Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama Kementerian Ekonomi Kreatif memperkuat upaya pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana melalui pengembangan sektor ekonomi kreatif. Salah satunya dilakukan melalui program Ekraf Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya yang menyasar pelaku usaha kuliner terdampak bencana.
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., mendampingi kunjungan kerja Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam kegiatan Masak Bersama Master (MASAMO) di WD Coffee Aceh Tamiang, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung 11-12 September 2026 tersebut diikuti 100 pelaku usaha kuliner terdampak bencana. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus mendorong pelaku UMKM kembali produktif.
Bupati Armia Pahmi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Ekonomi Kreatif, atas perhatian dan dukungan yang diberikan bagi masyarakat Aceh Tamiang dalam proses pemulihan pascabencana.
Menurutnya, Aceh Tamiang memiliki potensi ekonomi yang cukup beragam karena wilayahnya mencakup kawasan pegunungan, perkotaan hingga pesisir. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Armia mengatakan, sebelum bencana terjadi, Pemkab Aceh Tamiang telah menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Program tersebut diarahkan agar masyarakat mampu meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi.
Ia menyebutkan, proses pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Dukungan pemerintah pusat melalui sektor ekonomi kreatif dinilai menjadi bagian penting untuk mempercepat masyarakat kembali menjalankan aktivitas ekonomi.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas inisiasi kegiatan ini. Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat kepada masyarakat Aceh Tamiang. Kami berharap program seperti ini dapat terus dilanjutkan dan berkesinambungan,” ujar Armia.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang setelah bencana.
“Kehadiran kami di sini merupakan arahan Presiden untuk mendukung program Bupati dalam membangkitkan ekonomi daerah. Ini adalah peluang yang sangat baik ke depan,” kata Teuku Riefky.
Ia mendorong para pelaku usaha kuliner memanfaatkan pelatihan untuk mengembangkan produk lokal agar memiliki nilai tambah dan daya saing. Selain keterampilan mengolah pangan, peserta juga mendapatkan materi mengenai manajemen usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran digital dan perlindungan kekayaan intelektual.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga dilatih mengolah bahan pangan lokal menjadi produk siap saji dengan masa simpan lebih panjang. Pemerintah turut memberikan peralatan memasak yang digunakan selama pelatihan kepada peserta sebagai dukungan agar usaha mereka dapat terus berkembang setelah program berakhir.[] TM/Red










