Nazaruddin Dek Gam, Periode Kedua Presiden Persiraja di Senayan

Aceh, Berita, Politik0 Dilihat

Banda Aceh, TERASMEDIA.NET – Mengenakan jas lengkap dasi dipadu dengan peci hitam, Nazaruddin Dek Gam, putra asli Aceh Besar itu datang ke gedung yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat.

Dek Gam begitulah panggilan akrabnya di Aceh datang ke gedung itu untuk dilantik menjadi Anggota DPR RI periode kedua, Selasa (1/10/2024).

Selain politisi, Dek Gam juga merupakan Presiden Klub Sepakbola Persiraja Banda Aceh yang sedang mengarungi Liga 2 Indonesia.

Dek Gam merupakan satu-satunya kader PAN dari Aceh yang berhasil duduk kembali sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029 dengan perolehan 140.614 suara, jauh meningkat dibandingkan suara pada periode 2019-2024.

Ia maju dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh satu meliputi Banda Aceh, Sabang, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Simeulue, Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam, Singkil, Aceh Tenggara dan Gayo Lues.

Selama lima tahun di DPR RI pada periode 2019-2024, Dek Gam dipercayakan oleh partainya untuk duduk di Komisi III yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.

Baca Juga :  Warga Langsa Temukan Tengkorak Bersama Beat BL 3307 DAB di Kebun Karet

Selama duduk di komisi itu, Dek Gam orang terdepan yang akan mengadvokasi masyarakat Aceh terkait permasalahan hukum, baik yang ada di Aceh maupun yang berada di perantauan. Baginya amanah yang sudah diberikan oleh masyarakat harus benar-benar dijalankan dengan baik serta benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Suami dari dr.Rina Mayasari Aminullah ini merupakan sosok ramah serta murah senyum, bahkan sikap sosial dan ringan tangan terhadap yang membutuhkan, membuat masyarakat kembali berani memberikan kepercayaan kepadanya.

Dek Gam memang orang yang suka bergaul, dia bisa menyesuaikan diri baik ketika duduk dengan orang yang lebih tua maupun ketika duduk dengan anak-anak muda. Kalau bicara sikap, Dek Gam sosok yang sangat tegas. Kalau tidak tegas, mustahil Persiraja berhasil dibawanya lolos ke Liga 1 tahun 2020.

“Tegas itu penting, hidup harus punya prinsip dan hidup ini harus bisa bermanfaat untuk orang banyak,” kata Dek Gam beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Gubernur Aceh : Generasi Muda saat ini Dihadapkan pada Empat Tantangan

Selama masa kampanye, Dek Gam tidak pernah menyampaikan janji yang muluk-muluk, ia hanya memastikan bahwa akan selalu ada bersama masyarakat kapan saja dibutuhkan.

“Karena DPR RI beda dengan bupati dan gubernur, makanya saya selalu mengatakan ketika ketemu masyarakat, kalau memang ada masalah khususnya masalah publik, saya selalu ada, nomor handphone saya tidak pernah saya ganti-ganti,” ungkap Dek Gam.

Dek Gam dalam setiap kesempatan selalu menyampaikan alasan maju DPR RI bukan untuk mencari finansial, karena baginya masalah finansial tidak harus dengan menjadi wakil rakyat.

“Semoga amanah yang sudah diberikan pada periode kedua ini bisa saya jalankan dengan baik,” ujarnya.

Masa Emas Persiraja di Tangan Dingin Dek Gam

Selama Persiraja di tangan Dek Gam, terbukti pada 2019, klub Lantak Laju berhasil tembus ke Liga 1. Namun karena kondisi Covid-19 pada 2020 yang menyerang Indonesia, Persiraja harus kembali turun ke Liga 2.

Namun Dek Gam tetap bertekad membawa klub kebanggaan masyarakat Aceh harus tembus kembali ke Liga 1. Terbukti pada tahun 2023, Persiraja berhasil tembus ke perempat final, namun pada perebutan juara 3, Persiraja harus rela menyerahkan tiket Liga 1 ke Malut United.

Baca Juga :  Kualitas Riset Universitas Syiah Kuala Terbaik 5 Nasional

Dek Gam ingin menghibur masyarakat Aceh dengan sepakbola. Pasalnya masyarakat Aceh merupakan pecinta si kulit bundar, dimana setiap ada pertandingan sepakbola di Aceh tidak pernah sepi dari penonton.

“Dan itu juga komitmen saya bagaimana memberikan hiburan untuk masyarakat Aceh, karena dengan sepakbola masyarakat Aceh pasti akan bersatu memberikan dukungan untuk Persiraja, baik waktu kalah maupun saat menang,” ujar Dek Gam.

Dengan sepakbola, Dek Gam mengaku bisa membawa anak-anak Aceh tampil ke tingkat nasional, karena dengan bermain di klub profesional, peluang anak Aceh masuk Timnas terbuka lebar.

“Saya ketika turun daerah selalu mencari bibit-bibit pemain sepakbola, kalau cocok langsung saya kontrak untuk main di Persiraja, dan faktanya 70-80 persen pemain Persiraja adalah anak-anak Aceh,” kata Dek Gam.[] ril/tm

banner 300250