Pragmatisme dalam Organisasi Mahasiswa

Organisasi mahasiswa (Ormawa) adalah entitas yang terdiri dari mahasiswa yang bersatu untuk mencapai tujuan bersama, memperjuangkan kepentingan mahasiswa dan mengembangkan potensi anggotanya. Entitas dalam konteks organisasi mahasiswa merujuk pada bidang yang memiliki peran tertentu dalam struktur organisasi.

Contohnya bisa berupa departemen dan kelompok studi yang memiliki fungsi khusus dalam mencapai tujuan ormawa tersebut. Misalnya, departemen keorganisasian serta kelompok studi kajian yang merupakan entitas-entitas dalam lingkungan organisasi mahasiswa, yang masing-masing memiliki peran dan tanggung jawabnya sendiri.

Idealnya, organisasi mahasiswa menjadi wadah yang mendorong pengembangan kepemimpinanserta bergerak mempromosikan nilai-nilai etika, integritas, dan tanggungjawab soisal kepada seluruh mahasiswa dan dapat mendorong hubungan yang positif antar anggota serta mampu menciptakan profil lulusan yang memiliki kontribusi kreatif dan inovatif yng signifikan.

Baca Juga :  Kesenjangan dan Penghidupan Rohingya

Namun, pada kenyataannya tidak jarang beberapa organisasi mahasiswa terlibat dalam praktik-praktik yang tidak etis, diantaranya memasukan nama titipan, pemalsuan data keuangan, atau memanfaatkan kebijakan yang tidak adil untuk mencapai hasil yang di inginkan dengan cara yang paling praktis. Serta menjalankan kepemimpinan nepotisme dengan cara memberikan keuntungan atau posisi pada calon anggota baru atau pada anggota organisasi yang memiliki hubungan dekat tanpa mempertimbangkan kualitas dan kompetensi.

Pragmatisme adalah aliran pemikiran yang lahir di amerika pada era 1870, merupakan sifat atau ciri seseorang yang cenderung berpikir praktis dan sempit tanpa memperhatikan pertimbangan nilai etika atau nilai moral. Pada dasarnya, sifat pragmatis tidak dapat di pisahkan dari diri seseorang dan sifat pragmatis juga tidak selalu berkaitan dengan hal-hal negatif, bahkan dapat dijadikan acuan untuk bertindak atau berkja lebih singkat dan menghemat waktu.

Baca Juga :  Pandangan Ulama Tentang Tradisi di Indonesia

Seseorang yang dapat menggunakan sifat pragmatis dengan bijak akan menghasilkan hasil yang lebih baik. Namun pada saat ini, banyak kalangan yang menyalahgunakan sifat pragmatis iniuntuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu tanpa pikir panjang.

Contohnya adalah praktik titip nama yang dilakukan oleh sebuah organisasi pasti akan menimbulkan kecurangan dan kerugian dari berbagai pihak yaitu:
1. Hilangnya karakter kritis, sifat jujur, etika dan tanggung jawab mahasiwa dalam berproses.
2. Ketidak adilan bagi mahasiswa yang benar-benar ingin mendaftar dan memiliki potensi dalam bidang tersebut.
3. Hilangnya idealisme suatu organisasi karena mahasiswa yang terlalu pragmatis.

Berkembangnya sifat pragmatisme dalam lingkungan organisasi mahasiswa menunjukan bahwa organisasi tersebut tidak mampu lagi menjaga idealisme oleh karna tuntutan mahasiswa yang terlalu pragmatis. Pragmatisme selalu fokus pada keuntungan segera dan sering mengabaikan aspek kualitas dan dampak jangka panjang, kebijakan atau keputusan ini dapat merugikan masa depan suatu organisasi. Penting untuk mencari keseimbangan antara keuntungan saat ini dan investasi untuk masa depan yang berkelanjutan.[]

Baca Juga :  Peran Guru PAUD sebagai Konselor

Pengirim :
Zainul, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, email : za0145975@gmail.com

banner 300250