Melawan Rasa Malas

Opini0 Dilihat

Oleh : Nida` Uzakiyah, S.H.I dan Qiyadah Robbaniyah, M.Pd.I

“Ini adalah penyakit yang sangat mengganggu, yang bisa menyebabkan tidak hanya masalah dalam keluarga, tetapi juga masalah bagi individu itu sendiri. Bagaimana cara mengatasi rasa malas? Rasa malas bisa datang dalam interval yang berbeda-beda, misalnya bisa muncul beberapa kali dalam satu jam, atau bahkan hanya dalam satu menit sebelum keputusan berangkat dibatalkan.

Oleh karena itu, penting untuk memiliki tujuan yang mulia. Setiap hari, kita harus memastikan bahwa kita memiliki tujuan yang mulia, tujuan yang besar, dan tujuan yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Sebagai contoh, jika kita ingin menjadi orang kaya, salah satu tujuan kita mungkin adalah untuk mencapai kekayaan tersebut.

Mengapa ingin menjadi orang kaya? Karena menjadi orang kaya terasa menyenangkan. Jadi, bagaimana cara menjadi orang kaya? Kita perlu bekerja keras, menabung, dan akhirnya mencapai kekayaan. Namun, kita harus diingat bahwa keinginan untuk menjadi kaya adalah amanah dari Allah, yang tergantung pada kebutuhan yang ingin kita penuhi. Allah akan memberikan rejeki yang sesuai dengan keinginan kita.

Baca Juga :  Zakat dan Wakaf di Era Digital: Potensi Besar yang Belum Sepenuhnya Terkelola

Oleh karena itu, kita perlu membuat tujuan yang mulia, tinggi, dan memiliki niat yang besar agar rejeki kita juga besar dan mulia. Jika kita ingin menjadi kaya, untuk apa kita ingin menjadi kaya? Untuk membantu orang lain? Atau untuk mencukupi diri sendiri?

Menjadi mencukupi diri sendiri dan membantu orang lain, serta membuat orang tua dan keluarga bahagia, adalah tindakan yang mulia. Memberi makan kepada fakir miskin adalah perbuatan mulia, dan rezeki kita juga akan sesuai dengan niat kita. Jika niat kita adalah memberi makan 100 orang, Allah akan memberikan rezeki yang sesuai dengan niat kita untuk memberi makan kepada 100 orang.”

Jadi, jika seseorang ingin menjadi kaya, hanya memiliki niat untuk mengkaya diri sendiri saja akan menjadi fitnah belaka dan tidak akan memberikan kekayaan yang bermanfaat. Oleh karena itu, jika seseorang ingin mengatasi rasa malas, penting untuk memiliki niat yang mulia. Setiap hari, ada tiga kegiatan yang wajib dilakukan untuk menghilangkan rasa malas. Kegiatan-kegiatan ini bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tetapi mereka harus menyertakan tugas-tugas yang harus diselesaikan dalam satu hari.

Baca Juga :  Peluang Indonesia dalam Global Islamic Economy

Misalnya, dalam satu hari, kita harus menyelesaikan masalah tertentu dan mengerjakan tugas-tugas yang telah ditetapkan. Saat kita bangun, kita harus segera melakukan tugas tersebut tanpa ragu-ragu. Contohnya, jika kita ingin masak di dapur, tetapi kemudian pergi ke ruang depan tanpa alasan yang jelas, kita akan bingung dan tidak tahu apa yang seharusnya kita lakukan di sana. Kita akan kembali ke dapur dan kemudian mencoba mengingat apa yang seharusnya kita lakukan.

Dalam kehidupan sehari-hari, hal yang sama terjadi. Kadang-kadang kita lupa apa tujuan kita dalam rumah tangga sehingga kita malas untuk menyiapkan makanan dan lebih suka tiduran tanpa melakukan apa pun. Saat kita merasa seperti itu, kita harus mundur ke tempat awal dan mencoba mengingat apa yang seharusnya kita lakukan. Setelah kita mengingatnya, kita bisa melanjutkan tugas tersebut.

Jadi, intinya adalah jangan hanya diam saja, tetapi bergerak. Bayangkan jika seseorang lupa dan terus berdiri di tempat tanpa melakukan apa pun, mereka tidak akan ingat apa yang harus dilakukan. Tetapi jika mereka mundur ke tempat awal dan kemudian maju lagi, ingatan mereka akan kembali. Hal yang sama berlaku dalam pernikahan.

Baca Juga :  Pembelajaran Daring, Strategi apa yang Harus Dilakukan?

Jika kita merasa malas dalam menjalani kehidupan pernikahan, kita harus mundur ke tempat awal dan mulai bergerak. Nanti kita akan ingat mengapa kita menikah, misalnya, kita memiliki impian untuk mencintai orang-orang yang terpuruk dan membantu mereka bangkit. Pada saat kita lupa akan tujuan tersebut, kita harus mundur lagi dan mengingat impian kita.

Setiap kondisi ketika seseorang merasa malas harus dikelola dengan baik agar tidak menghambat perkembangan diri. Jika seseorang sudah mencapai tingkat keparahan dan mengarah ke depresi, itu bukanlah kondisi yang baik. Oleh karena itu, saat merasa malas, jangan berhenti bergerak, walaupun tidak harus berlari. Bergeraklah, karena dengan bergerak kita akan mundur ke masa lalu dan mengingat kembali kebaikan-kebaikan yang telah kita lakukan sebagai pengingat untuk maju ke depan.[]

Penulis adalah Nida` Uzakiyah, S.H.I Pengajar Pondok Pesantrean Islamic Center Bin Baz dan Qiyadah Robbaniyah, M.Pd.I (Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta, email : qrobbaniyah@gmail.com

banner 300250