Pada tahun 2022 sampai 2024 saat covid-19 dinyatakan reda tempat wisata baru buka dimana – mana sehingga menciptakan era fomo traveler. Salah satunya wisata pantai legoanpari yang berada di sawarna sukabumi. Ia terkenal karna waterfall alaminya.
Pantai Legon Pari merupakan salah satu Pantai Sawarna yang masih jarang terjamah wisatawan, hal ini karena lokasinya tersembunyai dan aksesnya hanya bisa di lewati dengan kendaraan motor dan jalan kaki saja.
Lokasinya berada di sebelah timur Pantai Tanjung Layar. Dari jalan utama Desa Sawarna membutuhkan waktu 15 menitan untuk sampai ke panti ini menggunakan kendaraan motor.
Wisata pantai legoan pari menyajikan pemandangan yang sangat indah kita bisa melihat birunya laut dan hijaunya sawah dengan bersamaan saat jalan menuju sana.
Legon Pari merupakan teluk (lautan yang menjorok ke daratan) yang menyerupai huruf “U”, di tempat ini wisatawan bisa berenang bebas dengan ombak yang bersahabat, tapi tetap jangan terlalu ke tengah, karna bahaya, bisa tenggelam.
Wisata pantai Legon Pari Tempat yang pas untuk Anda yang ingin menenangkan pikiran, karena belum tidak banyak wisatawan yang tahu tempat ini. Dan tentunya disini Anda tidak akan menemukan sampah yang berserakan, yang ada hanya pasir pantai putih yang halus.
Biaya masuk kesana pun relatif murah untuk mengunjungi pantai ini maka tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Karena harga tiket masuk cuma Rp5000 per orang.
Tetapi jika kalian berkunjung kesana akan sulit untuk mencari penginapan yang mewah disini. Namun jika ingin menginap didekat pantai maka bisa menggunakan beberapa rumah warga yang disewakan untuk penginapan.
Untuk harga akan berkisar dari Rp250.000 hingga Rp 750.000 tergantung ukuran dan fasilitas yang ada.
Pada tahun 2022 saya kesana melihat indahnya hamparan pasir putih dengan ombak sedang yang masih terbilang sepi karna belum banyak yang mengetahui namun saat saya pergi untuk kedua kalinya pada tahun 2024 pantai legon pari menjadi ramai karna sudah banyak yang memberi tahun keindahannya melalui media online sehingga para fomo traveler pun berbondong-bondong kesana untuk melihat keindahannya langsung.
FOMO (Fear of Missing Out) atau ketakutan terlewatkan menjadi fenomena yang semakin marak, termasuk dalam dunia traveling. Para FOMO Traveler didorong oleh keinginan untuk mengalami semua yang terbaik dan menunjukkannya kepada dunia melalui foto-foto indah di Instagram, TikTok, dan platform lainnya.
Semoga para fomo traveler bisa menjaga dan membuat nyaman nan indah tempat tempat yang mereka kunjungi dengan tidak mencemari dengan sampah dan merusak fasilitanya.[]
Penulis :
Raya Ovie Yani, tempat tinggal di Cilebut, Bogor, Email : rayaovieyani@gmail.com










