Oleh : Iis Narahmalia*
Kemajuan teknolgi yang semakin mencuat diberbagai bidang tidak lain dalam dunia pendidikan sendiri memberikan kemudahan yang begitu besar. Salah satu manifestasi yang mampu dikerahkan dalam dunia pendidikan diantaranya perbaikan mutu mulai dari konsep menajemen, evaluasi juga pelaksanaan program-program yang akan mendukung kemajuan dalam dunia pendidikan itu sendiri.
Manajemen layanan bimbingan konseling menjadi akumulasi positif sebagai salah satu kerja konselor yang didukung oleh sumber daya manusia itu sendiri. Sehingga melalui pelayanan yang baik dan sisitematis itu menjadi tonggak awal dalam mengawasi, menjalankan dan memberikan dampak yang baik dalam peningkatan mutu pendidikan. Perlu kita pahami adanya layanan bimbingan konseling tentunya memiliki peran penting dalam pendidikan khususnya dalam lingkup pendidikan dasar, tidak hanya memberikan dampak secara akademis saja namun diharapkan mampu menguatkan mental anak bangsa baik dalam ranah afektif, kognitif dan psikomotoriknya.
Berbabagi sengkarut permasalahan yang kita temui di dalam dunia pendidikan menjadi tanggung jawab semua pihak karena pada dasarnya kita adalah kaum pelajar yang diharapkan mampu memberikan pengajaran. Sehingga dalam praktiknya kita perlu memperkaya strategi dan mencari peluang dari berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompetitif dalam memecahkan berbagai permasalahan yang ada.
Isu Non-Populer yang Krusial
“Bimbingan konseling di sekolah merupakan satu kesatuan yang (integral) dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah” (Munadir, 1993)”. Secara umum bimbingan konseling sendiri masih dikaitkan sebagai tempat atau hukum bagi orang-orang yang bermasalah padahal layanan bimbingan konseling sendiri memiliki berbagai fungsi dan peranan lainnya.
Bimbingan konseling sendiri bisa dibilang sebagai tempat yang menakutkan, beberapa kasus yang sering di alami siswa melihat ekspresi guru bimbingan konseling atau konselor sendiri memiliki wajah yang menyeramkan. Para murid sering menghindari tempat ini, itu artinya murid akan berusaha bersikap baik dan tidak membuat permasalahan.
Dalam pelaksanaannya bimbingan konseling sendiri masih dibilang sebagai polisi sekolah yang mengurusi dan menghakimi para siswa yang belum bisa mematuhi peraturan yang ada. Di tingkat sekolah sendiri bimbingan konseling masih dilakukan secara rangkap atau sampingan saja dimana dalam praktiknya dilakukan secara parodik oleh guru yang tidak memiliki latar pendidikan dasar. Sehingga dalam pengimplementasian peran dan fungsinya harus diperhatikan penuh oleh pemerintah.
Perlunya Program Parenting di Sekolah Dasar
Bimbingan dan Konseling, seolah-olah masih dianggap lebih sebagai penjara dibandingkan suatu tempat yang nyaman bagi murid untuk berkeluh kesah. Pada akhirnya, murid cenderung memendam permasalahan yang mereka hadapi hingga berakibat jangka panjang pada penurunan kinerja belajar hingga perasaan ingin bunuh diri. Menyikapi hal ini bahwasanya pendidikan tidak hanya menjadi tugas bagi guru saja namun menjadi tanggung jawab semua pihak juga orang tua. Karena proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di sekolah saja namun juga di rumah sehingga terkadang segala sumber permasalahan yang di alami murid berasal dari manapun.
Sebagai langkah yang perlu sekolah terapkan yaitu melalaui program pendidikan parenting yaitu sebuah metode pendidikan yang tepat bagi orang tua dalam memberikan pendidikan karakter bagi anak, di mana pendidikan yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan pola mengasuh anak saja namun orang tua juga harus mendidik, membimbing dan melindungi perkembangan anak secara penuh.
Selain meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mendidik seorang anak, pendidikan parenting ini dijadikan sebagai sarana menumbuhkan kesadaran orang tua dalam mengasuh dengan membesarkan itu berbeda. Jika membesarkan adalah terkait dengan kebutuhan fisik sedangkan pengasuhan terkait dengan kebutuhan psikis. Seorang anak perlu diberikan kasih sayang baik secara verbal maupun non verbal dalam perilaku dan kebiasaan sehari-hari.
Kegiatan parenting dapat dilakukan melalui beberapa kegiatan, di antaranya : mengundang narasumber dari kesehatan atau bisa juga pengawas sekolah untuk memberikan pengetahuan tentang anak, mengadakan kegiatan membuat prakarya bersama ibu, kegiatan out bond dan lain-lain untuk menciptakan kerjasama yang baik antara orang tua dan anak. Jadi pendidikan parenting sebagai program layanan bimbingan konseling ini sangat penting untuk diberikan khususnya di tingkat sekolah dasar.[]
*Penulis adalah mahasiswi Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, email : iisnarahmalia05@gmail.com
