Pengaruh lingkungan dari teman, ikut-ikutan, penasaran, dijual bebas, merasa dirinya hebat. Dampaknya dari segi kesehatan, dan masa depan, pendidikan dari orang tua, sosialisasi dan mengedukasi bahanya miras di masyarakat. Mengkonsumsi minuman keras bagi anak di bawah umur merupakan fenomena yang sangat meresahkan. Hal ini terjadi disebabkan karena pengaruh lingkungan yang tidak sehat, ikutan-ikutan teman, dijual secara bebas dipasaran, ada penasaran untuk mencoba hingga kebablasan dan merasa dirinya hebat jika mengkonsumsi minuman keras.
Jika hal dibiarkan, maka akan terjadi dampak yang buruk bagi kesehatan dan masa depan bagi anak. Perlu adanya penanaman nilai-nilai moral, agama, norma di dalam keluarga, kolaborasi antara aktivis, organisasi masyarakat, warga sekolah, untuk sama-sama mengedukasi masa depan anak yang lebih baik.
Banyak anak di bawah umur yang sudah mengenal dan mengonsumsi minuman keras, seperti miras. Hal ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga oleh kalangan remaja. Minum minuman keras pada usia yang belum tepat dapat memiliki dampak negatif yang serius pada kesehatan dan masa depan anak-anak tersebut . Minuman keras adalah minuman yang memabukan dan dapat membahayakan kaum remaja.
Perlu adanya bimbingan / pendidikan dari orang tua, mengajak beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, lebih fokus belajar minimal satu jam dan membatasi waktu main anak sebelum jam sembilan malam, mengikuti pengajian rutin di masjid, membangun siswa/i untuk mengikuti kegiataan ekskul keagamaan seperti rohis.
Oleh karena itu, minuman keras harus dijauhi oleh remaja-remaja karena dapat merusak masa depan mereka. Banyak kenakalan remaja saat ini sudah melebihi batas yang sewajarnya, dan minuman keras menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada fenomena ini . Minum minuman keras pada usia yang belum tepat dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan anak-anak dan remaja.
Beberapa risiko yang dapat timbul akibat konsumsi minuman keras pada usia yang belum tepat antara lain: Gangguan kesehatan: Minuman keras dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti kerusakan hati, kerusakan otak, gangguan pencernaan, dan gangguan sistem saraf. Gangguan perilaku: Konsumsi minuman keras pada usia yang belum tepat dapat menyebabkan gangguan perilaku seperti kecanduan, agresi, dan penyalahgunaan zat lainnya.
Gangguan perkembangan: Minuman keras dapat mengganggu perkembangan fisik dan mental anak-anak dan remaja, serta mempengaruhi kemampuan belajar dan prestasi akademik mereka . Risiko kecelakaan: Konsumsi minuman keras pada usia yang belum tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan, terutama dalam hal mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
Penting untuk menyadari bahaya dan risiko yang terkait dengan konsumsi minuman keras pada usia yang belum tepat. Orang tua, pendidik, dan masyarakat secara keseluruhan perlu bekerja sama untuk mencegah dan mengatasi fenomena minuman keras anak di bawah umur ini.
Konsumsi di bawah umur dan alkohol ilegal adalah ancaman serius bagi para pemuda. Warung-warung kecil yang menjual alkohol ilegal dengan harga murah menjadi pemasok utama oplosan bagi para pemuda. Lebih dari setengah responden menyatakan tidak ada penyebaran informasi mengenai bahaya konsumsi alkohol di bawah umur dan bahaya alkohol ilegal oleh pihak sekolah ataupun universitas.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan masyarakat untuk memberikan pemahaman yang baik tentang bahaya miras kepada anak-anak di bawah umur dan mengawasi mereka agar tidak mengonsumsi minuman keras. Orang tua dapat mendeteksi bahwa anak telah mengonsumsi miras dengan cara: Perhatikan perubahan perilaku, Perhatikan perubahan fisik, Perhatikan pergaulan bebas, Perhatikan bau napas, dan Perhatikan perubahan kebiasaan.[]
Pengirim :
Chevil Agus Setiawan, Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang, email : chevilagus81@gmail.com








