ORARI Lokal Aceh Tamiang Mulai Dipersiapkan, UNAR Dijadwalkan 17 Oktober 2026

Aceh, Berita139 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET  — Proses pembentukan calon Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Aceh Tamiang memasuki tahapan penting. Sebanyak 33 calon anggota bersama tim persiapan mengikuti rapat perdana pembentukan ORARI Lokal Aceh Tamiang yang berlangsung di J2R Coffee, Tanah Terban, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (3/10/2026).

Rapat yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut dipimpin Ichsan, Saiful Alam dan Nanang, dengan Syawaluddin sebagai notulis. Pertemuan digelar sebagai forum awal untuk menyamakan persepsi sekaligus membahas berbagai kebutuhan dalam proses pembentukan organisasi.

Sejumlah agenda menjadi pembahasan utama, mulai dari keanggotaan, persiapan Ujian Negara Amatir Radio (UNAR), administrasi dan perizinan, persiapan Musyawarah Lokal (Muslok), pembiayaan, keseragaman pakaian, perangkat komunikasi hingga pengembangan jaringan radio di Aceh Tamiang.

Dalam rapat tersebut juga dibahas rencana pengoperasian repeater ORARI, pengembangan pos pemantauan komunikasi serta konsep Early Warning System (EWS) berbasis jaringan radio. Sistem tersebut diproyeksikan menjadi salah satu bagian dari upaya mendukung kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Baca Juga :  Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 240 Penumpang dalam Kapal

Salah satu tahapan yang mendapat perhatian adalah pelaksanaan UNAR bagi calon peserta. Berdasarkan hasil rapat, UNAR direncanakan berlangsung pada 17 Oktober 2026 menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) di Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Karangbaru.

Kesiapan lokasi, perangkat komputer dan jaringan internet untuk pelaksanaan ujian juga telah dikoordinasikan dan diverifikasi. Rapat menegaskan bahwa pelaksanaan UNAR mengikuti ketentuan regulator, sementara kebutuhan administrasi, persiapan kegiatan, Muslok dan kebutuhan organisasi lainnya dibedakan dari biaya ujian.

Untuk mendukung seluruh tahapan persiapan, pembiayaan kegiatan disepakati menggunakan prinsip gotong royong. Sumbangan peserta tidak ditetapkan dalam nominal tertentu, tetapi disesuaikan dengan kemampuan dan kesediaan masing-masing.

Tim inti persiapan selanjutnya akan membantu mengoordinasikan kebutuhan administrasi, teknis, perlengkapan serta komunikasi dengan berbagai pihak terkait. Keseragaman pakaian juga dipersiapkan berdasarkan ketentuan organisasi bagi peserta yang telah terdata dalam proses persiapan.

Rapat juga menekankan pentingnya kekompakan selama proses pembentukan organisasi. Seluruh peserta diharapkan menghindari pengelompokan dan membangun komunikasi yang terbuka agar proses pembentukan ORARI Lokal Aceh Tamiang dapat berjalan secara bersama-sama.

Baca Juga :  150 Wartawan Aceh Timur Ikuti FGD, Bupati Ajak Kerjasama Bangun Daerah

Di bidang komunikasi kebencanaan, jaringan komunikasi radio akan terus dikembangkan, termasuk persiapan repeater ORARI dan koordinasi dengan jaringan komunikasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang.

Pos-pos pemantauan komunikasi yang telah berjalan juga akan dikembangkan sesuai kebutuhan dan kemampuan teknis. Selain itu, konsep EWS berbasis jaringan radio mulai dipersiapkan sebagai salah satu program yang diharapkan dapat mendukung sistem kesiapsiagaan bencana di daerah.

Komunikasi terkait informasi kebencanaan dan penyampaian informasi kepada masyarakat nantinya akan dikoordinasikan dengan BPBD sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.

Dalam rapat tersebut, peserta juga menyampaikan sejumlah masukan, antara lain mengenai masa berlaku Izin Amatir Radio (IAR), penggunaan call sign serta mekanisme perpanjangan izin. Peserta juga menekankan pentingnya kebersamaan setelah pelaksanaan UNAR dan berharap seluruh calon anggota mendapat perlakuan yang setara tanpa ada yang merasa dikucilkan atau dibedakan.

Usai rapat perdana, sejumlah langkah tindak lanjut telah disiapkan. Di antaranya finalisasi data calon peserta UNAR, koordinasi pelaksanaan ujian 17 Oktober 2026, persiapan administrasi dan teknis Muslok, penyiapan seragam, instalasi dan pengujian repeater, koordinasi dengan BPBD, pengembangan pos pemantauan serta penyusunan konsep EWS dan alur komunikasi kebencanaan.

Baca Juga :  Tugu Kongres Pancasila Pertama di Indonesia Dibangun di Aceh Barat

Selain itu, tim persiapan juga akan memberikan pendampingan kepada calon anggota yang membutuhkan informasi mengenai perangkat radio yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Seluruh aspek perizinan, IAR, call sign, penggunaan frekuensi, UNAR dan pembentukan organisasi tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta aturan organisasi yang berlaku.

Rapat perdana tersebut berlangsung dalam suasana tertib, terbuka dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta diharapkan terus mendukung setiap tahapan pembentukan ORARI Lokal Aceh Tamiang hingga proses organisasi dapat berjalan sesuai ketentuan.

Pembentukan ORARI Lokal Aceh Tamiang ini juga diharapkan tidak hanya menjadi wadah bagi para penggemar komunikasi radio, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari jaringan komunikasi masyarakat, khususnya dalam mendukung koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat dan kebencanaan di wilayah Aceh Tamiang.[] TM/Red

banner 300250