Konsolidasi Lanjutan DOB Peureulak Raya: Dari Langsa, Dukungan untuk Pemekaran Kian Menguat

Aceh, Berita118 Dilihat

Aceh Timur, TERASMEDIA.NET, – Perjuangan mewujudkan pemekaran Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Peureulak Raya terus bergerak. Tidak hanya berkonsolidasi di wilayah Peureulak, Komite Persiapan Pemekaran juga mulai merajut krwilayahi dengan berbagai elemen masyarakat Peureulak yang berada di luar daerah.

Sabtu (29/8/2026), sejumlah pengurus persiapan pemekaran Peureulak Raya melakukan silaturahmi dengan Komunitas P70 di Kota Langsa.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi untuk memperluas dukungan sekaligus membangun kesamaan pandangan bahwa perjuangan pemekaran membutuhkan energi kolektif dari seluruh elemen masyarakat.

P70 sendiri merupakan komunitas yang menghimpun masyarakat Peureulak yang kini berdomisili di Kota Langsa. Di dalamnya tergabung berbagai latar belakang masyarakat, termasuk sejumlah mantan pejabat dan purna bakti pemerintahan Aceh Timur.

Kehadiran mereka menjadi ruang strategis bagi panitia persiapan pemekaran untuk bertukar pikiran, menyerap pengalaman sekaligus mendapatkan dukungan moral terhadap perjuangan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Suasana pertemuan berlangsung santai namun sarat makna. Momentum coffee morning dan sarapan pagi bersama justru menciptakan ruang dialog yang cair. Tidak ada sekat antara panitia, tokoh masyarakat maupun para perantau Peureulak. Semua larut dalam satu pembicaraan bagaimana mimpi Peureulak Raya dapat diwujudkan menjadi kenyataan.

Baca Juga :  Banjir dan Longsor Ancam Masa Depan Kopi Gayo, Produktivitas Petani Mulai Tertekan

Pertemuan tersebut disambut langsung Ketua P70, H. Agussalim, SH, didampingi H. Sofyan Pakeh serta sejumlah anggota komunitas P70 lainnya.

Kehangatan sambutan semakin memperkuat optimisme bahwa gagasan pemekaran Peureulak Raya bukan hanya milik mereka yang berada di kampung halaman, tetapi juga menjadi perhatian masyarakat Peureulak yang berada di berbagai daerah.

Dalam kesempatan itu, Sanusi A Saman mengatakan bahwa perjuangan pemekaran Peureulak Raya sejatinya bukanlah gagasan yang baru muncul hari ini.

“Ini adalah garapan sekaligus mimpi masyarakat Peureulak yang telah diperjuangkan sejak 26 tahun lalu. Kami hari ini hanyalah generasi penyambung mimpi dan harapan itu (seu mambong perjuangan),” ujarnya.Sanusi A. Saman yang juga turut hadir Deklarator DOB Peureulak Raya, Fattah Fikri.

Sanusi menambahkan, perjalanan panjang tersebut membutuhkan lebih dari sekadar dokumen administratif.

Baca Juga :  Mengenal Objek Wisata Pantai Pulau Rukui Nan Indah di Aceh Tamiang

Perjuangan pemekaran juga memerlukan konsolidasi, dukungan politik, kekuatan moral, serta keberanian untuk terus mengetuk pintu para pengambil kebijakan.

“Karena itu kami membutuhkan amunisi, baik semangat maupun dukungan dalam berbagai bentuk lainnya. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh elemen masyarakat memiliki persepsi yang sama bahwa pemekaran ini merupakan kepentingan bersama,” katanya.

Menariknya, pertemuan pagi itu juga dihadiri Hendra Nurdin, salah seorang perintis perjuangan pemekaran DOB Kota Panton Labu.

Kehadirannya menjadi warna tersendiri dalam diskusi, terutama karena pengalaman panjang dalam memperjuangkan agenda pemekaran daerah.

Pertukaran pengalaman tersebut memberikan perspektif bahwa perjuangan membentuk daerah otonomi baru bukan pekerjaan sehari dua hari.

Dibutuhkan kesabaran, konsistensi, kemampuan membangun komunikasi politik dan yang paling penting adalah menjaga soliditas seluruh kekuatan pendukung.

Bagi Komite Persiapan Pemekaran Peureulak Raya, konsolidasi ke berbagai simpul masyarakat seperti ini menjadi bagian penting dari strategi perjuangan. Sebab, semakin luas dukungan yang terbangun, semakin kuat pula legitimasi sosial yang dapat dibawa ke meja politik dan pemerintahan.

Baca Juga :  Dorong Ekonomi Desa Lebih Mandiri, Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih

Kini perhatian mulai diarahkan kepada Pemerintah Kabupaten dan DPRK Aceh Timur sebagai kabupaten induk.

Harapannya, dukungan masyarakat yang semakin luas dapat berbanding lurus dengan keberanian politik para pemangku kebijakan untuk memberikan ruang bagi aspirasi pemekaran.

Dokumen-dokumen persiapan yang telah disusun diharapkan tidak berhenti menjadi tumpukan administrasi, tetapi dapat segera masuk pada tahapan pembahasan politik dan kelembagaan, termasuk proses paripurna sesuai mekanisme yang berlaku.

Bagi masyarakat Peureulak Raya, momentum ini bukan sekadar tentang lahirnya sebuah daerah baru.

Lebih jauh, pemekaran dipandang sebagai ikhtiar untuk menghadirkan pelayanan pemerintahan yang lebih dekat, pembangunan yang lebih merata, serta masa depan kawasan Peureulak yang lebih terarah.

Dari Langsa, pesan itu kembali ditegaskan perjuangan Peureulak Raya belum selesai. Ia sedang bergerak dari satu simpul dukungan ke simpul dukungan lainnya.

Dan setelah 26 tahun menjadi mimpi, kini masyarakat berharap mimpi tersebut menemukan jalan politik menuju kenyataan.[] M. Thaib/TM-W013

banner 300250