Kota Banda Aceh Makin Panas, Aktivis Lingkungan Gelar Aksi Damai

Banda Aceh, TERASMEDIA.NET – Suhu bumi semakin lama semakin memanas, termasuk juga di Banda Aceh. Jika 30 tahun lalu suhu bumi berkisar 26,8 °C, saat ini telah berada pada kisaran 32 °C hingga 34 °C.

Kondisi tersebut terungkap dalam aksi aksi damai yang digelar Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh bersama 13 organisasi lainnya Selasa (7/6/2022).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2022.

Aksi dilaksanakan dalam bentuk longmarch, orasi, teaterikal, diskusi dan pemutaran film terkait kerusakan lingkungan di Indonesia.

Kegiatan itu dipusatkan di depan Masjid Raya Baiturrahman, Kantor Walhi, dan Simpang Lima Banda Aceh.

Baca Juga :  Pramuka Aceh Tamiang Resmikan Sekretariat dan Unit Usaha

Direktur Walhi Aceh, Ahmad Shalihin menyampaikan, kegiatan tahunan ini penting untuk diperingati mengingat suhu udara terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Jika 30 tahun lalu suhu udara 26,8 °C, tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 0,3 °C.

“Bahkan pada tahun 2022 suhu udara di Banda Aceh mencapai 34°C,” sebutnya.

Menurut Ahmad Shalihin, kenaikan suhu tersebut menjadi indikator bahwa kondisi lingkungan hidup dalam keadaan tidak baik-baik saja.

Seperti pengelolaan limbah domestik dan limbah industri, kerusakan hutan dan lahan, polusi udara, pengelolaan sampah, penggunaan energi yang berlebihan dan berbagai bentuk perilaku kerusakan Lingkungan lainnya.

“Semua kondisi tersebut berkontribusi terhadap perubahan iklim di Aceh,” imbuhnya.

Baca Juga :  Walaupun Persiraja Didominasi Pemain Amatir, PSMS Medan Tetap Anggap Ancaman

Ahmad Shalihin menjelaskan, meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer telah menyebabkan efek gas rumah kaca.

Akibatnya, jika terjadi penaikan suhu akan berdampak pada terbentuknya cuaca ekstrem yang menyebabkan gagal panen, banjir, kekeringan, krisis air bersih, wabah penyakit, rusaknya ekosistem yang akan berefek pada punahnya flora dan fauna yang memiliki efek langsung dengan manusia.

Dalam memperingati hari lingkungan hidup tahun ini, Walhi Aceh membuat teaterikal sebagai visualisasi kondisi lingkungan hidup saat ini, seperti mandi lumpur, baju sampah dan kipas.

Mandi lumpur melambangkan pencemaran, limbah, dan banjir. Sedangkan baju sampah dan kipas melambangkan suhu bumi yang semakin panas.[] Serambinews

banner 300250