Manfaat Meniran sebagai Immunomodulator

Sebagai pemilik kekayaan alam terbesar, Indonesia mempunyai beragam jenis tumbuhan yang bisa dijadikan obat. Tumbuhan obat mengandung zat aktif yang dapat memiliki efek antibakteri, antivirus, antiplasmodial, antioksidan, antiinflamasi, antialergi, antikanker, imunomodulasi, dan lain-lain. Genus Phyllanthus merupakan kelompok tumbuhan yang sebagian besar telah dimanfaatkan sebagai obat herbal. Berdasarkan penelitian, anggota genus Phyllanthus memiliki senyawa aktif yang bersifat antivirus, antibakteri, antikanker, hepatoprotektor, dan antioksidan. Salah satunya meniran hijau yang berperan sebagai imunomodulator.

Keanekaragaman genus ini dapat didasarkan pada morfologi, anatomi, kandungan fitokimia dan tingkat genetik. Meniran adalah nama lokal untuk beberapa spesies anggota genus Phyllanthus. Berdasarkan klasifikasi Hadad, meniran terbagi menjadi tiga jenis yaitu meniran merah, meniran kuning dan meniran hijau. Meniran merah dengan nama latin Phyllanthus Urinaria dan meniran hijau dengan nama Phyllanthus Niruri. Secara morfologi, meniran jenis hijau dan merah memiliki kenampakan yang hampir sama, perbedaan yang paling mencolok adalah warna batang dan dahannya. Meniran merah memiliki batang dan cabang berwarna merah tua sedangkan meniran hijau berwarna hijau pucat. (Wuryaningsih, 2012)

Sistem kekebalan tubuh manusia memiliki tiga fungsi, pertama sebagai pertahanan tubuh terhadap “benda” asing. Kedua, untuk menjaga keseimbangan fungsi tubuh, terutama keseimbangan unsur penyusun. Ketiga sebagai pengawasan (immune system surveillance) yaitu untuk menghancurkan sel-sel yang bermutasi atau ganas. Fungsi immunomodulator adalah untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh baik dengan merangsang respon imun yang menyimpang (immunostimulator) atau menekan dan menormalkan respon imun yang menyimpang (immunosupresan). (Suhirman et al., 1985)

Baca Juga :  Menguak Sejarah Dibalik Spesies Homo Erektus

Immunomodulator tampaknya menjadi bagian paling penting dalam dunia kesehatan. Immunomodulator membantu tubuh untuk mengoptimalkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Sistem imun merupakan sistem pertahanan utama tubuh, dimana kebanyakan orang mudah menderita gangguan sistem imun. Beberapa herbal yang berperan sebagai modulator imun antara lain echinacea purpurea, mengkudu, jahe, meniran dan sambiloto. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan informasi tentang beberapa tumbuhan obat yang berperan sebagai immunomodulator. (Suhirman et al., 1985)

Immunomodulator adalah senyawa yang membantu meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh manusia. Seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik dapat tahan terhadap berbagai gangguan penyakit. Sistem kekebalan terdiri dari semua sel, jaringan dan organ yang diperlukan untuk respon kekebalan. Fungsi sistem imun salah satunya adalah untuk melindungi tubuh terhadap patogen dan menghancurkan sel yang tidak lagi dikenali sebagai sel tubuh sendiri, sedangkan immunomodulator adalah senyawa yang meningkatkan pertahanan tubuh, baik spesifik maupun non spesifik, serta seluler dan humoral. (Farmasi, 2022)

Baca Juga :  Pembelajaran Loose Part Pos PAUD Yaa Bunayya

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa herbal meniran memiliki kemampuan untuk meningkatkan respon sistem kekebalan tubuh atau yang biasa dikenal dengan immunomodulator. Ramuan meniran mengandung bahan kimia flavonoid seperti quercetin, quercitrin, isoquercitrin, astragalin dan rutin serta mengandung kaempferol-1-4-rhamnopyranoside, eridictol-7-rhamnopyranoside, nirurin, niruriside, phyllanthin, hypophyllanthin, triterpenes dan imunourin alami yang dikenal sebagai securin dan imunomodulasi alami. (Farmasi, 2022)

Meniran telah digunakan secara empiris sebagai pengobatan untuk penyakit gonore, infeksi saluran kemih, sakit perut, sakit gigi, demam, batu ginjal, diuretik, diabetes dan disentri. Ada dua jenis meniran yang biasa ditemukan dan digunakan sebagai obat. Komponen aktif metabolis sekunder meniran yang dilaporkan adalah flavonoid, lignan, isoignan dan alkaloid. Komponen yang bersifat immunomodulator berasal dari golongan flavonoid, yang memperkuat sistem imun tubuh dan dapat melawan serangan virus, bakteri, atau mikroorganisme lainnya. Tiga senyawa aktif dari genus tersebut yaitu P. Amalus, yang berfungsi untuk menghambat replikasi virus hepatitis B, memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melindungi hati. (Farmasi, 2022)

Meniran merupakan herbal yang berasal dari genus Phyllanthus dan menggunakan nama ilmiah Phyllanthus Niruri Linn. Tumbuhan ini mengandung beberapa konstituen fitokimia misalnya alkaloid dan fenol yg tinggi. Analisis menunjukkan bahwa P. Niruri mengandung karbohidrat dan serat yg tinggi. Beberapa senyawa kimia yg penting diisolasi menurut Phyllanthus Niruri misalnya phyllanthin, hypophyllanthin, niranthin, nirtetralin, phyltetralin, phyllangin, nirphilin, phyllnirurin dan corilagin. Senyawa ini bertanggung jawab atas beberapa aktivitas farmakologis. Tanaman P.Niruri ini mengandung saponin dan tanin dengan taraf tinggi dan glikosida sianogen yang rendah.

Baca Juga :  Satgas Covid-19 Aceh Tamiang Segel 5 Warkop

Kandungan flavonoid meniran bisa menstimulir (merangsang) kekebalan tubuh. Flavonoid rutin dan kuersetin dikenal mempunyai khasiat sebagai antikarsinogen atau bisa berperan menjadi penghambat kanker. Selain itu, flavonoid kuersetin dalam meniran terbukti bisa menghambat sintesis histamin yang merupakan mediator penting dalam penyakit dermatitis alergika (eksim). Meniran juga terbukti bisa mengurangi kerusakan jaringan pada penderita alergi kulit, selain itu kandungan nirurin dan kuersetin yang ada di dalam meniran memiliki kegunaan sebagai peluruh air seni (diuretik). Kandungan Filantin, hipofilantin, vitamin K, tanin dan damar berperan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjadi hepatoprotektor. (Farmasi, 2022).[]***

Pengirim :
Egi Emiliani, Mahasiswi Program Studi S1 Farmasi Universitas Binawan Jakarta, email : 072211046@student.binawan.ac.id

banner 300250