Jumlah Pengungsi Banjir di Aceh Tamiang Turun Drastis, dari 57 Ribu Jiwa Tinggal 7 Ribu Jiwa

Aceh, Berita0 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Jumlah pengungsi korban banjir akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Data Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi Kabupaten Aceh Tamiang menunjukkan, sebagian besar warga terdampak ada yang telah kembali ke rumah dan ada juga yang telah mendapatkan Hunian Sementara (Huntara).

Berdasarkan Laporan Pantauan Data Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi, pada update data sementara 12 Januari 2026 pukul 18.00 WIB, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 14.439 kepala keluarga (KK) atau 57.027 jiwa yang tersebar di 76 titik pengungsian.

Namun, pada update data terbaru 16 Januari 2026 pukul 18.00 WIB, jumlah tersebut berkurang drastis menjadi 1.580 KK atau 7.194 jiwa, dengan jumlah titik pengungsian menyusut menjadi 69 lokasi.

Baca Juga :  Ini Sosok Ebrahim Raisi Presiden Baru Iran yang Ditakuti Israel

Meski jumlah pengungsi menurun, dampak banjir di Aceh Tamiang masih tergolong luas. Data posko mencatat banjir telah berdampak pada 12 kecamatan dan 209 kampung. Jumlah korban meninggal dunia masih tercatat 101 orang, sementara 18 orang lainnya mengalami luka-luka.

Selain itu, ribuan fasilitas dan rumah warga terdampak. Tercatat sebanyak 37.888 unit rumah terdampak dengan berbagai tingkat kerusakan. Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur jalan sepanjang 723 kilometer, jembatan, fasilitas pelayanan kesehatan, sarana pendidikan, perkantoran, pasar, hingga sarana ibadah.

Sektor pertanian dan perekonomian masyarakat turut mengalami kerugian. Banjir merendam ribuan hektare sawah, kebun, serta lahan perkebunan. Dampak juga dirasakan pada sektor peternakan dengan puluhan ribu ternak dilaporkan terdampak.

Baca Juga :  Rektor USK Serahkan Insentif untuk Mahasiswa MBKM Internasional

Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Badai Tropis Senyar Kabupaten Aceh Tamiang terus melakukan pemantauan dan pendataan secara berkala. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga masih menyiagakan personel serta memastikan kebutuhan dasar warga yang masih bertahan di pengungsian tetap terpenuhi.

Penurunan jumlah pengungsi ini diharapkan menjadi indikator membaiknya kondisi pascabanjir. Meski demikian, masyarakat harus tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di wilayah Aceh Tamiang.[]

banner 300250