Sejarah Perjuangan Idol Korsel dalam Meningkatkan Toleransi di Berbagai Usia

Oleh : Nisra Zamzam Chairani*

Saat ini perkembangan zaman sekarang sudah modern. Hal ini teknologi juga lebih berkembang diera sekarang, hal tersebut membuat informasi dapat diakses diberbagai negara dan juga menjadi patokan diberbagai kalangan. Informasi ini juga dapat saling berkomunikasi antar negara. Dengan adanya teknologi, diera sekarang music semakin modern dan menyebar luas ke berbagai negara, contohnya Korea Pop.

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta yang berarti buddhayah, bentuk jamak dari buddhi (budi/akal) yang merupakan suatu hal yang berkaitan denagn budi dana kal manusia. Menurut koentjaraningrat (1989) mengtakan kebudayaan merupakan wujud ideal yang bersifat abstrak dan tidak dapat diraba yang ada dalam pikiran manusia yang dapat berupa gagasan, ide, norma, keyakinan dan lain sebagainya.

K-pop berasal dari kata Korea Pop yang berarti musik populer dan berasal dari Korea Selatan dengan berbagai jenis gaya musik. Istilah K-pop sering digunakan untuk menyebut musik, lagu yang dinyanyikan dan musik koreografi yang dibawakan oleh para idola Korea, baik girl group, boy group maupun solo. Biasanya, idola K-pop ini lebih dari sekadar keterampilan musik dan tari, tetapi cenderung tampil menarik secara visual dan menarik. Dengan perkembangan zaman sekarang, banyak sekali penggemar K-pop di Indonesia Tumbuh, Semakin Banyak Penggemar K-pop akan banyak komunitas diberbagai kalangan usia.

Sejarah K-pop hingga mendunia sangat menarik untuk dikulik. Korea Pop atau K-Pop adalah musik mainstream yang berasal dari Korea Selatan. K-pop dianggap sebagai bentuk musik yang cukup baru. Jenis musik K-Pop yang saat ini beredar sudah ada sejak tahun 1990-an. Sejarah perkembangan K-pop telah banyak dipengaruhi oleh berbagai jenis musik Barat dan grup pop. Bisa dibilang, budaya pop Amerika memiliki pengaruh yang besar terhadap jenis musik Kpop. Musik K-pop biasanya dibawakan oleh grup K-pop yang terdiri dari empat hingga 21 anggota, yang dikenal dengan istilah idol atau K-pop idol. Untuk menjadi personil grup K-pop, calon K-pop idol harus menjalani pelatihan intensif dalam waktu bulanan hingga tahunan.

Selama pelatihan, calon K-pop idol harus belajar koreografi tari dan keterampilan lainnya sampai mereka siap tampil live untuk pertama kalinya atau melakukan debut. Asal usul K-pop modern dimulai pada tahun 1987, tepatnya saat tahun perubahan politik yang merajalela dan menyebabkan demokratisasi Korea Selatan. Menanggapi meningkatnya pengaruh budaya Barat selama akhir 80-an dan awal 90-an, banyak musisi mulai menggabungkan unsur-unsur rap, rock, dan jazz dengan suara kontemporer musik Korea.

Toleransi adalah sikap manusia yang menghargai perbedaan, baik antar individu maupun antar kelompok. Untuk mewujudkan perdamaian dalam kebhinekaan, diperlukan sikap toleransi. Secara etimologis, toleransi berasal dari kata latin tolerare, yang berarti kesabaran dan pengendalian diri. Sedangkan secara terminologi, toleransi adalah sikap saling menghormati dan menghargai, menyatakan pendapat, pandangan, dan keyakinan di antara orang-orang yang menentangnya.

Masa remaja merupakan masa dimana seseorang masih rentan terhadap pengaruh lingkungan dan tetap tidak stabil. Pada usia ini mereka akan pencarian identitas. Pengertian pemuda (adolescence) menurut organisasi kesehatan yaitu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2007 memberikan rentang usia 10 hingga 19 tahun. Untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengacu pada pemuda (youth) untuk usia 15 hingga 24 tahun.

Para remaja yang berumur 10 hingga 19 tahun belum bisa memberikan pendirian terhadap diri, tetapi sudah mengikuti jejak orang lain. Seperti menyukai genre musik K-Pop ini, yang berumur ini juga belum bisa percaya diri dalam hal tersebut. Remaja sekarang lebih menyukai yang sedang popular seperti genre musik K-Pop, karena genre musik ini juga dapat memotivasikan dari arti lagu-lagu nya. Ada 2 dampak dari K-pop ini yaitu negative dan positif. Dampak negative adalah terlalu berlebihan dengan idolanya, ada juga remaja yang tidak bisa meluangkan waktu, dan tidak bisa menata keuangan pribadinya. Dampak positif dari K-pop adalah bersosialisasi dengan orang dalam negeri atau luar negeri, mengadakan event dan donasi untuk masyarakat yang membutuhkan dan kita mengetahui bakat dan minat yang kita miliki seperti menyanyi atau rapper, menari dan fashion.

Toleransi diberbagai kalangan usia ada banyak yaitu menghargai pendapat dari orang lain dan juga sesama penggemar K-pop. Kita juga bisa mempelajari budayanya dan kita juga bisa mempelajari budaya kita ke negara Korea Selatan, dengan adanya komunikasi Indonesia dengan Korea Selatan. Kita juga bertukar pikiran dan informasi dari negara Korea Selatan, seperti investasi, pendidikan Korea Selatan, dan gaya hidup Korea Selatan.

Perkembangan zaman diera sekarang teknologi semakin pesat, informasi yang didapatkan oleh remaja sangat mudah. Hal ini, para remaja akan mendapatkan berbagai genre musik yang sedang popular saat ini. Contohnya adalah genre musik K-pop. Remaja saat ini menyukai yang sedang popular seperti fashion Korea, koreografi musik, musiknya sangat masuk ditelinga para remaja, dan berbagai riasan make up untuk para remaja perempuan. Fashion Korea Selatan sangat mudah diikuti oleh para remaja dengan gayanya yang praktis. Koreografi musiknya lebih mudah dipelajari oleh para remaja dan juga ahli cover dance. Musik K-pop sangat mudah didengarkan dan mudah dihafal oleh para remaja dan juga makna dari lagu mereka.

Toleransi adalah sikap manusia yang menghargai perbedaan, baik antar individu maupun antar kelompok. Toleransi ini adalah bentuk positif dari lingkungan sekitar, termasuk di era musik yang menyukai genre K-pop. Banyak sikap positif di K-pop ini untuk kalangan berbagai usia, untuk menjaga keharmonisan di dalam toleransi seharusnya dikalangan usia harus bisa menghargai genre musik ini dan juga genre lainnya. Kalangan usia dan juga non K-pop harus bisa menjaga dari perpecahan dan perbedaan ini, karena adanya perbedaan akan menimbulkan perpecahan. Hal ini harus dihindarkan demi kenyamanan masyarakat lainnya.

Non pecinta K-pop juga harus menerima pendapat dari kalangan usia yang menyukai genre musik K-pop ini, masing-masing mempunyai kesukaan yang berbeda-beda. Adapun toleransi ini juga dapat memperdamaikan suasana yang baik dan harmonis demi kenyamanan sesama. Jika tidak adanya toleransi, akan banyak menimbulkan isu-isu yang tidak disangka oleh pendapat masyarakat yang tidak mempunyai informasi tentang dunia K-pop.

Toleransi ada banyak cara untuk bisa menghargai pendapat pribadi orang lain, kita juga harus bisa menghormati dan menghargai perbedaan tersebut. Untuk kalangan remaja yang menyukai genre musik K-pop, cara mengatasi toleransinya adalah menghargai sesama pecinta K-pop diberbagai usia. Untuk non pecinta K-pop, kita harus saling menghargai sesama genre musik lainnya, termasuk K-pop. Dan bisa memahami budaya Korea dan tidak menjelekkan budaya negara Korea Selatan.

Perkembangan di era sekarang mudah didapatkan, dengan adanya era modern ini dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang luas dan banyak wawasan. Era modern ini mempunyai genre musik yang banyak tetapi di zaman sekarang genre musik yang sedang popular adalah genre musik Korea Pop yang bisa disebut K-pop. K-pop sangat banyak dikalangan usia termasuk remaja, budaya dan musik Korea sangat pesat masuk di Indonesia. Dalam hal ini, banyak toleransi yang harus dipelajari budaya dan musik Korea Selatan. Non pecinta K-pop juga harus bisa menghargai dan menerima pendapat dari penggemar K-pop, sebaliknya pun begitu. Ketika kita bisa menghargai sesama sangat mudah untuk berinteraksi tanpa ada gangguan, menyamankan suasana yang lebih harmonis di berbagai negara termasuk Indonesia dengan Korea Selatan.[]

*Penulis adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA – Jakarta, email : nisraazc@gmail.com