Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Dampak bencana banjir hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada penghujung November 2025 lalu masih menyisakan kerusakan serius di berbagai sektor. Infrastruktur jalan hingga fasilitas pelayanan air bersih milik pemerintah daerah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah dan membutuhkan penanganan segera.
Sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi tersebut, Wakil Gubernur Aceh melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik infrastruktur terdampak di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (12/5/2026).
Lokasi yang dikunjungi meliputi ruas jalan kawasan Alur Manis, Simpang 5 Rantau hingga Bukit Suling yang selama ini menjadi jalur vital aktivitas masyarakat dan distribusi barang. Dalam peninjauan itu, terlihat sejumlah badan jalan mengalami kerusakan berat akibat terjangan arus banjir dan longsoran tanah.
Kerusakan tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan terdampak.
Selain meninjau infrastruktur jalan, Wakil Gubernur Aceh juga mendatangi fasilitas Perusahaan Air Minum milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang berada di kawasan bantaran sungai. Fasilitas tersebut diketahui menjadi salah satu aset daerah yang mengalami dampak cukup serius akibat bencana hidrometeorologi beberapa bulan lalu.
Dari hasil peninjauan, sejumlah sarana dan prasarana perusahaan air minum mengalami kerusakan pada bagian instalasi dan jaringan pendukung sehingga operasional pelayanan air bersih kepada masyarakat belum dapat berjalan maksimal.
Kondisi itu menyebabkan distribusi air bersih kepada warga di beberapa wilayah masih berlangsung terbatas dan memerlukan penanganan cepat agar pelayanan publik dapat kembali normal.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Aceh turut didampingi Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, S.E.I serta Sekretaris Daerah Aceh Tamiang Drs. Syuibun Anwar.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap Pemerintah Aceh dapat memberikan dukungan penuh dalam percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana, terutama pada sektor jalan dan layanan air bersih yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah juga berharap adanya sinergi lintas sektor agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera direalisasikan demi mendukung kembali aktivitas ekonomi serta pelayanan publik di Kabupaten Aceh Tamiang.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan prioritas terhadap fasilitas umum yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.[]














