Forum Mukim Aceh Tamiang Tolak Kegiatan Bertema “Pesta Babi Kolonialisme”

Aceh, Agama, Berita0 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Forum Mukim Kabupaten Aceh Tamiang mengambil langkah tegas dengan melarang kegiatan bertajuk “Nobar dan Diskusi (Pesta Babi Kolonialisme)” yang direncanakan berlangsung pada hari ini Jumat, 15 Mei 2026 di Berisik Coffee, Jalan S. Parman, Dusun Bakti, Kecamatan Kota Kualasimpang.

Keputusan tersebut disampaikan langsung Ketua Forum Mukim Aceh Tamiang, Amriadi, BA atau yang akrab disapa sebagai Erdogan Atjeh, setelah melakukan koordinasi dengan pemerintah kampung serta sejumlah pihak terkait.

Menurutnya, meskipun kegiatan diskusi dan penyampaian pendapat merupakan hak setiap warga negara, namun tema dan istilah yang digunakan dalam kegiatan tersebut dinilai tidak sesuai dengan nilai Syariat Islam, adat istiadat Aceh, serta berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Ekosistem Organisasi: Hutan yang bisa Layu jika tak Dirawat

“Aceh adalah daerah bersyariat yang menjunjung tinggi adat dan akhlak. Setiap kegiatan di ruang publik harus menjaga kesopanan bahasa dan menghormati nilai agama yang berlaku,” tegas Erdogan Atjeh.

Ia menilai penggunaan istilah yang berkaitan dengan sesuatu yang diharamkan dalam Islam sangat tidak layak dijadikan tema kegiatan terbuka untuk umum. Forum Mukim juga menegaskan bahwa langkah pelarangan tersebut mengacu pada Qanun Aceh tentang pelaksanaan Syariat Islam, pembinaan kehidupan adat, serta ketertiban umum.

Forum Mukim sebelumnya telah meminta aparat terkait, termasuk Satpol PP dan WH, untuk tidak memberikan ruang terhadap kegiatan yang dinilai bertentangan dengan norma agama dan budaya masyarakat Aceh.

Hasil koordinasi yang dilakukan pada Kamis malam juga memastikan bahwa kegiatan tersebut resmi dibatalkan oleh Datok Penghulu Kampung Sriwijaya, Kecamatan Kota Kualasimpang, Ismail Lubis. Pembatalan itu dituangkan dalam surat resmi pemerintah kampung guna menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Baca Juga :  Ketua BKMT Aceh Minta Majelis Taklim Dijadikan Wadah atasi Masalah Sosial

Dalam keterangannya, Forum Mukim tetap mengapresiasi semangat generasi muda dalam membahas sejarah dan persoalan bangsa. Namun, penyampaian gagasan diminta tetap menggunakan bahasa yang santun, beretika, dan tidak menyinggung nilai-nilai yang dijunjung masyarakat Aceh.

“Silakan berdiskusi dan menyampaikan kritik, tetapi harus dengan cara yang beradab dan menghormati Syariat Islam serta adat Aceh,” ujar Erdogan Atjeh.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara kegiatan terkait pembatalan tersebut.[]

banner 300250