BNPP Sulap Lumpur Sisa Banjir jadi Peluang Bisnis Genteng di Aceh Tamiang

Aceh, Berita201 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Endapan lumpur dan tanah liat yang selama ini dianggap sebagai sisa bencana ternyata menyimpan potensi ekonomi baru. Melalui pelatihan pembuatan genteng bagi para pengrajin batu bata di Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI berupaya mengubah material sisa banjir hidrometeorologi menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat terdampak.

Pelatihan yang berlangsung di Pabrik Batu Bata Kampung Simpang Empat, Kamis (18/6/2026) lalu itu diikuti 25 pengrajin dari tiga kecamatan. Sebagian besar peserta merupakan pelaku usaha yang telah memiliki tungku batu bata sehingga diharapkan proses pengembangan usaha dapat dilakukan lebih cepat.

Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, serta Asisten Deputi Infrastruktur Fisik BNPP RI, Amrullah M. Ridha, S.Sos., M.Sc.

Baca Juga :  Pemerintah Targetkan Rp13.032 T Investasi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Program ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi bagian dari strategi rehabilitasi pascabencana yang mengedepankan pemanfaatan sumber daya lokal. Material tanah liat hasil endapan banjir yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan kini diarahkan menjadi produk konstruksi bernilai ekonomi.

Mewakili Bupati Aceh Tamiang, Plt. Sekda Syuibun Anwar menyampaikan apresiasi terhadap langkah BNPP yang dinilai dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan usaha warga dalam jangka panjang.

Menurutnya, melimpahnya endapan tanah liat akibat luapan banjir dapat menjadi peluang baru apabila diolah secara tepat.

“Manfaatkan pelatihan teknik pengolahan tanah liat ini agar genteng yang dihasilkan bernilai ekonomi dan memiliki kualitas yang kuat, presisi, serta tahan terhadap cuaca ekstrem,” ujar Syuibun.

Baca Juga :  Pj Bupati Asra Hadiri Pembukaan POPDA Aceh Timur

Sementara itu, Asisten Deputi Infrastruktur Fisik BNPP RI, Amrullah M. Ridha, menegaskan bahwa program tersebut merupakan upaya nyata agar proses pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kami sangat serius dalam membantu warga Aceh Tamiang. Kami berharap pelatihan ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” kata Amrullah.

Keseriusan program itu juga terlihat dari tahapan yang telah dilakukan sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah mengirimkan 30 kilogram sampel lumpur endapan banjir untuk diuji sebagai bahan baku pembuatan genteng. Hasil pengujian menunjukkan material tersebut memenuhi standar sebagai bahan dasar produksi genteng.

Baca Juga :  Tiga Nelayan Tamiang yang Tenggelam di Selat Malaka Dipulangkan dari Malaysia

Untuk memperkuat keterampilan peserta, BNPP menghadirkan narasumber dari Koperasi Genteng Majalengka yang diharapkan dapat mentransfer pengalaman dan pengetahuan praktis kepada para pengrajin, mulai dari teknik pengolahan hingga standar kualitas produk.

Ke depan, program tersebut diproyeksikan tidak hanya mendukung kebutuhan material pembangunan pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Di tengah proses pemulihan pascabencana, inisiatif ini menunjukkan bahwa sisa-sisa bencana tidak selalu berakhir menjadi beban. Di tangan masyarakat yang dibekali keterampilan, lumpur yang dulunya dianggap masalah dapat berubah menjadi atap bagi rumah-rumah baru sekaligus harapan bagi kehidupan yang kembali tumbuh.[]

banner 300250