Jakarta, TERASMEDIA.NET — Fenomena umrah mandiri atau backpacker kini semakin dikenal melalui media sosial. Umrah mandiri memungkinkan jemaah mengatur sendiri berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari tiket pesawat, hotel, hingga transportasi selama di Tanah Suci.
Menanggapi fenomena tersebut, Selasa (25/82026), Teh Lulu menilai umrah mandiri memang memberikan keleluasaan bagi jemaah untuk menentukan jadwal dan durasi ibadah sesuai keinginan. Namun, fleksibilitas tersebut juga membutuhkan persiapan yang matang.

“Umrah mandiri memang memberikan kebebasan, tetapi jemaah juga harus siap mengatur seluruh kebutuhan perjalanannya sendiri dan memahami risiko yang mungkin terjadi,” ujar Teh Lulu.
Menurut Teh Lulu, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah minimnya pendampingan ketika terjadi kendala selama perjalanan. Selain itu, masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap tawaran umrah murah yang berpotensi menyebabkan penipuan atau penelantaran jemaah.
“Jadi, jangan hanya melihat umrah mandiri dari sisi hemat dan fleksibelnya. Keamanan, kesiapan, dan kemampuan mengurus perjalanan juga harus menjadi pertimbangan,” tambahnya.[]










