Beberapa tahun yang lalu Indonesia mengalami pandemi Covid-19 yang mengakibatkan salah satunya yaitu menurunnya perekonomian negara. Perekonomian Indonesia pada tahun 2020 pascapandemi Covid-19 mengalami deflasi atau penurunan drastis karena pergerakan perkembangan ekonomi di Indonesia kurang stabil. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menetapkan rencana Green Economy sebagai salah satu strategi utama dalam jangka menengah panjang untuk mempercepat pemulihan perekonomian Indonesia pascapandemi Covid-19 dan mendorong terciptanya pembangunan yang berkelanjutan. Green Economy Indonesia ini berfokus pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan penurunan risiko kerusakan lingkungan.
Apakah strategi yang di lakukan pemerintah Indonesia itu benar-benar bisa memulihkan perekonomian Indonesia? Jika Green Economy berfokus pada penurunan risiko kerusakan lingkungan, bagaimana dengan kondisi kelautan Indonesia. Apakah pemerintah juga akan membuat strategi yang berfokus pada kelautan Indonesia?
Presiden Joko Widodo telah menyatakan bahwa Green Economy bisa menjadi kekuatan perekonomian Indonesia yang cukup besar di masa depan. Hal ini karena seluruh dunia sudah mulai mengembangkan perekonomian hijau yang juga bisa berdampak baik untuk masa depan. Green Economy ini sangat cocok diterapkan di Indonesia karena dilihat dari fungsinya bisa menurunkan risiko kerusakan lingkungan sebab seperti yang kita ketahui Indonesia ini termasuk negara ke-3 terbesar yang menyumbang sampah paling banyak dan bisa menyebabkan kerusakan lingkungan dan pemanasan global.
Pemerintah memiliki target net zero emission atau nol emisi karbon pada tahun 2060, hal ini untuk menciptakan Green Economy Indonesia yang rendah karbon. Dengan adanya Green Economy ini limbah akan berkurang sebesar 18% hingga 52% dan menurunkan gas rumah kaca sebesar 126 juta karbon dioksida. Berdasarkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Green Economy juga meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sekitar Rp 593 triliun – Rp 638 triliun di tahun 2030.
Adanya target net zero emission tersebut bisa membuat pemerintah mempercepat pengoptimalan energi terbarukan karena Green Economy ini sangat perlu enam sumber energi terbarukan yaitu, gelombang laut, panas bumi, bioenergi, air, angin, dan panas matahari. Tetapi sumber energi tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal yang mengakibatkan transisi Green Economy masih harus melalui jalan yang panjang.
Selain Green Economy, pemerintah juga membuat strategi Blue Economy untuk berfokus pada sektor kelautan. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan, potensi kekayaan laut Indonesia mencapai Rp 19,840 triliun dari 11 segmen usaha. Dengan adanya Blue Economy, kekayaan tersebut diharapkan dapat membantu ekonomi berkelanjutan, meningkatkan mata pencaharian, dan melestarikan ekosistem laut.
Sejak pascapandemi Covid-19 perekonomian Indonesia mengalami penurunan secara drastis. Oleh karena itu, strategi yang di buat pemerintah harus segera dilakukan supaya perekonomian Indonesia cepat pulih, sebab Green Economy dan Blue Economy ini bisa menjadi kekuatan perekonomian Indonesia yang cukup besar di masa mendatang.[]
Pengirim :
Syafrina Nafla Amalia, Prodi Akuntansi Mahasiswi Universitas Bangka Belitung








