Mengawal Kualitas Air Sungai Code Bersama Balai Laboratorium Lingkungan DLHK DIY

Sungai Code merupakan sungai yang menjadi landmark Kota Yogyakarta yang bermata air di kaki Gunung Merapi. Sungai ini memiliki panjang keseluruhan 41 km yang terdiri dari 24 km dari Sungai Boyong di hulu dan 17 km dari Sungai Code di hilir. Air Sungai Code dimanfaatkan untuk irigasi lahan pertanian di daerah Sleman dan Bantul serta digunakan sebagai sumber air minum kelas I.

Masalah yang dapat mengancam Sungai Code adalah pencemaran, oleh sebab itu perlu dilakukan pengujian secara rutin untuk mengawasi dan mengendalikan kualitas air sungai tersebut. Kualitas air merupakan mutu air yang memenuhi standar untuk tujuan tertentu yang nilainya dapat diketahui dengan mengukur parameter fisik, kimia, dan biologi.

Balai Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama mahasiswa magangnya yakni Millari Cindi Alfinsa, Herdina Suci Arta, dan Nabila Tuhfah melakukan pengujian parameter lingkungan terhadap Sungai Code di enam titik pada 10 Juli 2024.

Enam titik sungai tersebut antara lain berada di Jembatan Kemiri, Jembatan Boyong, Jembatan Bulus Lor, Jembatan Wonosobo, Jembatan Dayakan, dan Jembatan Blunyah. Parameter yang diuji yakni pH, suhu, TDS (Total Dissolved Solids), dan DHL (Daya Hantar Listrik). Prosedur pengujian yang dilakukan yakni persiapan alat dan bahan, kalibrasi alat TDS/EC meter menggunakan cairan kalibrasi khusus, pengukuran di lapangan, dan pencatatan hasil pengujian.

Baca Juga :  Hadiri Rapat Pleno Rekap Hasil Pilgub dan Pilkada Tamiang 204, Ini Ucap Pj Bupati Asra

Berdasarkan hasil pengujian menggunakan pH meter, pH air Sungai Code menunjukkan kisaran 6,99-7,45. Hasil pengujian tersebut memenuhi standar baku untuk dikonsumsi berdasarkan Environmental Protection Agency (EPA) yakni dengan rentang 6,5-8,5. Angka ini menandakan bahwa air Sungai Code dalam kondisi yang netral.

Adapun hasil analisis suhu air menggunakan termometer menunjukkan kisaran 23-28,5oC. Dengan demikian kondisi kualitas air Sungai Code ditinjau dari parameter suhu masih dalam kriteria mutu air sesuai dengan peruntukannya mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 yakni kisaran 22°C – 28°C.

TDS atau Total Dissolved Solid merupakan zat terlarut, baik organik maupun anorganik yang memiliki diameter kurang dari 10 μm dan terlarut dalam air. Kadar TDS yang tinggi dapat memberikan dampak negatif pada ekosistem dan mengganggu keseimbangan perairan. Sumber utama kandungan TDS dalam perairan berasal dari limbah yang dibuang akibat aktivitas pertanian seperti pestisida atau pupuk serta dari penggunaan produk rumah tangga seperti deterjen dan sabun. Nilai TDS yang ideal dalam analisis air sungai adalah kurang dari 500 mg/L.

Baca Juga :  Kepemimpinan Transformasional sebagai Kunci Kemajuan Organisasi

Hasil analisis TDS Sungai Code yakni kisaran 119-178 mg/L. Nilai TDS tersebut menunjukkan bahwa air Sungai Code memiliki kualitas yang normal atau baik dan hanya sedikit terkontaminasi oleh mineral atau padatan terlarut.

DHL (Daya Hantar Listrik) mengukur kemampuan air untuk menghantarkan listrik yang besarnya tergantung pada konsentrasi ion dalam air. Nilai DHL yang tinggi dapat berpengaruh pada kualitas air, karena dapat menunjukkan adanya polusi kimia. Nilai DHL yang ideal dalam analisis air sungai adalah kurang dari 400 μS/cm.

Hasil pengujian parameter DHL Sungai Code menunjukkan kisaran 243 μS/cm-358 μS/cm. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa air Sungai Code berada pada kondisi yang normal dan berada pada rentang aman sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 492/Menkes/Per/VI/2010.

Setiap parameter lingkungan memiliki keterkaitan satu sama lain. Temperatur yang lebih tinggi menyebabkan ion-ion bergerak lebih cepat, sehingga meningkatkan nilai DHL.

Sebaliknya, temperatur yang lebih rendah membuat pergerakan ion menjadi lebih lambat, sehingga nilai DHL menjadi lebih rendah. Selain itu, DHL air juga dipengaruhi oleh jumlah padatan terlarut. Semakin banyak padatan terlarut maka semakin banyak ion dalam larutan, sehingga nilai konduktivitas listrik cenderung meningkat.

Baca Juga :  Aktivis HAM Desak Kapolri Tindak Oknum Aparat Ancam Tembak Warga Krueng Keureuto

Ini juga berdampak pada nilai Total Dissolved Solids (TDS), karena air yang mengandung banyak zat terlarut bisa menunjukkan adanya berbagai zat yang berpotensi membahayakan kesehatan. TDS yang tinggi dapat berdampak negatif pada kesehatan konsumen.

Berdasarkan hasil pengujian parameter lingkungan air Sungai Code menunjukan kualitas yang relatif baik. Tingkat keasaman air sungai relatif netral, suhu air relatif normal, konsentrasi zat terlarut atau nilai TDS relatif normal, dan kemampuan air sungai menghantarkan listrik relatif normal atau aman.

Hasil analisis ini bisa digunakan sebagai acuan untuk menilai kualitas air sungai lebih lanjut dan membuat keputusan yang lebih baik dalam pengelolaan air sungai. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau dan mengevaluasi parameter-parameter ini secara rutin guna memastikan kualitas air tetap terjaga dan mendukung ekosistem serta kesehatan masyarakat.[]

Penulis :
Millari Cindi Alfinsa, Mahasiswa Pendidikan Kimia Fakiltas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, email : millaricindi@gmail.com 

banner 300250