Ketika pagi bersemi
Menapaki jalan penuh misteri
Tetesan embun mengering sunyi
Terbakar mentari yang mulai meninggi
Padang gersang menyala kembali
Terbangkan debu letihkan kaki
Fatamorgana mulai merasuki
Kesetiaan siang kini diuji
Hampir saja dehidrasi,
Bahkan aku bisa mati
Tuntaskan asa hilangkan mimpi
Jikalau sore tak menghampiri
Usai sudah balada bumi
Malam panjang tiba kini
Selimut kehidupan bentangkan diri
Tentang waktu, esok lagi?
Pulau Weh, 16 Januari 2024
Karya : Muksalmina Sbg
(Muksalmina Sbg, lahir di Sabang 16 November 1997. Hobi Menulis, beberapa karyanya pernah dimuat media lokal Aceh. Saat ini menjadi santri di Yayasan Dayah Ulee Titi, Aceh Besar. Tinggal di Desa Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh)








