Self-Harm merupakan jalan keluar untuk melepaskan rasa sakit rmosional, di zaman yang semakin berkembang ini, tentunya tekanan emosional dan juga stres menjadi begitu terasa dalam kehidupan kita, sehingga membuat kita sulit untuk menghindarinya. Mulai dari adanya tuntutan sosial yang tidak realistis hingga tekanan akademik dan pekerjaan yang tak ada akhirnya, membuat banyak dari kita yang merasa stres hingga akhirnya mencapai batas kemampuan yang kita miliki.
Orang-orang yang melewati tekanan ini tentunya bukanlah tugas yang mudah bagi mereka, ketika tekanan hidup terasa tidak lagi terkendali, beberapa orang justru akan jatuh ke dalam jurang kegelapan emosional. Bagi sebagian dari mereka, tentunya akan berpikir bahwa dengan melukai diri sendiri menjadi jalan keluar yang dianggap menjadi satu-satunya pilihan yang tepat. Stres yang ditimbulkan tentunya dapat memberikan efek yang serius, bahkan hal tersebut bisa mendorong mereka untuk melukai diri sendiri atau melakukan self-harm.
Secara yang kita tahu bahwa Self-harm atau melukai diri sendiri merupakan tindakan yang disengaja untuk menyakiti tubuh tanpa niat untuk bunuh diri. Tindakan ini dapat mencakup menyayat, membakar, melukai, atau meninju diri sendiri. Seseorang yang melakukan self-harm merupakan salah satu bentuk untuk mengatasi atau melepaskan rasa sakit emosional (batin) yang tidak bisa tertahankan dan terkadang memberikan kesenangan tersendiri dari rasa sakit yang dialami.
Terkadang seorang yang melakukan self-harm merasa kehilangan kendali atas diri mereka sendiri yang bisa memberikan mereka ilusi control yang sangat mereka inginkan, dan bagi mereka yang merasa terabaikan atau terisolasi dari lingkungan sekitar, self-harm menjadi cara untuk menarik perhatian dari orang lain disekitarnya, di mana luka fisik yang mereka buat menjadi reaksi yang mereka harapkan dapat didengar dan dipahami oleh orang sekitarnya.
Menolong mereka yang mengalami self-harm tentunya membutuhkan proses pendekatan yang penuh dengan empati, pengertian, dan juga kesabaran. Hal pertama yang bisa dilakukan terhadap mereka tentunya dengan selalu mendengarkan mereka tanpa menilai merupakan salah satu cara terpenting untuk membantu mereka tanpa harus menghakimi serta menilai diri mereka yang nantinya justru akan membuat mereka merasa terjauhi.
Selalu memberikan dukungan emonisonal bahwa kita peduli dan siap membantu mereka dengan selalu mendengarkan mereka dan selalu mendukung mereka bahwa mereka tidak sendiri, ada banyak orang disekitar mereka yang juga ingin dekat dan peduli. Tekahir, dengan mengajak mereka untuk selalu menyibukkan diri dengan hal-hal yang positif sesuai dengan minat atau bakat yang mereka punya dan juga selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan selalu rajin beribadah dan melakukan hal positif.
Self-harm tentunya bukanlah solusi atau cara yang sehat untuk mengatasi suatu masalah. Rasa sakit yang diterima hanya bersifat sementara dan tentunya tidak dapat menyelesaikan akar permasalahan. Tindakan self-harm tentunya juga sangat berbahaya karena dapat menyebabkan luka fisik yang serius, bahkan kematian. Jadi, orang melakukan self-harm tentunya sangat membutuhkan bantuan dari lingkungan atau orang disekitar bahkan perlu adanya bantuin professional untuk mengatasi masalah yang dialaminya tersebut. Maka dari itu, dalam membantu mereka yang melakukan self-harm, kita perlu bersikap emati, sabar, dan selalu mendukung mereka.
Dengan bersama-sama melakukan ini, kita bisa membantu mereka untuk menemukan solusi yang sehat dalam mengatasi rasa sakit emosional yang mereka punya, sehingga mereka bisa dengan mudah menjalankan pemulihan dengan baik dan dapat membantu mereka terbuka dengan orang sekitar atau lingkungan sekitarnya.[]
Pengirim :
Alda Amir, Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, Email: aldaamir589@gmail.com
