Kelangkaan Semen Ancam Rehab-Rekon Aceh, Wagub Laporkan ke Mendagri

Aceh, Berita, Ekonomi23 Dilihat

Banda Aceh, TERASMEDIA.NET – Pemerintah Aceh terus berupaya mengatasi kelangkaan semen yang berpotensi menghambat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Aceh.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) telah melaporkan kondisi tersebut kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan Mendagri merespons laporan tersebut dan menyatakan akan segera mencari solusi untuk mengatasi persoalan pasokan semen di Aceh.

“Kelangkaan semen ini dapat mempengaruhi proses rehab-rekon pascabencana hidrometeorologi di Aceh. Karena itu, perlu dukungan pemerintah pusat agar kebutuhan semen segera terpenuhi,” ujar Nurlis, Selasa (4/8/2026).

Selain kepada Mendagri, Wagub Aceh juga menyampaikan laporan kepada CEO Danantara Rosan Roeslani dan COO Danantara Dony Oskaria. Laporan tersebut mendapat perhatian dan akan ditindaklanjuti untuk mencari solusi penambahan pasokan.

Baca Juga :  Pj Gubernur Minta Menteri Koperasi dan UKM Dukung Usaha Kecil dan Menengah di Aceh

Nurlis menjelaskan, berdasarkan evaluasi Pemerintah Aceh, kebutuhan semen saat ini mencapai sekitar 4.200 ton per hari. Sementara pasokan yang tersedia baru sekitar 3.700 ton per hari, sehingga masih terjadi kekurangan sekitar 500 ton per hari.

Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya harga semen di pasaran. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp70 ribu per sak, kini mengalami kenaikan hingga sekitar Rp120 ribu per sak.

Pemerintah Aceh berharap penambahan pasokan semen dapat segera dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung pembangunan, serta mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Sebelumnya, persoalan kelangkaan semen juga dibahas dalam rapat evaluasi yang dipimpin Asisten II Setda Aceh, Teuku Robby Izra. Dalam rapat tersebut, PT Solusi Bangun Andalas (SBA) menyampaikan langkah penambahan operasional Terminal Pengisian Krueng Geukuh II serta mendatangkan pasokan semen curah dari luar Aceh.

Baca Juga :  Guardiola Jamin Manc City Bakal Bombardir RB Leipzig di Leg Kedua

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan semen di Aceh sekaligus menstabilkan harga di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan pascabencana.[]

banner 300250