Hewan Langka yang Terancam Punah di Objek Wisata Pusong Cium

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Hewan langka yang terancam punah di objek wisata pusong cium. Keindahan pantai dan keaneka ragaman laut di Indonesia sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi orang Indonesia maupun wisatawan asing. Indonesia juga disebut sebagai negara maritim. Kenapa? Karena luas total wilayah Indonesia adalah 7,81 juta km2 yang terdiri dari 2,01 juta km2 daratan, 3,25 juta km2 lautan, dan 2,55 juta km2 Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) dan merupakan suatu negara dengan luas perairan lebih besar dari pada luas daratan. Karena itulah negara Indonesia disebut sebagai negara maritim.

Hal ini menyebabkan Indonesia memiliki keragaman kemewahan pada sektor kelautan. Keindahan laut di Indonesia juga tidak kalah indahnya dengan yang ada di luar negeri loh.

Baca Juga :  Sistem Hukum di Pengadilan Berbasis Agama: Tantangan dan Peluang

Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah yang mempunya garis pantai yang panjang dan luas serta terdapat hewan super duper langka yang mungkin tidak ditemukan dibelahan bumi lain didunia, ya benar, hewan langka tersebut adalah sejenis kura-kura atau penyu laut yang disebut tuntun laut.

Kadispora ATAM Muhammad Farij mengungkapkan, tuntong laut (Batagur Borneoensi) merupakan spesies kura-kura dengan warna yang indah. Sayangnya, 15 tahun terakhir, spesies ini hampir punah. Bahkan, untuk perairan Riau, Sumatera Utara, dan sekitarnya tidak ditemukan lagi.

Masih Kadispora, populasinya yang minim menempatkan tuntong laut berstatus critically endangered dan berada di urutan ke-25 dari 327 spesies yang termasuk kategori hampir punah berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN), serta terdaftar sebagai Appendix II plus zero quota for wild specimen to trade dalam The Convention on International Trade in Endagered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Baca Juga :  MAN Temanggung Antusias Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

“Tuntong laut juga berstatus prioritas sangat tinggi dalam Permenhut Nomor P.57/Menhut II/2008 tentang Arahan Strategis Konservasi Spesies Nasional 2008-2018”, tuturnya (02/01/24).

Namun, secercah harapan muncul melalui aksi nyata para pegiat lingkungan dari Yayasan Satucita Lestari Indonesia. Sejak 2009, mereka terjun dalam upaya konsevasi dan pelestarian tuntong laut. Dengan dukungan sejumlah instansi terkait setempat dan partisipasi PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field melalui program corporate social responsibility (CSR) bidang lingkungan pada 2013, para pegiat lingkungan Yayasan Satucita Lestari Indonesia telah berhasil melepasliarkan 1.204 tukik tuntong laut dan mengembalikan 73 betina dewasa ke habitat.

“Dari cerita diatas hanya sedikit ata beberapa cerita tentang pelestarian dari hewan yang langka ini”

Baca Juga :  BPBD Aceh Tamiang Rilis Layanan Siaga Kebencanaan 24 Jam

Nah sobat, bagaimana, apakah kamu tertarik untuk menjelajahi tempat ini, twmpat ini berada di Desa Pusong Kapal yang terletak di Kecamatan Seruway, tempat ini merupakan sebuah desa wisata pelestarian dan konservasi spesies tuntong yang saat ini mengalami penurunan populasi dan hampir punah diakibatkan kerusakan ekosistem mangrove yang menjadi habitatnya.[]

 

banner 300250