Dilansir dalam State of the Global Islamic Economy Report, data yang mengungkapkan bahwa pada tahun 2019, pertumbuhan belanja muslim mencapai 3.2 persen year on year (Tahun ke tahun) dengan nilai sekitar 2.02 dolar AS, sementara keuangan Syariah dunia juga mengalami pertumbuhan tinggi mencapai 2,88 triliun dolar AS.
Dengan kita memikirkan secara objektif dengan adanya negara negara islam seperti UEA, Saudi Arabia, Turki, Malaysia dengan tiingkat Nasional sebagai patokan, juga bidang swasta dan juga komunitas investor sehingga memiliki banyaknya investasi, membawa prespektif professional tinggi yang bahkan perusahan konsultan besar gunakan sebagai refrensi sehingga ekonomi islam mendunia.
Indonesia sendiri dengan memiliki populasi dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, bila kita lihat dalam sektor produk makanan, farmasi, kosmetik, Ekonomi dalam negrinya juga Indonesia memiliki Ekonomi Syariah terbesar di dunia, Jadi Indonesia memiliki peluang dengan dalam ekonominya.
Kesempatan ini untuk menjadi pemimpin dalam segala aspek Dengan adanya strategi pemerintah yang sangat efektif dalam menghubungkan keuangan Syariah dengan sektor ekonomi yang luas untuk saling mengisi, dalam keuangan Syariah penetrasi Indonesia baru sekitar 10% dibandingkan keuangan konvesional.
Sektor perekonomian Indonesia dan efektifnya pemerintah ini tentunya bisa akan sangat berkembang, Dalama 3 atau 4 tahun lalu Indonesia masih berada dibawah angka 10 rank global, lalu Indonesia naik ke dalam peringkat ke 7 dan sekarang Indonesia berhasil ke peringkat 4 rank global Islamic economy indicator score rank.
Rancangan utama dan tentu inisiatif serta dukungan pemerintah menjadikan ini sebagai area perkembangan ekonomi, tentu masih banyak yang harus dilakukan di Indonesia besar, tentunya dengan penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam dengan 87,3% menjadikan peluang besar dalam Pembangunan ekonomi syariah demi membangun perekonomian Indonesia.
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Oktober 2023, jumlah reksadana syariah sebesar 224 atau sekitar 42,67% dari total reksadana. Jumlah ini cukup tinggi bila dibandingkan tahun 2010 yang hanya sebesar 7.84%. Perkembangan Efek Syariah juga sangat menggembirakan, hingga oktober 2023, terdapat 407 Efek Syariah dari berbagai sektor. Jumlah sukuk syariah juga mengalami peningkatan, hingga oktober 2023 sudah mencapai 108 sukuk syari’ah.
Perkembangan ekonomi syariah pada satu sisi melahirkan kegembiraan atas optimisme masa depan ekonomi syariah sebagai ‘sistem ekonomi alternatif’. Namun di sisi lain menghadirkan tantangan baru untuk peningkatan kualitas. Secara kelembagaan, institusi keuangan publik syariah nampaknya juga perlu dikelola untuk melahirkan sinergisitas dan harmonisasi.
Dengan demikian, perkembangan ekonomi syariah akan dapat dinikmati oleh kalangan luas. Dalam Hal ini tentunya pengawasan terhadap bank syariah sangat diperlukan dikarnakan agar pada praktiknya tidak hanya sebagai titik formalitas saja akan tetapi benar benar harus mengikuti prinsip dan berbagai sistem ekonomi dalam islam.
Apalagi bank konvensional yang membuka berbagai cabang bank Syariah tidak menutup kemungkinan bahwa sistemnya akan menganut ekonomi konvensional, Bank Syariah yang luput dan tidak patuh dalam pengawasan dapat merusak kepercayaan Masyarakat pada bank syariah bukan hanya sekedar pengawasan saja akan tetapi pembinaan terhadap pegawai sangat di perlukan sehingga ekonomi islam hadir bukan untuk kesengsaraan umat akan tetapi kesejahteraan umat.
Indonesia sendiri mendapatkan daya tarik terbaik dalam bidang keuangan sosial, dalam hal ini zakat, zakat dan sadaqah menarik perhatian pada global, dalam hal wakaf saja estimasi asetnya sekitar 450 miliar dolar dan bisa sampai 1 triliun dolar, Indonesia sangat besar.
Kontribusinya dalam hal ini, tentunya ini memberi dukungan besar bagi pemerintah karna mengurangi beban pemerintah dalam hal biaya seperti rumah sakit, sekolah dan lain lain, kita melihat ini dapat berkembang dan berkontribusi luas untuk Perkembangan keuangan di Indonesia dan tentunya kita memiliki peluang mendunia.[]
Pengirim :
Haikal Habibi, Mahasiswa Ekonomi Syariah Universitas Pamulang, email : haikalhabibi181@gmail.com








