Peran Kaum Beragama dalam Kemerdekaan

Kemerdekaan yang diraih oleh bangsa indonesia pada tahun 1945 tidak lepas dari para kaum dan tokoh beragama. Dari berbagai aspek selain kaum terpelajar yang membantu banyak dalam memperjuangkan kemerdekaan indonesia kaum beragama juga sangat berpengaruh dalam hal ini.

Hal ini juga dapat dibuktikan dengan adanya organisasi-organisasi keagamaan yang ada di indonesia. Bahkan organisasi-organisasi ini lebih dulu berdiri dibanding organisasi-organisasi pelajar. Seperti muhammadiyah.

Organisasi yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan yang didirikan pada tahun 1918 di yogyakarta pada awalnya didirikan hanya untuk berperan pada hanya pada bidang pendidikan dan kemasyarakatan tapi, semakin waktu berjalan organisasi ini banyak melahirkan tokoh-tokoh besar negeri ini. Seperti ir. Soekarno, jendral Soedirman, Buya Hamka.

Baca Juga :  Putra Tamiang FS dan Tunas Baru FC ke 16 Besar Piala Pemuda Paya Raja Cup

Tentu terlepas dari hal itu bukan berarti peran kaum terpelajar bukan tak penting tapi, kita tetap wajib untuk menghormati dan menghargai dua golongan tersebut. Perjuangan kemerdekaan indonesia juga tak lepas dari apa yang namanya kaum santri.

Apa itu kaum santri sebernanya, apakah hanya golongan yang hanya belajar kitab kuning di kobong-kobong pesantren. Jawabanya sudah pasti bukan, kaum santri adalah orang-orang yang diberi ilmu-ilmu agama untuk membela negeri ini.

Memang pada dasarnya unsur keagamaa adalah unsur yang bisa membuat persatuan. Selain persatuan unsur ini juga sangat penting untuk menyadarkan orang-orang untuk bisa membuat semuany berjalan sesuai haknya. Makanya unsur ini membuat sadar semua orang untuk mengambil haknya masing-masing.

Baca Juga :  Bupati Aceh Timur Hadiri Pelantikan Walikota Langsa

Sampai sekarang memang bangsa indonesia adalah negara yang beragama. Bahkan negara yang meresmikan enam agama yang ada didalamnya. Bahkan sila pertama dalam dasar negara itu tersebut yaitu pancasila adalah ketuhanan yang maha esa. Itu berarti memang indonesia adalah yang secara terang-terangan mengakui negara yang berdaulatan agama.[]

Pengirim :
Nabigh Shorim Faozan, Pelajar Sekolah Muhammadiyah Boarding School Ki Bagus Hadikusumo Jakarta, email : shorimfaozan@gmail.com

banner 300250