Pentingnya Kejujuran dalam Kehidupan yang Berkelanjutan

Apakah itu dilakukan dengan niat atau untuk membantu orang lain, semua orang pasti pernah berbuat kesalahan dan berbohong. Namun, sangat sulit untuk menemukan orang-orang di masyarakat saat ini yang benar-benar hidup dengan prinsip jujur. Sah diartikan sebagai disposisi yang mengungkapkan realitas atau membuat pernyataan dalam pandangan realitas. Jika seseorang melakukan sesuatu dengan kesungguhan dan keikhlasan sesuai dengan kebenaran yang diyakininya, maka ia dikatakan jujur.

 

Salah satu gambaran yang bisa kita dapatkan dari tindakan orang-orang yang tidak berperilaku jujur ​​adalah maraknya praktik korupsi di bidang politik. Padahal mereka tahu bahwa itu suatu kegiatan yang buruk. Dalam setiap pelaksanaan demokrasi, baik itu pemilu, pilkada, atau yang lainnya, kejujuran hampir selalu mangkir. Mulai dari ketidakpercayaan, masalah terus berlanjut hingga yang dilakukan dengan menangani orang-orang secara sungguh-sungguh dan kokoh selalu dihambat dan diabaikan.

Baca Juga :  Kepala BPKA Bustami Hamzah Mengundurkan Diri

 

Kejadian umum lainnya adalah ketika siswa tidak lagi jujur ​​saat mengikuti ujian. Alih-alih bekerja keras dan jujur, mereka lebih suka mendapat nilai tinggi dengan cara curang. Karena mereka merasa bahwa nilai yang besar lebih berharga daripada nilai yang kecil meskipun telah dilakukan dengan kepercayaan pada diri sendiri atau kejujuran.

 

Itulah hal yang harus disesuaikan dengan pandangan siswa, bahwa nilai yang mereka peroleh dari hasil yang buruk tidak serta merta menghasilkan kepuasan, tentunya hal itu dapat menyesatkan mereka, apalagi mereka tidak melihat apa yang telah mereka pelajari. Kejujuran membutuhkan usaha yang konstan setiap saat. Ketika hari ini kita jujur, bukan berarti kita adalah orang yang jujur. Berterus terang karena sifat kejujuran tersebut harus selalu ditunjukkan.

Baca Juga :  Penyebab dan Dampak Meningkatnya Dispensasi Nikah di Indonesia

 

Kejujuran merupakan kebenaran yaitu kesesuaian antara ucapan, perbuatan, perasaan dengan kenyataan sebenarnya. Wajar jika perilaku jujur ​​diwajibkan oleh Islam karena ada alasan yang akan membawa manusia pada kebaikan. Orang jujur ​​adalah mereka yang berani menerima kenyataan dan memiliki jiwa pahlawan. Bersikap jujur ​​dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik seseorang serta rasa tenang mereka. Sebab fondasi yang kuat untuk masa depan adalah kejujuran yang tulus.[]

 

Pengirim :

Siti Aisya, mahasiwa Jurusan Akuntansi Universitas Bangka Belitung

banner 300250

News Feed