bagi anak.
Anak usia dini pada zaman dahulu sangat berbeda sekali dengan zaman sekarang. Zaman dulu sekolah tingkat RA masih minim akan pembelajaran yang bersifat sains. Pembelajaran pada zaman dahulu yang namanya pembelajaran sains itu hampir belum dikenalkan. Sekarang era globalisasi, era yang dimana segala sesuatu jauh lebih maju. Anak-anak zaman sekarang bahkan jauh lebih pintar dari para orang tua pada umumnya. Anak usia dini sudah sangat pintar dalam menggunakan gadget, sedangkan para orang tua kadang belum bisa menguasainya. Karena di era globalisasi segalanya menjadi lebih maju. Sangat begitu antusiasnya anak-anak ketika pembelajaran sains. Untuk memperbanyak pembelajaran sains para guru bisa mencari ide- ide sains dengan mencari di youtube.
Dengan mencari sebanyak mungkin dan menularkan ke anak didiknya, hal ini akan sangat lebih menarik perhatian, wali murid maupun calon wali murid. Walaupun sebenarnya anak-anak seringkali melihatnya di hand phone tapi tetap akan lebih menarik jika anak-anak melihat langsung praktek sains dan bisa mempraktekkan sendiri. Sangat akan jauh berbeda sekali dengan yang hanya menonton saja dengan yang praktek langsung. Dengan praktek langsung anak-anak benar-benar mengalami, ikut serta dalam prosesnya. Pembelajaran yang monoton, hanya itu itu saja dalam proses pembelajaran anak usia membuat anak sangat jenuh. Guru dituntut sangat kreatif untuk menciptakan pembelajaran yang membuat anak-anak senang merasa disekolahan.
Sesuai dengan pembelajaran saat ini yang mana pembelajaran lebih banyak prakteknya. Hal ini dapat digunakan untuk menjual tinggi sekolah dalam penerimaan murid baru. Para calon orang tua akan lebih tertarik untuk menyekolahkan anak-anaknya. Ada beberapa jenis keterampilan sains dapat diberikan kepada anak usia dini. Pertama, mengamati. Caranya, anak diajak mengamati fenomena alam yang terjadi di sekeliling kita. Kedua, mengelompokkan. Dalam hal ini, anak menggolongkan benda sesuai kategori masing-masing. Ketiga, memprediksi. Misalnya berapa lama lilin akan meleleh, berapa lama es akan mencair. Keempat, menghitung. Kita mendorong anak untuk menghitung benda-benda yang ada disekeliling, kemudian mengenalkan bentuk-bentuk benda.
Dunia anak dunia bermain, maka pembelajaran dapat dilakukan melalui kegiatan bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain. melalui bermain anak diajak menemukan, dan memanfaatkan objek-objek yang dekat dengannya, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Jadi, pembelajaran pengenalan sains dapat diberikan kepada anak-anak dengan melalui metode bermain.[]***
Pengirim :
Asmaul Khusnah
Mahasiswi Prodi PIAUD INISNU Temanggung
Email : asmaul2911@gmail.com








