Lhokseumawe, TERASMEDIA.NET – Musyawarah Besar (MUBES) Ikatan Mahasiswa Aceh Tamiang (IMATA) Lhokseumawe–Aceh Utara Tahun 2026 sukses digelar selama tiga hari, 1–3 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pemuda Islam Indonesia (PII) Lhokseumawe dan Aqshar Caffe tersebut menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi mahasiswa asal Aceh Tamiang.
MUBES IMATA 2026 mengusung tema “Menyiapkan Pemilihan dan Pemimpin yang Cerdas”. Selain menjadi forum pergantian kepemimpinan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah evaluasi terhadap kepengurusan sebelumnya sekaligus merumuskan arah organisasi untuk periode mendatang.
Selama pelaksanaan MUBES, peserta mengikuti berbagai rangkaian persidangan, mulai dari pembahasan agenda dan tata tertib persidangan, pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan sebelumnya, hingga proses pemilihan Ketua Umum IMATA periode 2026–2027.

Seluruh tahapan persidangan berlangsung secara demokratis dengan mengedepankan prinsip musyawarah, kekeluargaan, serta semangat kebersamaan antaranggota.
Dalam forum tersebut, Sabra Al Muqtadha resmi terpilih sebagai Ketua Umum IMATA Lhokseumawe–Aceh Utara periode 2026–2027. Ia menggantikan Dilla Safana Ulya yang telah menyelesaikan masa kepemimpinannya sebagai Ketua Umum demisioner.
Terpilihnya Sabra diharapkan menjadi awal baru bagi IMATA untuk terus berkembang menjadi organisasi mahasiswa yang progresif, solid, serta mampu menjadi wadah bagi mahasiswa asal Aceh Tamiang dalam mengembangkan potensi dan berkontribusi bagi masyarakat serta daerah.
Sabra Al Muqtadha lahir pada 17 September 2006 di Kampung Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Ia merupakan putra Mustafa Kamal.
Sebagai mahasiswa asal Aceh Tamiang yang menempuh pendidikan di perantauan, Sabra memiliki semangat untuk memperkuat solidaritas antarmahasiswa Aceh Tamiang. Ia juga diharapkan mampu membawa IMATA menjadi organisasi yang lebih aktif, bermanfaat, serta memberikan dampak positif bagi anggotanya dan daerah asal.
Dengan berakhirnya MUBES IMATA 2026, kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Sabra Al Muqtadha diharapkan dapat menjaga semangat kebersamaan yang telah dibangun selama ini.
Selain melanjutkan program-program yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya, kepengurusan baru juga diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi dan gagasan baru guna memperkuat eksistensi IMATA sebagai wadah silaturahmi, pengembangan potensi, dan kontribusi mahasiswa Aceh Tamiang di Lhokseumawe dan Aceh Utara.[]










