Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkab Aceh Tamiang Gandeng ORARI Siapkan Komunikasi Darurat

Aceh, Berita108 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET — Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memperkuat langkah mitigasi bencana menyusul prospek cuaca dan iklim terkini yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh. Potensi curah hujan tinggi dalam beberapa bulan ke depan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Atas instruksi Bupati Aceh Tamiang Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., Pemkab Aceh Tamiang langsung menggelar rapat koordinasi mitigasi bencana di Aula Setdakab Aceh Tamiang, Selasa (15/9/2026).

Juru Bicara Pemkab Aceh Tamiang, Ajie Lingga, S.H., M.H., mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin penanganan baru dilakukan setelah bencana terjadi. Karena itu, berbagai skenario telah disiapkan, termasuk skenario terburuk atau worst-case scenario, dengan mengacu pada data dan kondisi wilayah.

Baca Juga :  Pj Gubernur Aceh Besok akan Tinjau Langsung Banjir Tamiang

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemetaan 101 titik evakuasi yang tersebar di 12 kecamatan. Dari jumlah tersebut, terdapat 80 Titik Tempat Evakuasi (TE), 19 Titik Evakuasi Terintegrasi Buffer Stock (TE+BS), serta dua pusat logistik utama.

Setiap titik evakuasi dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan warga terdampak, mulai dari tenda hunian, tenda kesehatan hingga tenda logistik. Penempatan buffer stock juga diperhitungkan agar bantuan dapat segera didistribusikan ketika terjadi kondisi darurat.

Selain tempat evakuasi, Pemkab Aceh Tamiang juga telah menghitung kebutuhan pangan, sandang dan papan berdasarkan jumlah penduduk di masing-masing kecamatan. Stok bantuan akan ditempatkan di lokasi yang dianggap strategis dan dekat dengan wilayah yang berpotensi terdampak.

Baca Juga :  USAID SEGAR Fokuskan Kegiatan Bisnis Hijau di Aceh Tamiang, Utara dan Timur

Untuk mengantisipasi kemungkinan terganggunya jaringan komunikasi seluler akibat cuaca buruk atau bencana, pemerintah daerah menyiapkan sistem komunikasi alternatif melalui kolaborasi dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) dan PT Pertamina.

Sistem komunikasi radio VHF-UHF disiapkan sebagai jaringan komunikasi darurat agar koordinasi di lapangan tetap dapat berlangsung ketika jaringan telekomunikasi mengalami gangguan. Dukungan pasokan energi juga menjadi bagian dari skenario kesiapsiagaan tersebut.

Ajie menegaskan, seluruh langkah itu disiapkan untuk memastikan pemerintah daerah dapat bergerak cepat apabila terjadi keadaan darurat. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan dan mengikuti informasi dari sumber resmi.

“Pemkab Aceh Tamiang hadir, siap dan bekerja penuh berbasis data serta perencanaan matang untuk melindungi seluruh masyarakat,” kata Ajie Lingga.

Baca Juga :  Himapol USK dan JASA Aceh Besar Hidupkan Nilai Kepahlawanan Panglima Polem IX Lewat Bakti Sosial

Pemkab Aceh Tamiang mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, BPBD, dan BMKG, terutama terkait perkembangan cuaca dan potensi bencana di wilayah Aceh Tamiang.[] TM/Red

banner 300250