Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Mengawali hari pertama tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja emosional ke Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini bertujuan untuk memastikan percepatan pembangunan Rumah Hunian Sementara (Huntara) bagi para korban banjir di wilayah tersebut.
Pembangunan Huntara yang berlokasi di areal HGU PTPN, sekitar Tugu Upah, Kecamatan Karang Baru, menunjukkan progres yang sangat signifikan. Sejak dimulai pada 24 Desember 2025 lalu, hanya dalam waktu satu minggu, sebanyak 198 unit rumah telah rampung berdiri.
Pemerintah menargetkan total 600 unit hunian siap huni pada 8 Januari 2026 mendatang. Huntara ini bukan sekadar barak sementara; bangunan ini telah dilengkapi fasilitas penunjang yang sangat layak, mulai dari tempat tidur (kasur) dan perlengkapan dasar, toilet bersih dan akses listrik, fasilitas kesehatan (Klinik), dan layanan internet gratis (Wi-Fi) untuk warga.
Tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB, Presiden Prabowo disambut riuh oleh warga dan para pekerja proyek. Suasana haru terlihat saat Presiden menyapa dan menyalami warga. Dalam sebuah momen yang tertangkap kamera, Prabowo tampak memeluk seorang anak kecil di lokasi, menunjukkan sisi humanisnya di tengah agenda kenegaraan yang padat.
Presiden didampingi oleh 10 menteri Kabinet Merah Putih dan 15 direktur utama BUMN, diantaranya Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Terdapat juga Kepala Danantara Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, hingga Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak.
Di sela-sela peninjauan, Presiden Prabowo menggelar Rapat Terbatas (Ratas) mendadak di lokasi. Rapat ini dihadiri oleh seluruh jajaran menteri kabinet yang berhadir, Panglima TNI, Kepala BNPB, Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh serta Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P). Drs. Armia Pahmi, MH.
Dalam pembukaannya, Presiden menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada masyarakat terdampah karena keterbatasan waktu yang membuatnya belum bisa mengunjungi seluruh titik terdampak banjir secara langsung.
“Fokus kita saat ini adalah kecepatan. Huntara harus segera selesai agar warga tidak terlalu lama di pengungsian, dan setelah ini kita langsung persiapkan langkah untuk membangun Hunian Tetap (Huntap) bagi mereka yang kehilangan rumah,” tegas Prabowo dalam rapat tersebut.
Selain membahas hunian, Ratas tersebut juga menekankan pemulihan infrastruktur dasar dan mitigasi bencana jangka panjang agar musibah serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Kunjungan ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah pusat dalam menangani dampak bencana di Aceh. Dengan fasilitas yang lengkap—termasuk akses Wi-Fi gratis—Huntara Danantara diharapkan dapat membantu warga tetap produktif dan anak-anak tetap bisa belajar meski dalam masa transisi pascabencana.
Setelah berkeliling mengecek unit-unit yang sudah jadi, Presiden dan rombongan bertolak meninggalkan lokasi dengan membawa optimisme bahwa Aceh Tamiang akan segera bangkit lebih kuat.[] Red









Pi Network Uji Fitur Kontrak Pintar Berlangganan di Testnet, Buka Peluang Baru Ekosistem Web3