YSLI Lepasliarkan 7.900 Anak Tuntong Laut ke Alam Bebas

Aceh, Berita, Lingkungan207 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET — Upaya menjaga kelestarian tuntong laut (Batagur borneoensis) terus dilakukan Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI). Sejak 2012 hingga 2026, sedikitnya 7.900 anak tuntong laut telah dilepasliarkan ke habitat alaminya melalui berbagai program konservasi.

Terbaru, sebanyak 300 anak tuntong laut kembali dilepasliarkan di kawasan Muara Ujung Tamiang, Desa Kuala Pusong Kapal, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama PT Pegadaian Persero Medan Sumatera Utara Area Aceh.

Selain pelepasliaran satwa, kegiatan konservasi tersebut juga ditandai dengan penanaman 500 bibit mangrove. Penanaman dilakukan untuk memperkuat ekosistem pesisir yang menjadi bagian penting dari habitat berbagai jenis satwa, termasuk tuntong laut.

Baca Juga :  Empat Pulau Disengketakan, Mahasiswa Hukum Aceh: Tanah Kami Bukan Hadiah Administratif!

Ketua YSLI, Yusriono, mengatakan pelepasliaran yang dilakukan secara berkelanjutan merupakan bagian dari upaya menjaga keberadaan tuntong laut yang semakin langka dan dilindungi.

Menurutnya, keberadaan tuntong laut tidak hanya penting dari sisi konservasi, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata berbasis lingkungan dan satwa. Ekowisata yang dikembangkan dengan prinsip konservasi dinilai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Yusriono juga mengapresiasi dukungan PT Pegadaian Persero Area Aceh yang ikut terlibat dalam pelestarian tuntong laut dan ekosistem mangrove di Aceh Tamiang.

Sementara itu, Deputi Bisnis PT Pegadaian Persero Area Aceh, Syahputra Adriansyah, mengatakan keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari gerakan bersama untuk menjaga lingkungan, khususnya kawasan pesisir, sungai, mangrove dan pantai.

Baca Juga :  Satpol PP dan WH Aceh Besar Amankan Sapi yang Berkeliaran

Ia menegaskan, pelepasliaran tuntong laut bukan menjadi akhir dari kegiatan konservasi. Setelah satwa dikembalikan ke alam, tanggung jawab berikutnya adalah memastikan habitatnya tetap terjaga dan masyarakat ikut mengambil bagian dalam perlindungan lingkungan.

“Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan tuntong laut tetap dapat memberikan kontribusi terhadap keberlangsungan ekosistem di sekitarnya,” ujar Syahputra.

Kegiatan tersebut turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), TNI-Polri, lembaga konservasi, yayasan hingga masyarakat setempat. Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata berhalangan hadir dan diwakili Kepala Resort KSDA Wilayah Langsa, Nursholati Chairi Zananda.

Nursholati menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dilakukan. Menurutnya, pelepasliaran tuntong laut menjadi salah satu langkah untuk mengembalikan satwa ke habitat alaminya, sementara penanaman mangrove berperan dalam menjaga kualitas habitat pesisir.

Baca Juga :  Piala Datok Seuneubok Cantek Cup V Segera Bergulir, Total Hadiah Rp50 Juta

Ia berharap kolaborasi konservasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga perlindungan tuntong laut, kelestarian mangrove dan keanekaragaman hayati dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.[] TM/yeddi

banner 300250