Tradisi Ngaji Pasaran Ramadhan Sebagai Sarana untuk Meningkatkan kualitas Ibadah

Tradisi Ngaji Pasaran Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dirindukan oleh umat islam diseluruh penjuru dunia. Bulan Ramadhan ini dianggap bulan yang suci dan istimewa, karena di bulan ini umat islam dianjurkan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Swt., dan meningkatkan kualitas ibadahnya. Selama bulan Ramadhan, umat islam berkewajiban untuk menjalankan rukun islam yang ke-4 yaitu ibadah puasa. Dimana umat islam harus menjaga nafsunya serta menjaga dari segala hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum mulai dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari. Oleh karena itu, umat islam banyak mengisi kegiatan dibulan Ramadhan dengan hal-hal positif, salah satunya tradisi ngaji.

Pada Bulan Ramadhan ini semua nilai kebaikan dilipatgandakan, bahkan ada sebuah riwayat yang mengatakah bahwa “tidurnya orang puasa itu ibadah” walaupun ada juga yang mengatakan bahwa hadits tersebut dhaif, namun hal itu dapat dijadikan patokan untuk meningkatkan kualitas ibadah kita. Apabila dilogikakan tidurnya orang berpuasa saja ibadah apalagi jika ibadahnya orang yang berpuasa. oleh sebab itu, banyak tradisi-tradisi positif yang tersebar dimasyarakat mulai dari berbagi takjil gratis, memberi santunan kepada anak yatim piatu dan ada juga tradisi ngaji pasaran ramadhan yang biasa dikaji dimajlis ilmu atau pondok pesantren.

Tradisi Ngaji Pasaran Ramdhan banyak dikenal sebagai “Ngaji Kilatan” Karena dilihat dari sistem pelaksanaannya ngaji pasaran ini berbeda dengan ngaji seperti di madrasah diniyah yang menggunakan kurikulum pada umumnya. Ngaji Pasaran seperti ini sudah menjadi tradisi umum di berbagai majelis ilmu terkhususnya dipulau jawa. Manfaat dari Ngaji Kilatan inipun tidak hanya sekedar mendengarkan kajian layaknya mendengarkan ceramah atau khotbah, melainkan memiliki banyak manfaat seperti sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas ibadah dibulan Ramadahan karena memang ngaji kilatan ini dikaji lebih padat dan lebih variatif dimana para peserta ngaji kilatan atau santri ramadhan ini diminta untuk ikut serta dalam memberikan arti di kitab mereka masing-masing. Kitab yang digunakan dalam ngaji kilatan pada umunya menggunakan kitab kuning sehingga selain untuk meningkatkan kualitas ibadah dan melestarikan tradisi, ngaji kilatan juga memiliki manfaat lain yaitu agar para santri dapat mahir dalam mengartikan kitab (bahasa arab).

Menurut beberapa santri, Ngaji pasaran merupakan tradisi yang menarik dan menyenangkan, khususnya bagi para santri yang ingin memperkuat ilmu agama dan kemampuan dalam mengartikan bahasa Arab. Dengan adanya ngaji pasaran, bulan Ramadhan menjadi lebih menyenangkan dan bermanfaat bagi umat Islam.[]

Pengirim :
Zulaeka Indah Sriyani, mahasiswi Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan, email : sayazulaekaaa@gmail.com