Gen Z dan AI

Mengapa saat ini Gen Z sangat di pandang jelek bagi generasi generasi milenial dan sebagainya? tetapi ada fakta yang mengatakan bahwa, Gen Z lebih canggih dalam memahami teknologi di bandingkan generasi lainnya.

Gen Z dianggap memiliki reputasi buruk di kantor karena beberapa alasan. Sebagian besar manajer dan pimpinan perusahaan menganggap Gen Z kurang memiliki keterampilan dan motivasi, serta mudah bosan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengalaman kerja dan kebiasaan bekerja secara remote selama pandemi.

Salah satunya Kemampuan Interaksi Tatap Muka.  Gen Z terampil dalam menggunakan alat komunikasi digital, tetapi kurang memiliki kemampuan interaksi tatap muka. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan berkomunikasi dan bekerja dengan cepat.

Dalam beberapa survei, manajer dan pimpinan perusahaan menganggap Gen Z sebagai kelompok yang paling sulit diajak kerja sama, disebut pemalas, terlalu mudah tersinggung, dan kurang produktif. Namun, beberapa manajer juga mengatakan bahwa Gen Z memiliki kelebihan, seperti kemampuan teknologi yang lebih baik daripada generasi lainnya.

Baca Juga :  Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Perspektif Bisnis Syariah

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2023 sebanyak 94,16% anak muda Indonesia usia 16-30 tahun pernah mengakses internet dalam tiga bulan terakhir. Dari kelompok tersebut, mayoritasnya menggunakan internet untuk mengakses media sosial (84,37%), berita (84,28%), dan hiburan (83,78%).

Jadi, Kemampuan Beradaptasi Karir menunjukkan bahwa dampak yang baik pada pekerja. Gen Z memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi, yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan di dunia kerja. Gen Z dihadapkan dengan tantangan seperti kebutuhan bimbingan dari senior, kebutuhan pada gaji dan tunjangan, serta kebutuhan pada work-life balance. Penggunaan Teknologi terbiasa berkomunikasi dengan menggunakan smartphone, melihat informasi tentang berbagai hal dari dunia luar melalui internet, bermain game, dan berbelanja online. Gen Z cenderung memilih pekerjaan yang berhubungan dengan teknologi, media, dan kreatif, serta memiliki keinginan kuat untuk menjadi influencer dan entrepreneur.

Baca Juga :  Ini Empat Tim Unggulan di Semifinal Piala Datok Seuneubok Cantek Cup I

Dengan demikian, generasi Z memiliki karakteristik karir yang unik, seperti kemampuan beradaptasi, ketergantungan pada teknologi, dan prioritas pada gaji dan work-life balance. Mereka juga memiliki harapan dan tantangan yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan kualitas karir dan masa depan mereka.

Solusi untuk menarik dan mempertahankan semangat bekerja dari generasi Z (Gen Z) meliputi beberapa strategi berikut:

1. Pahami Karakter Gen Z
Mereka adalah generasi yang lebih melek teknologi dan memiliki kemampuan multitasking.
Mereka memiliki sifat yang lebih independen dan ingin menemukan solusi sendiri.
Mereka sangat menghargai feedback dan evaluasi terhadap pekerjaan mereka.

2. Buat Deskripsi Pekerjaan yang Jelas
Deskripsi pekerjaan yang terperinci membantu calon karyawan memahami peran mereka dengan lebih baik. Hal ini juga membantu Gen Z membuat keputusan yang lebih baik tentang apakah pekerjaan tersebut sesuai dengan minat dan keterampilan mereka.

Baca Juga :  Puluhan Siswa Kwarcab Pramuka Atam Ziarah ke Makam Pahlawan

3. Berikan Fasilitas yang Disukai
Gen Z menyukai kenyamanan dan kebebasan dalam bekerja. Fasilitas yang disukai termasuk area bermain, ruang tidur untuk istirahat singkat, dan penyediaan makanan ringan dan minuman di tempat kerja. Prioritaskan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan untuk meningkatkan produktivitas.

4. Mendukung Kemandirian:
Gen Z memiliki semangat berwirausaha yang lebih tinggi, sehingga beri ruang untuk sifat mandirinya. Beri kesempatan untuk bekerja secara independen dan berkreasi sendiri.[]

Pengirim :
Rilda Febriani, Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang, email : febriyanirilda@gmail.com

banner 300250