Dinilai Merusak Alam, Apakah Pertambangan Pekerjaan yang Baik?

Berbicara soal baik atau tidaknya suatu pekerjaan itu semua tergantung dari dampak positif dan negatif yang di hasilkan dari pekerjaan tersebut. Ada pekerjaan yang bermanfaat bagi banyak orang dengan dampak negatif yang sangat kecil dan ada pekerjaan yang merugikan banyak orang lalu hanya menguntungkan sebagian orang. Lalu bagaimana dengan pertambangan?

Dilihat dari sisi negatif, industri pertambangan memiliki dampak negatif yaitu kerusakan lingkungan. Daerah yang menjadi tambang akan terkikis sehingga menimbulkan erosi. Limbah pengolahan tambang juga mencemari lingkungan. Kegiatan pertambangan yang menggunakan bahan bakar fosil menghasilkan karbon dioksida yang berkontribusi terhadap efek rumah kaca dan pemanasan global.

Dampak negatif penambangan juga dapat mengancam keselamatan pekerja tambang dan warga sekitar tambang. Hal ini didukung oleh oleh berbagai kasus kerusakan yang terjadi di negara kita, yang pertama ada tambang pasir di sulawesi selatan. Di kutip dari BBC News Indonesia para nelayan selalu merugi karena ikan yang mereka dapatkan berkurang drastis dari 10 ekor ikan tenggiri per hari menjadi 1 ekor per hari, hingga mereka harus menggadaikan emas dan perahunya dan terancam anak mereka tidak bisa melanjutkan studinya.

Selanjutnya datang dari Bangka Belitung daerah penghasil 90% timah Indonesia ini juga memiliki masalah dalam kerusakan lingkungan dan korban jiwa yang di akibatkan oleh pertambangan. Berdasarkan catatan WALHI dari 2017 hingga 2020, ada 59 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tambang timah yang didominasi tambang timah rakyat (ilegal) baik di darat maupun di laut. Korban tertinggi pada 2019 dengan 25 jiwa sementara di 2020 sudah 19 jiwa. “Kecelakaan seringkali terjadi karena banyak masyarakat kita yang diiming-imingi keuntungan besar menambang timah, makanya aspek penting seperti keselamatan kerja seringkali diabaikan,” kata Dr. Ibrahim, kepada Mongabay Indonesia, Senin [14/9/2020] yang lalu.

Kurangnya edukasi teknis juga menjadi faktor terjadinya kecelakaan tambang timah rakyat (ilegal), ditambah pertambangan sering dilakukan di lahan yang sama. Kasus kerusakan lingkungan di darat akibat pertambangan timah lainnya yaitu banjir setinggi dua meter yang melanda Kota Pangkal Pinang pada Februari 2016. Salah satu faktor penyebab banjir tersebut adalah sungai yang mengalami pendangkalan akibat aktivitas pertambangan timah. Dan masih banyak lagi dampak negatif yang dihasilkan dari pertambangan didalam negeri ini.

Lalu apa yang membuat pertambangan menjadi pekerjaan yang baik? Penambangan bisa menjadi pekerjaan yang baik karena pertambangan sangat dibutuhkan bagi kehidupan manusia. Apa yang bisa dihasilkan dari pertambangan untuk membantu kehidupan manusia? Jawabannya adalah BANYAK. Tanpa manusia sadari selama kehidupannya, mereka menggunakan barang, energi yang semuanya merupakan hasil dari tambang. Mulai dari handphone, laptop, peralatan rumah tangga hingga energi seperti listrik semuanya berasal dari tambang.

Kemajuan teknologi mungkin tidak akan se-maju sekarang jika tambang nya pun tidak maju dalam menggali hasil bumi yang melimpah ini. Dalam Al-quran surah an-nahl: 14 pun menjelaskan agar kita manusia bisa mencari hasil alam yang telah di limpahkan di bumi ini lalu memanfaatkannya. Lalu bagaimana dengan dampak kerusakan lingkungan yang dihasilkan oleh pertambangan? Jawabannya adalah reklamasi. Reklamasi dilakukan untuk mengatasi terbengkalainya lahan bekas galian. Hal ini memungkinkan untuk digunakan dalam bentuk lain yang tidak membahayakan kondisi lingkungan.

Perusahaan pertambangan wajib merencanakan proses reklamasi dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat akan lingkungan. Walaupun hasil dari reklamasi ini tidak bisa mengembalikan 100% kondisi alam seperti semula namun reklamasi ini bisa membantu membuat ekosistem yang baru.
Jadi apakah pertambangan adalah pekerjaan yang baik? Ya pertambangan adalah pekerjaan yang baik, walau dampak negatif yang dihasilkan cukup besar tetapi pertambangan akan membantu memperbaiki itu semua dengan reklamasi yang diatur pemerintah dalam UU No.3 tahun 2020. Dampak positif yang dihasilkan dari pertambangan ini cukup besar berperan dalam kehidupan hal tersebut membuat pertambangan menjadi pekerjaan yang mulia. Jadi apakah kalian tertarik bekerja di pertambangan?

Pengirim :
Syifa Nurrahman, mahasiswa Prodi Teknik pertambangan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, email : syifanurrahman97@gmail.com