Pasangan Ngebet Nikah Tapi Kita Belum Siap, Bagaimana Pandangan Islam?

Opini0 Dilihat

Oleh : Iis Narahmalia*

Pernikahan dalam pandangan Islam adalah ibadah yang amat sakral melalui sebuah ikatan pernikahan dimana dua insan yang berelainan jenis dapat hidup bersama dengan direstui secara agama, kerabat dan masyarakat. Janji suci ini tidak hanya mengikat dua insan saja melainkan menggabungkan dua buah keluarga yang memiliki latar belakang yang berbeda.

Pasangan yang dimaksud disini tentunya sah dalam agama dan sudah menjalani masa ta’aruf (pendekatan) yang sudah diketahui oleh dua pihak keluarga sehingga akan berlanjut kehubungan yang lebih serius, matang, dan halal. Tidak hanya sebatas perjanjian dua insan dalam jabatan tangan mempelai pria dengan wali yang dihadiri para saksi, namun nikah juga perjanjian antar makhluk Allah dengan Sang khalik. Dalam lantunan ucapan ijab qobul Allah menyebutnya mitsaqon gholidzo atau perjanjian Allah yang kuat, karena setelah menjadi suami istri yang sah secara agama jangnlah mudah mengucapkan kata perceraian.

Sebuah pernikahan juga menjadi pemindahan segala bentuk tanggung jawab dari orang tua kepada sang suami, mulai dari pemberian nafkah lahir dan batin, tanggung jawab memberikan sandang, pangan dan papan kepada sang istri. Tidak setiap orang memiliki target yang sama perihal menikah, mungkin ada seseorang yang memilih untuk mapan dalam segala bidang dan baru menikah atau sebaliknya dengan menikah tanpa mapan terlebih dahulu memang diniatkan karena setelah menikah Allah akan membukakan beribu jalan pintu rizki.

Mungkin beberapa hal yang sedang dialami anda saat ini sedang merasa kelimpungan dalam menghadapi seorang pasangan. Dirinya sudah menyatakan ini cepat-cepat menikah namun diri anda sendiri belum siap. Bagi diri anda pribadi yang juga mencintai pasanaganya mungkin berfikir belum siap menikah karena ada beberapa impian yang belum bisa tercapai sehingga anda sendiri berusaha untuk mencapai impian itu dan merasa belum siap untuk menikah. Lantas bagaimana pandangan Isam menghadapi pasangan yang ngebet nikah?

Baca Juga :  Menjaga Keseimbangan: Pentingnya Regulasi Hukum dalam Mendorong Pertumbuhan Investasi dan Pasar Modal yang Berkelanjutan

Ada banyak hal yang menyebabakan seseorang ingin segera menikah bisa jadi karena faktor internal maupun eksternal. Dalam Islam sendiri fiqih nikah pada dasarnya sunah kepada mereka yang mampu, berikut beberapa pandangan dari madzhab ulama fiqiah diataranya :
a. Mazhab Hanafi: Nikah adalah akad yang berarti mendapatkan hak milik untuk melakukan hubungan seksual dengan perempuan yang tidak ada halangan untuk dinikahi secara syari.
b. Mazhab Maliki: Nikah adalah sebuah akad yang menghalalkan hubungan seksual dengan perempuan yang bukan mahram, bukan majusi, bukan budak, dan ahli kitab, dengan sighah.
c. Mazhab Syafii: Nikah adalah akad yang mencakup pembolehan melakukan hubungan seksual dengan lafaz nikah, tazwij atau lafaz yang maknanya sepadan
d. Mazhab Hambali: Nikah adalah akad perkawinan atau akad yang diakui di dalamnya lafaz nikah, tazwij dan lafaz yang punya makna sepadan. Karena mayoritas umat Islam di Indonesia mengikuti madzhab syafi’i hukum pernikahan akan merujuk pada ulama fikih dari madzhab ini.
Sebagaimana dilansir laman NUOnline, Sa‘id Mushtafa Al-Khin dan Musthafa al-Bugha, dalam kitab Al-Fiqhul Manhaji ‘ala Madzhabil Imamis Syâfi’i (Juz IV, hlm. 17) menjelaskan: “Nikah memiliki hukum yang berbeda-beda, tidak hanya satu. Hal ini mengikuti kondisi seseorang [secara kasuistik].”

Vibes Lebaran Bentuk Karakter Siap Mental

Masih dalam pembahsna bulan syawal tentang perayaan hari raya idul fitri kemaren kecenderungan yang dialami umat jomblo biasaanya sering ditanya kapan nikah ? mana gandenganya ? mau dihalalin kapan ? Itulah beberapa pertanyaan yang sering terlontar dari para kerabat dan tetangga. Cukup miris bukan, hihi

Baca Juga :  Humanisasi Ilmu : Mempertahankan Nilai-Nilai Moralitas di Era Society 5.0

Menikah memang tidak hanya dengan modal mantap saja namun berbagai ubarampe yang harus dipersiapkan dalam melansungkan sebuah pernikahan. Beberapa hal yang membuat seseorang ingin cepat menikah entah karena keinginan sendiri, desakan orang tua, kerabat ayau keluarga, atau bahkan usia yang tidak lagi muda. Jika sudah ngebet nikah biasanya pasangan akan menunjukan tanda-tanda seperti ini : Pertama, selalu menyelipkan kata “Pernikahan” di setiap pembicaraan. Jika sedikit-sedikit ia membahas rencana rumah tangga bahkan keinginan memiliki momongan juga terkadang me nge tag hal-hal terkait tentang pernikahan di akun sosial anda. Kedua, selalua membayangkan pernikahan ideal bersama anda. Ia juga mungkin sudah mempunyi bayangn perenikahan baik dari segoi kostum, mahar bahkan siapa saja yang akan diundang. Ketiga, sering menanyakan kapan anda siap. Jika segala masig agresif yang ia keluarkan tidak mempan kemungkinan ia akan menembak atau mengatakan “kapan kamu siap akan menikah”. Anda biasanya akan kelabakan dengan sulit mengatakn berbagai hal yang anda pertimbangkan.

Sebagai seorang wanita kita tentunya memiliki hak atau sebuah keputusan yang harus benar-benar kita pegang. Karena sejatinya menikah tidak hanya mencapai kesenangan seksual semata namun mencapai kehidupan keluarga sakinah, mawaddah, warochmah.

Lelaki Shalih Memilih Istri Sholihah

Memilih istri merupakan perkara yang ikut menentukan kebahagiaan atau kesengsaraan seorang laki-laki. Karena bisa dikatakan kebahagiaan seorang laki-laki bergantung pada seorang istri. Betapapun nasib yang dialami seorang laki-laki ketika seorang perempuan masih setia mendampingi maka suami akan tetap energik (semangat) maka insyallah segala permasalahan bisa terselesaikan.

Baca Juga :  Zakat dan Wakaf di Era Digital: Potensi Besar yang Belum Sepenuhnya Terkelola

Pada zaman globalisasi ini unsur-unsur akhlaqul karimah dijungkir balikan dan hukum Allah SWT diabaikan. Dan ketika suatu tolong-menoling menjadi sebuah hal yang absurd sedangkan solidaritas dalam hal kejahatan sudah merajalela tentunya sebuah kesalihan akan menjadi hal yang langka dan mahal. Sebagaimana perumpaan bahwasanya di antara sewluruh manusia itu sedikit sekali yang berilmu dan yang beramalm sholih. Segala hal yang terjadi di muka bumi ini tidaklah lepas dari kekuasaan Allah SWT baik dari jodoh, kematian dan rejeki setiap manusia telah ditentukan.

Dalam menyikapi seorang pasangan kita yang sudah ngebet nikah tersebut tentnya kita memiliki hak siapa sejatinya laki-laki tersebut. Ketika telah berusaha menjadi pribadi perempuan yang solikhah tentunya Allah SWT akan menghadirkan sosok laki-laki yang sholih buat kita. Maka ketika seorang pasangan menanyakan kesiapan kita untuk menikah dengan tegas dan dengan segala kemantapan kita bisa menjawab dengan ucapkan “Sudahkan kamu siap menjadi sosok imam yang shalih” ketika jawaban itu dilontarkan kepada pasangan kita mereka yang beragama dan berilmu tinggi tentunya akan lebih berfikir panjang karena laki-laki shalih itu ? mereka yang senantiasa beriman dan bertaqwa dengan segala tanggung jawab dan keilmuanya untuk berjihad di jalan Allah SWT yang mampu membentuk bahtera rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warachma fidunya hadzal akhirah. Amiin.[]

*Penulis adalah Mahasiswi Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, Email : iisnarahmalia05@gmail.com

banner 300250