Pandangan Teori Behavorisme dalam Penggunaan Bahasa Kyai di Pesantren

Pesantren adalah tempat pendidikan atau lembaga pendidikan, dimana pelajarnya disebut santri, pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan dimana kyai menjadi vigur untamanya, adanya kyai dalam pesantren bagaikan jantung dalam hidup manusia,dimana kyai sebagai pendiri,pengasuh, pengajar,dan pengelolah,jadi memang tidak heran jika sebuah pesantren mati atau tidak lagi berpenghuni dikarenakan vigur kyai yang Sudah meninggal dan tidak ada penerus dalam hal itu,figur kyai tidak hanya sebagai pemimpin atau pengasuh dalam pesantren tapi kyai juga berperan dalam perubahan karekter seseorang (santri), keahlian para kyai dalam bidang agama membuat keberadaan nya sangat penting dipesantren, menghilangkan hal hal yang tidak ada dalam islami,dan menanamkan hal hal yang ada jalannya dalam Islam.

Pesantren di Indonesia ada dua ada pesantren salafiyah dan ada pesantren moderen dimana pesantren salafiyah masih memeluk erat dan masih kental dengan tradisi tradisi pesantren salah satunya pondok pesantren Lirboyo,ploso,jika pondok moderin seperti Gontor yang mengikuti zaman tapi juga tidak hilang khas khas pesantren nya,tapi keduanya sama,sama sama memiliki tujuan untuk mengantarkan para santri pada kebenaran dalam sujud pandang islam dan memberikan tujuan yang dimaksud dalam islam .

Sedangkan santri adalah seseorang yang sedang menempuh pendidikan di pesantren, santri adalah seseorang yang mau belajar tentang ilmu islam lebih dalam lagi,dan tidak heran jika lulusan pesantren menghasilkan orang orang yang alim atau pandai dalam agama islam, dipesantren kita banyak diajarkan tentang islam dan hal yang sangat mengikat pembelajaran dipesantren adalah pembelajaran kitap kuning,dimana kitap kuning disini adalah tulisan arab, jika yang kita tau tulisan arab disini memiliki harokat tapi lain dengan kitap kuning atau kitab gundul dimana tidak ada harokat yang bisa membuat kita mudah membacanya,yang dikarang oleh para ulama’ terdahulu yang mengisikan pembelajaran entah makna hidup,entah tujuan hidup,entah amalan amalan hidup dsb.

Pembelajaran dipesantren memang kental tentang pembelajaran kitap kuning atau kata lain kitap gundul, ada ilmu tersendiri untuk bisa memahami makna dan mengerti lafadz yang ada dalam kitap kuning, mungkin para santri tidak asing lagi dengan pembelajaran, bahasa arab, shorrof dan nahwu, dimana ketiga pelajaran itu adalah sebagai alat untuk bisa memahami makna dan arti dalam kitap kuning itu sendiri.

Pembelajaran dipesantren biasanya dipegang oleh kyainya, dimana kyainya sangat berpengaruh terhadap perubahan santri,banyak orang yang tidak tau bagaimana kekuatan bahasa kyai dalam pesantren, kyai mampu memberikan bimbingan atau arahan yang mampu mengubah para santrimya, senakal nakalnya anak dipesantren jarang mereka berani melawan dauh (kata) dari kyainya, bahkan banyak cerita para santri bisa sukses hanya karna mau mendengarkan apa kata kyainya.

Bahasa yang digunakan kyai bukanlah bahasa khusus,para kyai menggunakan bahasa sehari harinya, tidak ada yang spesial dalam bahasa kyai tapi semua itu mampu memberika perubahan bagi santrinya, santri mampu tau bahkan tidak sedikit dari mereka melakukan apa yang telah kyainya katakan atau diberikan arahan.

Didikan para kyai memang tidak bisa diragukan lagi sudah terbukti,bahwa lulusan pesantren tidak kalah juga dengan dunia moderen banyak toko toko Indonesia yang bergabung didunia politik atau bisnis yang itu juga lulusan pesantren,ada diantara mereka melakukan hal itu karena semata-mata perintah dari sang kyai.[]***

Pengirim :
Nur Hayati, mahasiswi Jurusan Tadris Bahasa Indonesia IAI Al-Qalam Malang, email : nur997582@gmail.com