PSG Tak Terbendung, Arsenal Kembali Gagal Raih Mimpi Liga Champions

Berita, Olahraga36 Dilihat

Budapest, TERASMEDIA.NET – Paris Saint-Germain (PSG) kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola Eropa. Klub raksasa Prancis itu sukses mempertahankan gelar Liga Champions UEFA usai menaklukkan Arsenal melalui drama adu penalti pada partai final musim 2025/2026 yang berlangsung di Puskas Arena, Hungaria, Sabtu (30/5/2026) malam WIB.

Les Parisiens keluar sebagai juara setelah menang 4-3 dalam adu penalti, menyusul hasil imbang 1-1 yang bertahan hingga akhir babak tambahan waktu. Kemenangan tersebut sekaligus menjadikan PSG sebagai tim kedua di era modern Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar secara beruntun, menyamai pencapaian legendaris Real Madrid.

Final berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal. Arsenal membuka keunggulan cepat melalui gol Kai Havertz pada menit keenam. Gol tersebut sempat membuat The Gunners berada di atas angin untuk meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Namun, mental juara PSG kembali berbicara. Tim asuhan Luis Enrique mampu bangkit dan menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Ousmane Dembele pada menit ke-65. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir dan tidak berubah selama 30 menit tambahan waktu, memaksa laga ditentukan melalui adu penalti.

Baca Juga :  Garuda Muda VS Guinea Ini Pesannya

Dalam babak penentuan tersebut, para algojo PSG tampil lebih tenang dan efektif. Mereka akhirnya memastikan kemenangan 4-3 sekaligus mempertahankan mahkota Liga Champions yang diraih musim sebelumnya.

Menyusul Jejak Real Madrid

Keberhasilan mempertahankan gelar menjadi pencapaian luar biasa bagi PSG. Klub yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai kekuatan domestik Prancis itu kini telah mengukuhkan diri sebagai salah satu penguasa baru sepak bola Eropa.

Prestasi ini terasa semakin istimewa mengingat PSG baru mencapai final Liga Champions pertama mereka pada musim 2019/2020. Saat itu, mereka harus mengakui keunggulan Bayern Munich.

Lima tahun kemudian, PSG akhirnya meraih trofi Liga Champions perdana pada musim 2024/2025. Kini, mereka berhasil mempertahankan gelar tersebut dan bergabung dalam kelompok elite yang sebelumnya hanya dihuni Real Madrid di era Liga Champions modern.

Real Madrid sendiri tercatat pernah mempertahankan gelar secara beruntun pada periode 2016 hingga 2018. Sementara pada era Piala Champions Eropa, Los Blancos bahkan mencatatkan dominasi luar biasa dengan menjuarai kompetisi lima musim berturut-turut sejak 1956 hingga 1960.

Selain Madrid, Ajax Amsterdam juga pernah mempertahankan gelar secara beruntun pada era lama kompetisi tersebut dengan menjadi juara tiga kali berturut-turut pada 1971 hingga 1973.

Baca Juga :  Pensiunan yang Sulit Ambil Dana Tapera Bisa Lapor ke Sini

Luis Enrique Catat Sejarah Baru

Keberhasilan PSG juga mempertegas status Luis Enrique sebagai salah satu pelatih terbaik di generasinya. Gelar musim ini merupakan trofi Liga Champions ketiga dalam karier kepelatihannya.

Sebelumnya, Enrique membawa Barcelona menjadi juara Liga Champions pada 2015 dan mengantar PSG meraih trofi perdana mereka pada musim lalu.

Pelatih asal Spanyol itu kini tercatat sebagai pelatih Spanyol kedua yang mampu menjuarai Liga Champions secara beruntun setelah Jose Villalonga, yang membawa Real Madrid menjadi kampiun pada musim 1955/1956 dan 1956/1957.

Deretan Fakta Menarik Final PSG vs Arsenal

Partai puncak Liga Champions musim ini juga menghadirkan sejumlah catatan menarik dalam sejarah kompetisi:

1. Final PSG kontra Arsenal menjadi final Liga Champions ke-12 yang harus ditentukan melalui adu penalti.
2. PSG mematahkan tren yang bertahan selama 11 musim terakhir, di mana tim yang mencetak gol pertama selalu keluar sebagai juara. Arsenal unggul lebih dulu melalui Havertz, namun PSG berhasil membalikkan keadaan.
3. Sepanjang perjalanan dari fase grup hingga final, PSG mencetak total 45 gol, menyamai rekor Barcelona sebagai tim tersubur dalam satu musim Liga Champions yang dibuat pada musim 1999/2000.
4. Kai Havertz mencatat gol tercepat kedua dalam sejarah final Liga Champions dengan golnya pada menit keenam. Rekor tercepat masih dipegang Mohamed Salah yang mencetak gol untuk Liverpool pada menit kedua final 2019.
5. Havertz menjadi pemain keempat dalam sejarah yang mampu mencetak gol di final Liga Champions bersama dua klub berbeda, setelah sebelumnya juga mencetak gol saat membela Chelsea.
6. Sebelum Havertz, hanya Cristiano Ronaldo, Mario Mandzukic, dan Velibor Vasovic yang mampu menorehkan pencapaian serupa.

Baca Juga :  Universitas Syiah Kuala Kukuhkan 32 Profesor Baru

Era Baru Sang Raja Prancis

Dalam beberapa tahun terakhir, PSG kerap menjadi sorotan karena investasi besar yang digelontorkan untuk membangun skuad bertabur bintang. Namun, keberhasilan mempertahankan gelar Liga Champions membuktikan bahwa proyek besar klub ibu kota Prancis tersebut kini telah bertransformasi menjadi kekuatan nyata di panggung Eropa.

Dari klub yang pernah kesulitan menembus final, PSG kini menjelma menjadi penguasa baru Liga Champions. Dengan dua gelar beruntun dan skuad yang masih kompetitif, Les Parisiens mengirim pesan tegas kepada seluruh Eropa bahwa dominasi mereka belum berakhir.[]

Editor : Yeddi Alaydrus

banner 300250