Mengulas Manfaat dari “Bunga Biru” yang Kaya Antioksidan

BUNGA Telang sering juga disebut dengan Butterfly Pea, hal ini karena bentuk dari bunga telang yang menyerupai kupu-kupu. Bunga telang memiliki nama latin Clitoria ternatea, yang diyakini berasal dari Amerika Serikat. Bunga telang merupakan tanaman perdu yang sering tumbuh dipekarangan rumah ataupun kebun, selain dimanfaatkan menjadi obat atau pewarna makanan bunga telang juga bias menjadi hiasan pekarangan rumah supaya menjadi lebih indah.

Bunga telang yang umumnya tumbuh di Indonesia berwarna biru tua. Bunga telang kerab dikonsumsi dalam bentuk teh. Sebagian orang memanfaatkan bunga telang sebagai bahan pewarna alami karena bunga telang memiliki warna biru yang cantik. Bunga telang memiliki kandungan senyawa antosianin jenis dhelpinidin glikosida yang membuat bunga telang memiliki warna biru yang cantik. Bunga telang juga kerap digunakan sebagai obat herbal.

Melansir dari buku berjudul Altas Tumbuhan Obat Indonesia: Menguak Kekayaan Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 5, karya Setiawan Dalimartha, seluruh bagian tanaman telang bisa dimanfaatkan sebagai obat. Tanaman telang mengandung Saponin, Flavoid, alkaloid, ca-oksalat, dan sulfur. Akar bunga telang bersifat laksatif alias pencahar, peluruh kencing, meransang muntah, dan membersihkan darah. Sedangkan, daun bunga telang dipercaya bisa mempercepat pematangan bisul dan biji bunga telang bermanfaat sebagai obat herbal pencahar ringan.

Baca Juga :  Film Horror dan Kesehatan Mental

Mengandung senyawa aktif yang baik untuk kesehatan membuat bunga telang sering dijadikan salah satu bahan pembuatan obat herbal. Beberapa manfaat dari bunga telang yaitu :
1. Menurunkan gula darah
Bunga telang yang memiliki kandungan antioksidan tinggi dapat mencegah terjadinya resistansi insulin yang memicu diabetes. Konsumsi bunga telang secara rutin bisa menjaga kadar gula darah tetap stabil.

2. Mencegah kanker
Kandungan antioksidan yang tinggi pada bunga telang bisa melawan radikal bebas yang menyebabkan kanker. Selain itu, bunga telang dipercaya bisa menghambat pertumbuhan sel kanker yang ada pada tubuh manusia.

3. Mengeluarkan dahak pada bronkitis kronis
Akar bunga telang bersifat laksatif atau pencahar, yang dipercaya dapat mengeluarkan dahak pada penyakit bronkitis. Cara untuk mengolah akar bunga telang yaitu dengan mencuci akar bunga telang sampai bersih lalu iris tipis-tipis dan rebus hingga mendidih. Minum air rebusan akar bunga telang saat dalam kondisi hangat.

Baca Juga :  Sambut Tamu Ala “Urang Kite”

4. Meredakan migren
Sifat antiinflamasi dalam bunga telang bisa membantu meredakan rasa nyeri pada tubuh, salah satunya yaitu nyeri akibat migren.

5. Mengobati bisul
Bunga telang juga bermanfaat untuk mengobati bisul. Cara membuat ramuan herbal untuk mengobati bisul ini cukup mudah. Yaitu dengan cara menumbuk bunga telang sampai halus dan tambahkan gula jawa secukupnya. Setelah itu, letakkan ramuan herbal tersebut di atas bisul. Dan setelah ramuan tersebut menyerap, bilas dengan menggunakan air hangat hingga bersih.

6. Diare
Bunga yang identik berwarna ungu ini memiliki efek farmakologis antidiare dan antiradang. Hal inilah yang membuat bunga telang efektif mengobati diare. Yaitu denagn cara merebus bunga telang hingga ekstrak warnanya keluar, setelah itu minum air rebusan dalam kondisi masih hangat untuk memkasimalkan kinerja kandungan antidiare, sehingga dapat mempercepat penyembuhan.

Baca Juga :  Peran Pertanian dalam Perekonomian Indonesia

7. Mencegah penuaan dini
Antioksidan dalam bunga telang bisa memperlambat proses penuaan dini pada kulit. Dengan menggunakan masker yang terbuat dari bunga telang secara rutin dapat membuat kulit wajah menjadi lebih kenyal dan bercahaya. Bunga telang juga sering digunakan dalam bahan pembuatan kosmetik, karena bunga telang memiliki manfaat yang bagus untuk kecantikan.

8. Menjaga kesehatan saluran pencernaan
Kandungan antioksidan dalam bunga telang juga bisa membuat otot saluran pencernaan menjadi lebih rileks. Efek antihelmintik dalam bunga telang bisa mencegah pertumbuhan parasit cacing dalam saluran cerna.[]

Pengirim :
Fitria
Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Magelang
Email : triafitria711@gmail.com

banner 300250