Syafyuzal Helmi : Mahasiswa Aceh Harus jadi Garda Terdepan Mengawal Kebijakan dan Kedaulatan Rakyat

Aceh, Berita28 Dilihat

Banda Aceh, TERASMEDIA.NET – Aktivisme mahasiswa kembali menunjukkan wajah konstruktifnya di Aceh. Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Teuku Umar periode 2020–2021, Syafyuzal Helmi, dinilai berhasil menghadirkan gerakan mahasiswa yang tidak hanya lantang dalam kritik, tetapi juga nyata dalam aksi yang berpihak kepada masyarakat kecil.

Di tengah dinamika politik nasional pasca pelantikan Presiden Prabowo Subianto, Syafyuzal mengajak seluruh elemen mahasiswa Aceh untuk mengambil peran konstruktif dalam mengawal kebijakan pemerintah yang pro-rakyat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan sosial dari berbagai ancaman yang berpotensi memecah belah masyarakat, termasuk paham separatisme dan provokasi kepentingan sempit.

Sikap tersebut terlihat jelas saat polemik mengenai Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) memicu gelombang protes di sejumlah daerah. Berbeda dengan pendekatan demonstrasi yang berujung anarkis, Syafyuzal justru mendorong langkah strategis dengan menginisiasi pendirian posko pengaduan masyarakat bagi warga Aceh yang mengalami kendala layanan kesehatan.

Baca Juga :  Ini Nama-nama 5 Profesor Baru Universitas Syiah Kuala yang Baru Dikukuhkan

Posko pengaduan itu tidak hanya menjadi ruang aspirasi masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pendataan berbagai keluhan warga terkait pelayanan kesehatan. Melalui pendekatan berbasis data tersebut, mahasiswa dinilai mampu hadir sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat yang membutuhkan perhatian.

“Gerakan mahasiswa harus mampu melahirkan solusi, bukan sekadar kritik,” demikian semangat yang tercermin dari langkah yang digagas Syafyuzal bersama rekan-rekannya.

Selain fokus pada isu kesehatan, Syafyuzal juga menegaskan komitmennya menolak segala bentuk separatisme. Menurutnya, gerakan mahasiswa yang sehat adalah gerakan yang bertujuan memperbaiki keadaan bangsa dan daerah, bukan menciptakan perpecahan.

Ia turut mendorong mahasiswa Aceh untuk aktif mengawasi jalannya pembangunan daerah secara partisipatif. Pengawasan itu dinilai penting agar kebijakan dan anggaran pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, bukan hanya menguntungkan kelompok elite tertentu.

Baca Juga :  Start-Up dalam Pandangan Ekonomi Syariah

Langkah yang ditempuh Syafyuzal Helmi dinilai menjadi contoh konkret aktivisme mahasiswa modern yang berpihak pada rakyat. Gerakan tersebut tidak berhenti pada aksi turun ke jalan, tetapi diwujudkan melalui pendirian posko pengaduan, pengumpulan data masyarakat, hingga penyampaian solusi yang konstruktif.

Model gerakan seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pemimpin mahasiswa lainnya di Aceh, untuk tampil sebagai pengawal kebijakan yang kritis namun bertanggung jawab, sekaligus menjadi pembela kepentingan rakyat kecil secara nyata.[]

banner 300250