Cabai Rawit Tembus Rp60 Ribu per Kg, Bupati Aceh Tamiang Sidak Pasar Kualasimpang

Aceh, Berita, Ekonomi112 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET — Harga cabai rawit di Pasar Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, masih tergolong tinggi dan mencapai Rp60.000 per kilogram. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, Jumat (14/8/2026).

Sidak dilakukan Bupati untuk memastikan ketersediaan bahan pangan pokok sekaligus memantau perkembangan harga berbagai komoditas di tingkat pedagang.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Armia menyambangi sejumlah lapak pedagang dan berdialog langsung mengenai kondisi pasokan serta harga bahan kebutuhan masyarakat, mulai dari beras, minyak goreng, telur, daging hingga berbagai jenis cabai.

Dari hasil pemantauan, harga cabai rawit menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi, yakni mencapai Rp60.000 per kilogram. Sementara cabai hijau dijual sekitar Rp30.000 per kilogram.

Baca Juga :  Putra Aceh Tamiang Gugur dalam Baku Tembak dengan OPM di Papua

Berbeda dengan kedua jenis cabai tersebut, harga cabai merah justru mengalami penurunan. Saat ini cabai merah berada di kisaran Rp25.000 per kilogram, turun dari sebelumnya sekitar Rp30.000 per kilogram.

Bupati Armia mengatakan, secara umum stok pangan di Pasar Kualasimpang masih aman. Pergerakan harga sejumlah komoditas juga masih relatif terkendali.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan stok bahan pangan masyarakat cukup dan harganya tetap stabil. Dari hasil dialog dengan para pedagang, secara umum pasokan masih aman dan kenaikan harga relatif terkendali,” ujar Armia.

Selain memantau harga, Bupati memastikan jalur distribusi bahan pangan dari distributor hingga pedagang eceran berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan.

Baca Juga :  Puluhan Pedagang Memenuhi Lokasi Bekas Pajak Buah Ujung Jembatan Kualasimpang

Ia juga mengimbau para pedagang agar tidak menaikkan harga secara sepihak di luar batas kewajaran serta ikut menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan pasar.

Peninjauan tersebut kemudian dilanjutkan dengan evaluasi bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Aceh Tamiang. Evaluasi dilakukan untuk menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi kenaikan harga pada komoditas tertentu.

Pemkab Aceh Tamiang menyatakan pemantauan harga dan ketersediaan pangan akan terus dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pangan serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar.[]

banner 300250