Dampak Pertambangan Emas Bagi Lingkungan

Sebelum kita membahas lebih dalam, sebaiknya kita tahu apa itu pertambangan. Pertambangan ialah rangkaian kegiatan dalam  upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian.

Pengertian pertambangan menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 adalah sebagai berikut, pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batubara yang rneliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangltutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara denagan penduduk terbesar. Pertumbuhan penduduk Indonesia cukup besar, hal tersebutlah yang menyebabkan ketergantungan yang begitu besar terhadap hasil tambang. Semakin besar operasi pertambangan, semakin besar juga dampak area yang ditimbulkan. Perubahan lingkungan akibat kegiatan pertambangan dapat bersifat permanen, atau tidak dapat dikembalikan ke keadaan semula.

Contoh kasus dari dampak negatif pertambangan terdapat di Kalimantan Tengah. Kalimantan Tengah adalah salah satu pulau di Indonesia yang terkenal dengan hasil hutannya. Sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah merupakan kawasan hutan. Kawasan hutan Kalimantan Tengah yang luas memungkinkan untuk bertahanya hidup masyarakat suku pedalaman. Namun, perlindungan alam dan lingkungan, khususnya hutan pedalaman Kalimantan Tengah, semakin dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang menyebabkan tergganggunya keseimbangan lingkungan hidup di Kalimantan Tengah.

Deforestasi atau penebangan hutan di Kalimantan Tengah sebagian besar disebabkan oleh kegiatan pertambangan yang memiliki efek negatif pada lingkungan dan sangat berdampak negatif bagi kehidupan manusia. Berbagai permasalahan dan kerusakan akibat kegiatan penambangan emas yang tidak dikelola dengan baik dan benar sehingga mengakibatkan berbagai kerusakan lingkungan seperti tanah, air, udara, laut dan hutan.

Kehadiran tambang, terutama tambang emas, dapat menimbulkan beberapa masalah masalah. Salah satu dampak yang sangat serius terkait dengan masalah lingkungan di mana orang menggunakan bahan kimia berbahaya. Bahan-bahan yang digunakan tidak hanya dapat mengganggu dan merusak ekosistem, tetapi juga mempengaruhi kesehatan manusia itu sendiri. Salah satu bahan yang digunakan adalah raksa.

Selain mencemari lingkungan, merkuri meyebabkan gangguan kesehatan masyarakat, sereta masalah bagi ibu hamil, bayi, anak-anak, usia dewasa bahkan lansia. Wakil Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution dalam paparannya bersaksi bahwa bayi yang lahir dalam kondisi tidak normal itu diduga korban pencemaran merkuri dari penambangan emas ilegal di sepanjang bantaran Sungai Batang Natal yang melintasi wilayahnya.

Contoh kasus yang lainya juga terdapat pada bekas lokasi pertambangan emas ilegal di Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat, walaupun Peti tersebut sudah berhenti sejak 2007 yang lalu, karena maraknya praktik penggunaan merkuri atau raksa dalam aktivitas pertambangan di lokasi tersebut secara tidak langsung telah menyebabkan rusaknya lingkungan di sepanjang sungai yang mengalir dari Solok Selatan melintasi Dharmasraya. Dampak dari tercemarnya lingkungan yang di sebabkan oleh merkuri atau raksa tersebut masih hingga saat ini.

Raksa yang digunakan untuk mengolah bijih emas dapat terlepas ke lingkungan. Dalam pengolahan bijih emas, hal tersebut tidak menjadi masalah jika pemerintah mengontrol penambangan emas rakyat yang ilegal. Penambangan emas dilakukan secara ilegal oleh masyarakat dan menggunakan merkuri untuk mengekstrak emas yang terkandung dalam air dan lumpur, kecil kemungkinannya untuk teroksidasi dan dapat membentuk senyawa baru.

Senyawa baru yang tertelan oleh mikroba tersebut dapat masuk ke dalam rantai makanan. Ketika mikroba tersebut dimakan oleh ikan, senyawa tersebut juga masuk ke dalam tubuh. Senyawa ini akhirnya masuk ke tubuh dan terperangkap ketika orang makan ikan yang terkontaminasi senyawa merkuri ini.

Dampak-dampak Negatif Lainnya

Dilihat dari teknik penambangan secara tradisional, dimana penambang menggali bukit tidak secara berjenjang (trap-trap) namun asal menggali saja dan nampak bukaan penggalian yang tidak teratur, membentuk dinding yang lurus dan menggantung (hanging wall), hal ini dapat meningkatkan resiko tanah longsor.

Pertambangan dapat menghancurkan sumber-sumber kehidupan rakyat karena lahan pertanian yaitu hutan dan lahan-lahan sudah dibebaskan oleh perusahaan. Hal ini disebabkan adanya perluasan tambang sehingga mempersempit lahan usaha masyarakat, akibat perluasan ini juga bisa menyebabkan terjadinya banjir karena hutan di wilayah hulu yang semestinya menjadi daerah resapan air telah dibabat habis. Hal ini diperparah oleh buruknya tata drainase dan rusaknya daerah hilir seperti hutan rawa.

Pengendalian pencemaran adalah pencegahan terhadap makhluk hidup, bahan bakar, atau unsur lain masuk atau terserap ke dalam lingkungan hidup melalui kegiatan manusia mengakibatkan kualitasnya menurun sampai pada tingkat tertentu sehingga lingkungan tidak dapat berfungsi sebagaimana harusnya.

Pertama, remediasi, yaitu kegiatan membersihkan permukaan tanah yang terkontaminasi. Remediasi dapat dilakukan dengan dua jenis. Remediasi tanah: in situ (atau onsite) dan ex situ (atau offsite). Pembersihan ini murah dan mudah dan terdiri dari pembersihan, ventilasi (injeksi), dan bioremediasi. Pembersihan eksternal melibatkan penggalian tanah yang tercemar dan dipindahkan ke tempat yang aman. Kemudian singkirkan tanah yang tercemar dari lantai ke area yang aman. Caranya adalah dengan menyimpan kotoran di bak atau wadah kedap air kemudian memompa bahan pembersih ke dalam bak atau wadah. Selanjutnya, dikeringkan dari bak dan diolah di instalasi pengolahan limbah. Pembersihan eksternal jauh lebih mahal dan rumit.

Kedua, bioremediasi, tujuanya adalah untuk membersihkan atau menetralkan bahan-bahan kimia dan limbah secara aman dan salah satu alternatif dalam mengatasi masalah lingkungan.
Jelas bahwa kegiatan penambangan emas ilegal yang merusak dan merajalela telah berdampak besar tidak hanya pada kelestarian ekosistem lingkungan, tetapi juga pada mata pencaharian masyarakat yang tinggal di sekitar area pertambangan. bahwa ada Ini termasuk risiko kecelakaan, penambangan, dan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh tercemarnya tanah dan air dengan bahan kimia berbahaya.

Untuk melancarkan upaya pemberantasan kegiatan penambangan emas ilegal, maka dapat dilakukan tindakan pidana, termasuk sanksi pidana terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan penambangan emas ilegal, sesuai dengan undang undang dan peraturanya. Upaya memfasilitasi, memantau dan mengelola pengelolaan operasi pertambangan, mengubah pola pikir masyarakat tentang kegiatan pertambangan melalui program kemitraan usaha dengan perusahaan pemegang izin perusahaan pertambangan, dan meningkatkan kesadaran lingkungan kesehatan.[]

Pengirim :
Danny Ilham Mahendra
Mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Email : danny24ilham@gmail.com