Oleh : Patrisius Ari
Sejak kami SMA kami selalu bersama, kemanapun kami pergi pasti selalu bersama, dan saya perkenalkan, yang pertama ada, Dagor, Shinta, Mala, Dewi, Ochan dan Ryan. Kisah ini menceritakan sahabat yang mencintai sahabatnya sendiri.
Kisah berawal ketika Dagor menyukai salah satu temanya yaitu Shinta, namun dia tidak mengungkapkannya. Dia hanya memendamnya, tetapi dia selaluh ada di saat Shinta ada masalah dan butuh bantuan. Dari antara mereka ber enam, dia yang selalu perhatian lebih kepada Shinta dan mereka berdua yang paling akrab di antara mereka.
Dan pada suatu ketika, ada cowo yang menembak Sinta, namun Shinta belum menjawab lalu Shinta menceritakan hal itu kepada si Dagor bawah dia ditembak cowo. Shinta curhat itu sama Dagor .
Dagor : Gor saya mau curhat ni, lalu si Dagor bilang mau curhat apa?
Shinta : Tadi aku di tembak sama cowo, lalu Dagor diam, lalu Shinta bilang ko kamu diam kamu dengar nga si churhat saya? lalu dagor dengan terbata bata menjawab, ya, bagus kalau begitu kalau ada cowo yang nembak kamu, lalu Shinta bilang Gor gimana menurut kamu aku terima engga ya? Lalu dagor bilang, kenapa musti nanya ke saya si, kalau kamu emang suka sama dia ya terima aja, kalau engga ya, engga usa terimah. Ya, ikutin katah hati kamu ajalah tamba Dagor, dalam hati Dagor sedih mendengar ceritanya si Shinta.
Lalu Shinta bilang aku emang suka si sama dia, tapi engga cintah lalu Dagor bilang ya uda, engga usa teriam kalau kamu sekedar suka sama dia, lalu Shinta lanjut curhatnya, shinta ngomong tu sama Dagor, Gor sebenarnya aku menyukai seseorang tapi aku engga berani bilang, masa cewe yang bilang duluan lalu Dagor nyambar tu engga apa apa bilang aja sekarang banyak cewe yang nembak cowo lalu Shinta bilang ia si tapi aku engga berani, lalu mereka pun diam, tak lama Shinta pun pamit pulang.
Ketika Shinta pulang, Dagor bilang sambil menatap kepergian Shinta, Shin sebenarnay saya mencintai kamu tapi entah kenapa saya merasa nyaman di saat saya berada di dekat kamu seakan engga mau pisah dari kamu, saya engga tau gimana cara supaya kamu tau kalau aku suka sama kamu, seandainya aku bisa mengungkapkan perasaan ku sayang itu engga mungkin terjadi karena kamu sudah mencintai orang lain.
Keesok harinya mereka seperti biasa kumpul bareng gitu sambil cerita-cerita tapi Dagor engga ada lalu Shinta nanya ke teman-teman, Dagor mana dari tadi engga keliatan lalu teman temanya menjawab, katanya dia pulang duluan karena ada urusan sebentar, lalu Shint lanjut cerita-cerita sama mereka ketika mereka lagi ngobrol tiba-tiba datang cowo yang kemarin nembak si Shinta, lalu cowo itu nyapa Shinta, hay kata si cowo, kaget dong mereka melihat cowo itu nyapa Shinta dan Mala.
Shin kamu kenal sama dia kata si Dewi, dia saudara Mala, jawab Shinta, boleh gabung ngga kata si cowo itu, oh ia namanya Rio kata Shinta. Kamu ko ke’ sudah kenal sama dia lanjut Dewi, lalu Shinta agak malu-malu gitu jawab, ia lalu Rio kenal tu sama mereka. Lalu Rio bilang sama mereka kalau saya datang ke sini mau nagi janji sama teman kalian Shinta, lalu mereka bilang janji apa saya mau mendengar jawaban Shinta soal perasaan dia ke saya, kaget tu mereka mendengar jawaban si Rio, Dewi yang curiga kalau Dagor suka sama Shinta diam cuman dia engga mau kasitau ke Shinta kalau Dagor keknya suka sama dia lalu mereka semua kecuali si Dewi bilang gimana Shin, lalu Shinta bilang ia aku mau jadi pacar kamu akirnya mereka jadian tu disaksikan sama teman-teman Shinta lalu Shinta teringat sama Dagor lalu dia telpon si Dagor kalau dia mau bilang dia suda jadian sama Rio.
Lalu Dagor mendengar itu dia hanya diam engga mengeluarkan kata kata apapun dari mulutnya lalu dia matikan telponnya. Setela telpon mati Dagor menangis ketika mendengar Shinta sudah jadian sama Rio lalu dalam hati Dagor bilang jauh di lubuk hatiku kau adalah kekasihku walaupun engkau engga tau kalau aku adalah kekasih diammu.
Hari-hari terus mereka lalui sikap Dagor ke Shinta tak berubah dia selalu membantu Shinta di saat dia ada kesulitan walaupun dengan luka dalam yang Dagor rasakan di saat dia melihat Shinta dan Rio jalan bersama.
Hari-haripun berlalu namun Shinta tak begitu bahagia pacaran sama Rio dia selalu memikirkan tentang Dagor dan diapun memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Rio. Begitupun dengan Rio dan ahirnya merekapun putus. Dan pada suatu ketika Shinta janjian tu sama Dagor untuk ketemuan dan pada keesokan harinya ketemulah si Shinta sama Dagor, Gor aku mau bilang sama kamu sebenarnya Dewi itu suka sama kamu, ha kaget dong si Dagor mendengar cerita si Shinta.
Lalu Shinta marah tu sama si Dagor kenapa si jadi cowo engga peka banget Dewi suka sama kamu Gor dia tu suka sama kamu hanya dia engga berani tuk mengungkakanya kenapa kamu engga nembak dia sih, lalu Dagor bilang ia akan ku coba bilang ke Dewi mendengar jawaban Dagor, Shinta langsung sedih tapi pura-pura senang tapi dalam hati kecilnya dia bilang Gor kenapa kamu enga bilang aja kalau aku suka sama kamu Shin, jujur aku sebenarnya mencintai mu Gor enta kenapa saya sudah merasa nyaman di saat bersama mu entah kenapa sehari aja aku tak bersama mu seakan aku kehilangan dirimu selamanya, sambil mengusap air matanya lalu dia pergi tanpa pamit lalu Dagor mengejarnya tapi engga bisa soalnya dia keburu pergi.
Sampai di rumah Shinta menangis seola-olah dia tak terima jika Dagor jadian sama Dewi lalu dia bilang ke dirinya sendiri engga mungkin saya nyakitin perasaan sahabatku sendiri sambil dia menangis. Dan pada keesokan harinya ketemulah si Dagor sama si Dewi, lalu Dagor bilang ke Dewi, Wi cinta tak selamanya bisa indah cinta juga bisa berubah-ubah terkadang cinta menjadi sakit ketika cinta kita tak kesampaian kepada orang yang benar-benar kita cinta begitulah yang kurasakan saat ini sakit sambil mengambil napas panjang.
Lalu Dewi menatap Dagor lalu bilang Gor aku boleh jujurn ga sama kamu, lalu Dagor bilang boleh. Lalu Dewi bilang Gor jujur sebenarnya aku mencintaimu aku menyukaimu dari dulu tapi aku engga berani untuk mengungkapkanya tapi sekarang saatnya saya jujur kalau aku mencintaimu walaupun itu engga mungkin terjadi.
Lalu jawab Dagor, ia Wi itu engga mungkin terjadi bukan kamu orangnya Wi maafin aku Wi karena aku engga bisa mencintaimu suda ada orang lain yang mengisi hati ini walaupun dia tidak mencintaiku tapi aku yakin suatu saat nanti dia pasti mencintaiku.
Lalu Dewi bilang Gor boleh ngga aku peluk kamu lalu merekapun pelukan disaat mereka pelukan ternyata Shinta sudah berdiri di belakang mereka melihat mereka sedang pelukan lalu diapun lari meninggalkan mereka.
Setelah mereka pelukan kamu tau ngga kenapa saya engga berani mengungkapan perasaanku ke kamu, Dagor : engga tau kenapa sambil tertawa, sebenarnya ada seseorang yang juga mencintaimu itu alasan kenapa aku rela engkau sama dia dan engkau juga mencintainya. Lalu jawab Dagor, Shinta maksud kamu, lalu Dewi bilang emang kamu suka sama Shinta lalu Dagor sepontan jawab ia saya mencintainya setela dia sadar dia bilang saya suka dia sebagai sahabat.
Lalu Dewi bilang uda gor engga usa bohong saya tau kalau kamu suka sama Shinta. Shinta juga mencintai kamu Gor cepat kamu mengungkapkan perasaan kamu ke dia jangan sampai dia pergi lagi. Lalu Dagor bilang engga mungkin dia suda ada yang punya. Lalu Dewi bilang mereka da putus ko gara-gara kamu. Lah ko gara-gara aku, ia karena Shinta lebih memili kamu.
Cepat gi telfon Shinta lanjut Dewi pas Dagor mau telfon tiba-tiba hpnya berdering dan yang telfon adala Shinta. Shint : Gor selamat ya, Dagor : selamat apaan, Shinta : uda jadian sama Dewi semoga selalu bahagia ya sama Dewi. Lalu Dagor bilang ia sama-sama makasi ya ucapanya lalu dia mati telponnya.
Mendengar jawaban itu Shinta menangis orang yang dia cinta suda pergi dan suda punya orang lain dan itu adalah temanya sendiri. Di saat Shinta sedang menangis di taman rumahnya tiba-tiba dia di panggil dari belakang sama Dagor lalu ia menoleh ke belakang lalu ia cepat-cepat mengusap air matanya.
Shinta : kenapa kamu kesini
Dagor : emang engga boleh
Shinta : bukanya kamu sama Dewi
Lalu dagor ketawa sambil bilang kamu cemburu ya lalu Shinta bilang siapa yang cemburu dan kenapa saya musti cemburu. Lalu Dagor bilang saya orang yang paling bodoh tolol engga bisa ngerasahin kalau selama ini orang yang selalu ada di dekat aku ternyata juga mencintaiku.
Shin jujur aku mau bilang kekamu kalu aku sangat mencintaimu aku sangat sayang padamu, lalu Shinta bilang tapi kamu lebih mencintai Dewi, lalu Dagor bilang ia saya mencintai Dewi sebagai sahabat, lalu Shinta bilang kalau aku? Lalu Dagor bilang kalau kamu sebagai pendamping hidupku dan juga sebagai sahabat sampai selamanya karena saya sangat mencintaimu.
Maukah kau jadi pacar dan shabat dalam hidupku? Lalu Shinta kenapa baru sekarang si kenapa engga dari dulu? Kamu ingat ngga saya pernah bilang ke kamu kalau aku mencintai seseorang dan orang itu adalah kamu Gor , ya mungkin sekarang yang paling tepat sambil menangis Shintpun memeluk Dagor dan pada ahiran merekapun jadian dan disusul datangnya teman-teman mereka.[]








