Pemerintah Aceh Bentuk Tim Usut Kelangkaan Semen dan BBM

Aceh, Berita, Ekonomi128 Dilihat

Banda Aceh, TERASMEDIA.NET – Pemerintah Aceh memastikan akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti sengaja menyebabkan kelangkaan semen dan bahan bakar minyak (BBM) yang meresahkan masyarakat.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan segala bentuk tindakan yang merugikan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan strategis seperti semen dan BBM, tidak akan ditolerir.

“Apapun bentuk perbuatannya yang merugikan masyarakat, pasti diambil tindakan,” kata Nurlis Effendi di Banda Aceh, Kamis (30/7/2026) lalu.

Ia menjelaskan, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) telah memerintahkan Sekretaris Daerah Aceh M Nasir Syamaun untuk membentuk tim khusus guna mengurai persoalan kelangkaan semen dan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh.

Tim tersebut berada di bawah koordinasi Asisten II Setda Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Teuku Robby Izra, dengan melibatkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Teuku Adi Darma, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh Asnawi, serta Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh Zaini.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh kini Miliki Balee Meuseuraya dan Balee Keurukon Inong

Terkait kelangkaan semen, Pemerintah Aceh telah meminta penjelasan dari PT Solusi Bangun Andalas sebagai produsen Semen Andalas. Dari hasil komunikasi tersebut diketahui bahwa produksi semen berjalan normal, namun terjadi lonjakan permintaan di sejumlah daerah sehingga stok lebih cepat terserap.

Meski demikian, Pemerintah Aceh tetap melakukan penelusuran hingga tingkat distributor dan pengecer untuk memastikan tidak ada praktik yang menyebabkan gangguan pasokan. Jika ditemukan adanya pelanggaran, pemerintah akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengambil langkah sesuai aturan.

Sementara untuk persoalan BBM, Pemerintah Aceh bersama Dinas ESDM, Disperindag, Biro Perekonomian Setda Aceh dan Polda Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) pengawasan distribusi BBM di sejumlah SPBU di Kota Banda Aceh.

Baca Juga :  Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Mendukung Terciptanya Lingkungan Belajar yang Inklusif

Dalam sidak di SPBU Lingke dan Lambhuk, tim menemukan stok BBM masih tersedia dan pelayanan berjalan normal. Namun, ditemukan sejumlah kendaraan yang menggunakan QR Barcode Subsidi Tepat Sasaran yang tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan.

Pemerintah Aceh juga menemukan adanya indikasi kejanggalan dalam sistem antrean di salah satu SPBU. Seluruh temuan tersebut telah didata dan akan ditindaklanjuti untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Aceh menyampaikan bahwa ketersediaan stok BBM bersubsidi masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Pertamina juga memastikan akan terus melakukan percepatan distribusi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, termasuk ketersediaan LPG tabung 3 kilogram.

Baca Juga :  DPD II Golkar Aceh Tamiang Minta Penyidik Polisi Usut Tuntas Dugaan Pemalsuan Dokumen

Nurlis menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan bukti kuat terkait adanya permainan atau penyimpangan dalam distribusi semen dan BBM di Aceh. Namun pemerintah tetap memperkuat pengawasan dan koordinasi bersama seluruh pihak terkait.

“Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan Pertamina, produsen semen, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan dan distribusi berjalan baik,” ujarnya.

Pemerintah Aceh juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam pengawasan dengan melaporkan apabila menemukan dugaan penyimpangan di lapangan agar dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti.[]

banner 300250