Pada dasarnya, kemajuan teknologi informasi berperan atas akses informasi dari berbagai Kawasan dunia. Seperti dua mata koin, kemajuan teknologi informasi memiliki kontras yang signifikan pada manfaat dan bahaya. Pada satu sisi, kemudahan akses akan informasi membuat hidup lebih efektif. Di sisi lain, banyaknya tumbukan informasi tanpa penyaringan justru akan membahayakan. Ketidakhadiran agama sebagai pedoman atas segala informasi yang diterima akan memengaruhi tingkat keimanan. Asumsinya, makin turun keimanan seseorang, pasti diikuti dengan penurunan moral kebaikan dari karakter seorang muslim.
Kewajiban generasi muda untuk bijak dalam menghadapi masalah ini ditekankan pada urgensi untuk mempelajari studi agama Islam. Islam sebagai agama yang menyajikan petunjuk dan tuntunan dalam mencari nilai-nilai kehidupan pada pengikutnya, akan membuat umat muslim tidak tersesat dan akan dituntun untuk meraih tujuan hidup sehingga mereka akan selalu berlaku baik dan peduli kepada sesama makhluk hidup.
Bagaimanapun, usaha ini bukan usaha yang mudah. Fenomena sosial pada zaman sekarang menunjukkan munculnya penurunan moral seperti deviasi akidah. Seseorang yang menurun akidahnya berpotensi terinfluensi oleh banyak hal buruk. Tanda-tandanya dimulai dengan munculnya keraguan akan kedudukannya, kurangnya pertanggung jawaban sebagai muslim atas segala aksinya, dan turunnya kemampuan dalam menyelesaikan masalah sosial. Untuk menciptakan karakter yang religious, muslim harus memiliki niat untuk mengakui bahwa seluruh tindakannya akan dicatat dan akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak. Untuk memecahkan masalah ini, muslim juga diajarkan untuk senantiasa mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai pelajaran Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, mempelajari kepercayaan Islam mempunyai keterkaitan erat dengan karakter yang baik.
Islam adalah agama dari Allah SWT yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW, dan salah satu akhir tujuan ajarannya adalah keimanan dan kepatuhan terhadap akidah. Akidah atau al-aqdu berarti mempercayai Allah tanpa sedikitpun keraguan sehingga hati terasa tenang. Dunia modern bergerak begitu pesat sehingga diperlukan penenang untuk umat muslim modern. Sebagai contoh, bagi umat muslim yang bekerja sehari-hari tanpa jeda dan siswa yang menuntut ilmu dan mengalami kesulitan. Dalam dua kasus ini, salat lima waktu dan ibadah sunnah Nabi Muhammad SAW menjadi peran yang sangat penting sebagai penenang untuk mengembalikan semangat hidup di dunia dalam mengumpulkan amal. Ibadah dapat menunjukkan umat muslim akan kesyahduan hati dan pikiran / peace of mind.
Urgensi studi islam dalam membentuk karakter religious muslim sangatlah penting untuk membentuk formasi kualitas sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia yang meningkat akan memajukan kesejahteraan bangsa dan negara. Studi Islam memiliki tiga prinsip esensial. Tiga prinsip ini yaitu iman, ibadah, dan moral. Studi Islam sejatinya memiliki esensi tugas untuk menjadi pondasi dari segala-galanya. Baik dunia fisik maupun non-fisik. Prinsip iman dikenal umat muslim melalui enam rukun iman. Yaitu Iman kepada Allah, Iman Kepada Malaikat, Iman Kepada Kitab-Kitab Allah, Iman kepada Nabi dan Rasul, Iman Kepada Hari Kiamat, Iman kepada Qada dan Qodar. Mengimani enam fondasi kepercayaan Islam tersebut memberikan ketenangan untuk manusia sebagai makhluk hidup. Prinsip kedua yaitu prinsip studi Islam sebagai ibadah.
Ibadah yang dilakukan di dunia dan seakan memiliki tempo yang sangat cepat, dapat mempermudah umat islam untuk menenangkan pikiran dan mengembalikan semangat untuk beramal. Prinsip ketiga yaitu prinsip studi Islam sebagai penunjang moral. Prinsip ketiga inilah yang paling penting ketika membahas konteks urgensi studi Islam. Islam berperan sebagai filter dalam menyaring segala budaya yang masuk dan yang diterima oleh umat Islam. Prinsip Islam sebagai penunjang moral akan mengingatkan umat muslim untuk senantiasa mengembalikan segala tindak tanduknya di dunia kembali kepada agama.
Agama memiliki serangkaian aturan yang sifatnya membedakan mana yang hak dan bathil. Moral manusia beriman akan naik secara signifikan saat mempelajari studi Islam. Selain itu, ajaran agama Islam mengandung nilai-nilai dan norma yang mengatur hubungan antara manusia dengan manusia serta manusia dengan lingkungannya. Oleh karena itu, studi Islam di masa perkembangan teknologi informasi sangatlah krusial dalam menjaga umat islam dari segala potensi sifat-sifat buruknya dimana manusia merupakan makhluk yang tak luput dari kesalahan dan dosa.[]***
Pengirim :
Siti Nurainuniisa, mahasiswi UIN Jakarta, email : sitnrniisa@gmail.com
