Kutacane, TERASMEDIA.NET — Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala yang juga berasal dari Kutacane, Aceh Tenggara, Gilbert Yeheskiel, mengapreasiasi Langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara yang telah menghadirkan program sekolah rakyat, terutama di tengah masih terbatasnya realisasi program tersebut di Provinsi Aceh.
Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya menunggu kebijakan, tetapi juga bergerak untuk memperjuangkan agar Aceh Tenggara masuk dalam prioritas pembangunan nasional.
“Perlu diapresiasi bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara berhasil memperjuangkan program Sekolah Rakyat ini ke pemerintah pusat. Ini menunjukkan adanya kerja nyata dari pemerintah Aceh Tenggara”, ujar Gilbert.
Ia menambahkan, langkah tersebut menjadi penting karena hingga saat ini pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh masih tergolong sedikit, sehingga kehadirannya di Aceh Tenggara menjadi peluang besar untuk memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu.
“Saya sebagai putra daerah Kutacane melihat ini sebagai langkah maju. Di saat daerah lain di Aceh belum banyak mendapatkan program ini, Aceh Tenggara sudah mulai lebih dulu,” lanjutnya.
Gilbert juga menilai bahwa penyediaan lahan dan kesiapan daerah dalam merespons program nasional menjadi indikator keseriusan pemerintah dalam membangun sektor pendidikan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak cukup diukur dari pembangunan fisik semata.
Pelaksanaan program harus tetap diawasi agar tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat.
“Apresiasi tetap perlu, tapi pengawasan juga penting. Sekolah Rakyat ini harus benar-benar ditujukan untuk masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan keberlanjutan program agar tidak berhenti di tahap awal saja. Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah harus memastikan bahwa program ini berjalan secara konsisten dan memberikan dampak jangka panjang.
Selain itu, ia mengajak masyarakat dan mahasiswa untuk ikut mengawal program tersebut agar tetap sesuai dengan tujuan awalnya.
“Peran publik penting untuk memastikan program ini berjalan dengan baik dan tidak melenceng,” katanya.
Ia berharap, kehadiran Sekolah Rakyat di Aceh Tenggara dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Aceh agar juga mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah pusat.[]
